Menpora Harap Tenis Pertahankan Tradisi Emas

Menpora Imam Nahrawi dalam kunjungannya ke Pelatnas Tenis di Wisma Sanita PU, Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (12/6) kemarin. Foto: Anggitiar/FAJAR INDONESIA NETWORK

FIN.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap atlet tenis Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk ajang SEA Games 2019 di Filipina mampu meneruskan tradisi emas yang diraih pada ajang Asian Games 2018, lalu.

Menurut menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, tradisi tersebut diharapkan mampu dipertahankan demi menuju Pra Olimpiade Jepang 2020. Sebagaimana diketahui, dalam ajang Asian Game 2018 lalu, tenis berhasil meraih emas lewat Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi.

“Saya berharap tenis Indonesia mampu meneruskan tradisi emas di Asian Games kemarin dimana telah ‘pecah telur’ perolehan emas tenis dengan apik lewat Christopher dan Aldila,” ungkap Imam dalam kunjungannya ke pelatnas Tenis di Wisma Sanita PU, Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (12/6) kemarin.

“Tradisi ini diharapkan mampu dilanjutkan baik di SEA Games dan semoga bisa masuk di Pra Olimpiade sembari menunggu ranking,” sambung pria yang akrab disapa Cak Imam itu.

Tak lupa, Imam Nahrawi juga menuturkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PB Pelti) serta manajer, pelatih dan atlet yang terus bersemagat menjalani pelatnas tersebut.

“Terima kasih kepada manejer, pelatih dan atlet tenis yang tidak berhenti untuk meneruskan pelatnas ini sampai beberapa target yang diharapkan baik di single dan multi event bisa tercapai,” tutur Imam.

Imam mengatakan pihaknya dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan terus mendukung kebutuhan yang diperlukan cabang-cabang olahraga di Tanah Air yang sedang menjalani pelatnas.

“Pemerintah akan terus membantu PB Pelti agar terkait tempat pelatnas, kebutuhan teknis pelatih, manejer dan atlet bisa terpenuhi dengan baik, saya juga bertanya hal-hal yang menyangkut suasana kebatinan atlet mulai dari honor atau uang sakunya seperti apa, tempat berlatih, makanan untuk atlet, pelatihnya hingga tempat tidurnya, Alhamdulillah mereka senang,” jelas Imam.

“Intinya mari kita terus mendukung agar tenis Indonesia kembali bangkit dan berjaya serta bisa meneruskan tradisi emas seperti di Asian Games 2018 lalu,” tukas Imam.

Sementara itu, wakil Ketua Umum PP Pelti, Sutikno Muliadi bahwa dirinya menambah pemain diluar Surat Keputusan (SK) Kemenpora untuk atlet pelatnas tenis yakni 16 atlet terdiri dari 8 atlet putra dan 8 atlet putri.

Menurutnya, dirinya menambah beberapa pemain junior untuk bergabung menjalani pelatnas. Dan nantinya, para pemain itu akan memakasi sistem promosi dan degradasi hingga terpilih 10 atlet (5 putra dan 5 putri).

“Kita menggunakan momen SEA Games untuk untuk menambah pemain junior untuk bergabung. Nanti akan ada promosi dan degradasi atlet hingga menjadi 10 pemain arah ke proporsi 40:60 tetap ada,” tutur Sutikno.

Sebelumnya, Ketua PB Pelti Rildo Ananda Anwar sendiri membidik dua medali emas pada perhelatan SEA Games 2019 di Filipina yang bakal berlansung pada 30 November hingga ‪11 Desember 2019 mendatang tersebut.

Ketua induk cabang olahraga (cabor) tenis di Tanah Air tersebut cukup optimistis target itu bisa tercapai menyusul pencapaian di Asian Games 2018 di mana tenis mampu menyumbang satu emas dari ganda campuran, Crhistoper/Aldila.

Menurutnya, dua target medali emas yang dicanangkannya itu diharapkan mampu didapatkan dari pasangan ganda campuran Christopher/Aldila serta ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies.

“Dalam Asian Games 2018 saja, kita tidak menargetkan apa-apa, namun kita bisa meraih emas dari ganda campuran. Dan ini levelnya SEA Games kami mengharapkan Christo/Aldila dapat emas kembali. Selain itu, satu lagi kita juga mengharapkan dari ganda putri, Beatrice Gumulya/Jessy Rompies yang saat ini sedang fight agar bisa meraih emas juga,” tegas Rildo beberapa waktu lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here