7 Purn Jenderal Polisi yang Rapat Bersama Sofyan Jacob Harus Diperiksa

FIN.CO.ID, JAKARTA – Polri telah menetapkan mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Komjen) Pol (Purn) Sofyan Jacob sebagai tersangka kasus dugaan makar. Polisi pun didesak segera melakukan penahanan terhadap Sofyan dan memeriksa tujuh purnawirawan jenderal polisi yang rapat bersamanya.

Desakan penahanan dilontarkan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane. Dia mengatakan penahanan harus segera dilakukan untuk membuktikan bahwa Polri tidak tebang pilih dalam penanganan kasus makar yang juga menjerat dua mantan purnawirawan TNI.

“IPW mengapresiasi sikap Polri yang sudah menjadikan Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob sebagai tersangka dugaan kasus makar. Hal ini Penetapan menunjukkan bahwa Polri benar-benar sangat serius untuk menuntaskan kasus makar,” kata Neta lewat siaran persnya, Selasa (11/6).

“Untuk itu juga kami mendesak Polri segera menahan Sofyan agar mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak mempersulit proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti, mengingat Sofyan adalah polisi senior yang sangat paham liku-liku proses penyidikan,” sambungnya.

Selain desakan itu, kata Neta, pihaknya juga mendesak pihak Polri bisa segera memeriksa sebanyak tujuh jenderal purnawirawan Polri lainnya yang diketahui ikut rapat bersama dengan Sofyan Jacob. Diantaranya, Irjen A, Irjen HP, Brigjen SH, Brigjen DS, Brigjen Z, Brigjen ES, dan Brigjen Har.

“Semuanya merupakan purnawirawan Polri. Dan, jika memang ke tujuh jenderal senior itu ikut terlibat dalam upaya makar, mereka pun harus dijadikan tersangka dan segera ditahan,” imbuh Neta.

Dalam kesempatan ini Neta menyebut, untuk dapat menuntaskan kasus makar yang marak terjadi di Indonesia, Polri dinilai harus lebih dulu membersihkan internalnya. Tujuannya agar upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian tidak digerogoti atau direcoki dari dalam, terutama dari para purnawirawan yang masih punya akses ke internal penyidik Polri.

“Artinya, setelah menjadikan Sofyan Yacob sebagai tersangka, Polri perlu memeriksa tujuh jenderal purnawirawan lainnya yang “ikut” bersama Sofyan. Setelah itu Polri perlu menelusuri apakah ada jenderal aktif atau perwira aktif di tubuh Polri yang ikut dukung gerakan yang dilakukan tersebut,” ungkap Neta.

“Jika ada, pembersihan harus segera dilakukan agar keterlibatan mereka tidak menjadi duri dalam daging bagi Polri dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap para tersangka makar maupun kerusuhan 22 Mei,” tutupnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus dugaan makar yang menjerat Sofyan Jacob saat ini dalam proses penyidikan. Sesuai rencana, penyidik akan melakukan penjadwalan pemeriksaan ulang terhadap mantan Kapolda Metro Jaya tersebut yang sebelumnya batal diperiksa, pada Senin (10/6) kemarin, karena alasan sakit.

“Iya, proses penyidikan kasus ini masih terus dilakukan dan penyidik pun telah menjadwal ulang agenda pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Senin (17/6) pekan depan,” ujar Argo saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya, Argo menyebut, kasus yang menjerat Sofyan Jacob ini adalah limpahan dari Bareskrim Polri berdasarkan adanya laporan dari warga. Adapun soal penetapan tersangkanya, diakui Argo, setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik

“Sebelumnya penyidik juga sudah lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga sudah kita lakukan pemeriksaan saksi ya. Dan kemarin tanggal 29 Mei kita ada gelar perkara, dari hasil gelar perkara bahwa statusnya kita naikkan jadi tersangka,” jelas Argo.

Kepada wartawan, Argo menjelaskan,Sofyan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar atas ucapannya di dalam sebuah video yang beredar viral di media sosial. Selain Sofyan, ada beberapa ‘kelompok’ juga yang melakukan kasus yang serupa.

“Ucapan, ada yang ucapan berupa video ada juga di sana. Tentunya ada berbagai macam kelompok yang melakukan kegiatan makar di situ ya, nah itu sedang kita lakukan pemeriksaan saksi yang lain di situ,” bebernya.

“Tentunya penyidik sudah lebih paham, lebih tahu dia sudah mengumpulkan namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur di sana ya, itu sudah digelarkan di situ,” tambahnya.

(Mhf/gw/fin)