Usai Salah Tangkap, Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

FIN.CO.ID, JAKARTA – Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menkopolhukam Wiranto, pada Jumat (24/5) lalu. Tapi ternyata polisi salah tangkap.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana mengakui aparat kepolisian salah tangkap. Dia mengatakan pihaknya salah menangkap pelaku pria bersorban hijau dalam sebuah video viral yang menyebut akan membunuh Jokowi dan Wiranto.

“Iya, betul salah tangkap,” ucap Sapta dikonfirmasi awak media, Senin (10/6).

Menurut Sapta, sosok korban salah tangkap itu bernama Teuku Yahzid. Dia, kata Sapta, memiliki wajah yang mirip dengan pelaku sebenarnya.

Meski demikian, Sapta mengatakan pihaknya telah berhasil menangkap pelaku sesungguhnya, sehari kemudian. Pria yang di video bersorban hijau itu ditangkap ditangkap di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Pelaku diketahui bernama Muhammad Fahri.

“Pelaku ditangkap, pada Sabtu (1/6) lalu, di daerah Palu, Sulawesi Tengah, tempat keluarganya,” jelas Sapta.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan, telah berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang ada didalam video viral dengan konten ancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi dan Menkopolhukam Wiranto, pada Jumat (24/5) lalu.

“Iya, baru satu yang ditangkap. Pelaku bersorban hijau,” ujar Argo beberapa waktu lalu, tanpa menjelaskan secara detail identitasnya.

Seperti diketahui, dalam video berdurasi 29 detik yang sempat viral, terlihat dua orang tengah berjalan sambil melontarkan umpatan kepada Jokowi. Heh, Jokowi, ketemu kau sama saya, saya bunuh kau!,” ujar pria bersorban hijau (Muhammad Fahri).

Terlihat pula orang yang memakai jaket kulit berwarna hitam dan selendang berwarna merah. Ia hanya merekam sedangkan pria bersorban hijau terus mengumpat. “Kau dan antek-antek Wiranto, kaum jahanam! Bangsat kau! Pengkhianat kau!” ujarnya lagi.

Kasus ini sendiri ditangani pihak kepolisian setelah ketua relawan Jokowi yang tergabung dalam organisasi Negeriku Indonesia Jaya (Ninja), C. Suhadi, melaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan Suhadi teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 22 Mei 2019.

Adapun sangkaan dalam laporan Suhadi adalah Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dengan tuduhan makardan atau permufakatan jahat.

(Mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here