Duka Samarinda Belum Juga Berakhir

FOTO BNPB FOR FIN BERI BANTUAN: Tidak hanya puluhan anggota BNPB yang turun ke lokasi terdampak banjir, anggota TNI pun ikut melakukan evakuasi warga. Upaya ini menghindari jatuhnya korban, kemarin (10/6). Fokus tim juga pada penyaluran bahan makanan dan obat-obatan, yang harus dilalui dengan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah.

FIN.CO.ID, JAKARTA – Sebagian warga Samarinda benar-benar menderita. Belum surut air yang merendam kawasan Bengkuring, hujan lebat kembali datang kemarin (10/6). Kota Tepian bak danau. Banjir di mana-mana.

Ya, Samarinda bukan satu-satunya daerah di Kaltim yang diterjang hujan lebat kemarin. Hujan merata hampir di semua kabupaten/kota di Benua Etam. Dari pantauan Kaltim Post, akibat hujan itu membuat sejumlah daerah banjir. Selain Samarinda, ada Bontang, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Namun, yang paling terasa dampaknya adalah Samarinda. Jalur lintas antarkota sempat dibuat macet sejak pagi. Tepatnya di persimpangan Kompleks Perumahan Alaya, Jalan DI Pandjaitan, Sungai Pinang.

Genangan air setinggi 80 sentimeter membuat mobil-mobil yang hendak melintas keluar Samarinda terhenti. Ditambah jalur tersebut menjadi jalan utama akses ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di beberapa wilayah Sulawesi pada awal Juni 2019. Puluhan ribu warga terdampak karena banjir di wilayah tersebut hingga hari ini (kemari, red),” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada Fajar Indonesia Network (FIN) kemarin (10/6).

FOTO BNPB FOR FIN
BERI BANTUAN: Tidak hanya puluhan anggota BNPB yang turun ke lokasi terdampak banjir, anggota TNI pun ikut melakukan evakuasi warga. Upaya ini menghindari jatuhnya korban, kemarin (10/6). Fokus tim juga pada penyaluran bahan makanan dan obat-obatan, yang harus dilalui dengan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah.

Dijelaskannya, sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Bencana di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Perkembangan situasi terakhir, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara mengakibatkan 1.091 KK atau 4.198 jiwa mengungsi. Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa. Banjir ini juga mengakibatkan 72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara masih melakukan pendataan di lapangan.

Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 ha, lahan jagung 83,5 ha dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 ha. “Di samping itu, kerusakan fasilitas umum teridentfikasi berupa jembatan, jalan, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera. Kerusakan bangunan lain berupa masjid tiga unit, puskesmas dua unit dan pustu dua unit. “Merespon kondisi di wilayahnya, Bupati Konawe Utara telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019,” jelasnya.

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta pengaktifan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat.

FOTO BNPB FOR FIN
BERI BANTUAN: Tidak hanya puluhan anggota BNPB yang turun ke lokasi terdampak banjir, anggota TNI pun ikut melakukan evakuasi warga. Upaya ini menghindari jatuhnya korban, kemarin (10/6). Fokus tim juga pada penyaluran bahan makanan dan obat-obatan, yang harus dilalui dengan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here