SELAMAT BEKERJA, LAMPUNG BERJAYA!

Gubernur Lampung Terpilih Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat prosesi pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Presiden Joko Widodo melantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung untuk masa jabatan 2019-2024. FOTO : Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

 

JAKARTA – Harapannya Lampung lebih baik. Itu kalimat yang mayoritas disampaikan publik, pascapelantikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, bersama Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, kemarin (12/6).

“Ya saya ingin Lampung itu berjaya pada masa yang akan datang, karena Lampung mempunyai potensi yang banyak, karena Lampung itu di antara pulau Sumatra dan Pulau Jawa, yang didepannya ada ibu kota (Jakarta), pusat ekonomi,” terang Arinal menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Arinal menyebutkan, Lampung punya komoditi nasional, rata-rata 10 besar nasional dan bahkan dunia. Tetapi, ekonomi kerakyatannya atau masyarakat masih dalam posisi belum sesuai dengan yang diharapkan dengan potensi, sehingga memerlukan tata kelola yang lebih baik lagi.

“Sehingga dalam hal ini, artinya sektor pertanian dalam artian luas, jadi pangan, perkebunan, kelautan, peternakan, dan kehutanan harus baik, lebih baik dan berfungsi,” terang mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung periode 2014-2016 itu.

Selain itu, sambung mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila (19781980) pihaknya akan mengembangkan infrastruktur yang menunjang ekonomi karena bagaimanapun juga sekarang sudah ada jalan tol terpanjang di Indonesia.

“Tanpa harus berbasa-basi jalan provinsi harus ditingkatkan, jalan kabupaten harus ditingkatkan. Dan diharapkan tol itu juga bisa memberikan kontribusi terhadap ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Arinal menyebut Lampung kaya dengan potensi alam, termasuk wisata alamnya luar biasa. Anggreknya juga 361 varietas di dalam kawasan Taman Nasional. “Ini akan menjadi wilayah wisata khusus, karena eco-tourism-nya luar biasa,” tegasnya.

 

Paling tidak, lanjut pria kelahiran Tanjungkarang, 17 Juni 1956 itu, dirinya akan menunjukkan menjadi pilot project di dalam mengembangkan sektor pertanian yang menjadi harapan. Ia menegaskan, bagaimanapun juga, apapun bentuknya kalau kita tidak kelaparan, itu masih sempat dan bisa berpikir.

“Oleh karena itu, ini dulu, ekonomi kerakyatan yang akan dikembangkan. Dan beliau mengesankan backup ibu kota, jangan sampai kebutuhan-kebutuhannya menjadi sulit. Karena 40% kebutuhan DKI itu dari Lampung,” tutu Arinal.

Mengenai masalah infrastruktur, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegaskan Provinsi Lampung wajib dibangun oleh APBN. APBD itu adalah stimulan, APBD adalah diskresi, APBD adalah hal yang memang tidak diperkirakan di dalam program-program APBN.

“APBN itu adalah membangun Indonesia, Lampung merupakan bagian dari Indonesia. Tetapi tidak bisa serta merta, kita harus memberikan program yang menjanjikan Indonesia di masa depan. Oleh karena itu infrastruktur, pariwisata, kemudian pendidikan, kesehatan ke depan itu harus bangkit bersama-sama sehingga ini bisa dirasakan oleh rakyat,” papar Arinal.

 

Terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Imer Derius mengatakan, pergantian kepemimpinan baik di tingkat daerah maupun nasional merupakan bagian dari proses demokrasi. “Pergantian kepemimpinan sebuah keniscayaan dalam berdemokrasi. Tetapi yang paling pokok, adanya kesinambungan. Jangan terjadi patahan. Kalau ada patahan, kita butuh momentum lagi utuk mengangkat itu,” tegasnya.

Makna berkesinambungan lanjut pria jebolan Fakultas Ekonomi Unila itu, Gubernur terpilih yang memiliki program-program khusus lima tahun ke depan, tetap tidak bisa meninggalkan apa yang sudah dirintis selama ini. “Semua pembangunan itu, ukurannya jangka panjang. Lima tahun hanya periode,” jelasnya.

Contoh di bidang pendidikan. Tidak bisa lima tahun, maka hal-hal seperti itu seyogyanya disingkronkan dengan masa yang akan datang. “Ya frame-nya seperti itu ya. Satu kesatuan. Bahwa ada evaluasi, bahwa ada kekurangan (Kepemimpinan Gubernur sebelumnya, red) di sana-sini, itu kita akui,” timpalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here