Demokrat Pastikan Tetap di Prabowo-Sandi

EMPAT MATA: Presiden Jokowi bertemu Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). (Foto: Jay/Humas Seskab)

FIN.CO.ID- Jakarta–  Partai Demokrat (PD), disinyalir bakal bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf. Hal ini menyusul adanya pertemuan antara Komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Joko Widodo di Istana Negara.  Belum lagi, dari para elit PD sendiri, mengusulkan Koalisi Prabowo dibubarkan agar tidak ada gesekan di kalangan akar rumput.

Berbagai spekulasi tentang arah politik PD bermunculan. Banyak yang beranggapan jika Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, akan tinggalkan Koalisi Prabowo-Sandi.

Menanggapi itu, Demokrat angkat bicara. Wakil Ketua Umum PD, Syarief Hasan, memastikan posisi Demokrat akan tetap bersama, Prabowo-Sandi, sampai adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penanganan sengketa hasil Pemilu 2019.

Meskipun begitu, ia mengakui partainya memang menjalankan dengan kubu paslon 01, Jokowi-Ma’ruf.

“Masa tidak boleh komunikasi? Ini kan untuk kepentingan rakyat, koalisi itu kan untuk kepentingan rakyat. Jadi kita harus komunikasi dengan semua pihak karena membangun bangsa ini kan tidak bisa sendiri harus sama-sama di posisi mana punya, jadi komunikasi harus jalan terus,” kata Syarief di gedung DPR Jakarta, Rabu (12/6).

Ia mengatakan, arah politik Demokrat biaa saja berubah. Demokrat bisa saja menjadi partai tengah atau bisa saja bergabung dengan Jokowi-Maruf.

“Ya ada kemungkinan, ya kan (bergabung dengan Jokowi), jadi partai tengah juga mungkin. tetapi lagi-lagi saya katakan ini tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan bagaimana rapat di Paripurna nanti,” ujar Syarief. (fin/fin)