Sepenggal Perjalanan Cinta SBY-Ani

FOTO: SESKAB FOR FIN SELAMAT JALAN IBU ANI: Momen indah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono.

FIN.CO.ID – Sosok Ani di mata SBY merupakan istri yang penuh semangat. Tak mau menyerah dengan keadaan. Ia pun motivasi bagikeluarga. Namun takdir berkata lain, Ani Yudhoyono wafat. Sosok yang hobi dengan fotografi itu meninggal di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura, dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan kemarin (2/6). Cerita cinta SBY-Ani pun menjadi inspirasi banyak orang.

M. SYAIFUL AMRI, Jakarta

ANI Yudhoyono, begitu wanita yang memiliki nama lengkap Kristiani Herrawati itu disapa. Sosok wanita yang terbilang lengkap. Lengkap dengan pengalamannya sebagai mantan ibu negara dan perempuan hebat yang tak pernah lelah melawan penyakitnya.

Ia dikenal sebagai motivator di keluarga besar SBY. Wajar, karena perjalanan yang menempanya hingga mampu mendamping SBY dengan setia hingga didaulat sebagai sebagai Presiden RI ke-6.

Ani dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengikat janji suci pada 30 Juli 1976 silam. Ani Yudhoyono setia mendampingi SBY hingga tutup usia setelah mengidap kanker darah.

Pertemuan Ani dengan SBY awalnya dimulai ketika Ani sering ikut ayahnya, Sarwo Edhie, yang ketika itu merupakan Gubernur Akabri. Ani selalu hadir dalam acara ayahnya.

Tahun 1973 adalah waktu pertama kalinya Ani bertemu dengan SBY. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian barak taruna di Magelang. Ani, yang masih gadis, terpesona oleh sosok SBY yang berwibawa, tampan, atletis, dan tenang.

Buntut pertemuan itu, SBY akhirnya bertandang ke rumah Ani. Dari sinilah, mereka mulai merangkai kisah cinta dengan saling berkirim surat. Pada 1974, saat Sarwo Edhie menjadi duta besar, Ani dan SBY akhirnya resmi bertunangan. Tepat setelah SBY menjadi perwira lulusan terbaik 1973.

Karena Ani berada di Korea Selatan saat itu, mereka pun terpaksa menjalin hubungan jarak jauh selama 1,5 tahun. Namun hubungan jarak jauh itu terbayar oleh pernikahan mereka pada 30 Juli 1976 di Ballroom Hotel Indonesia.

Ani dan SBY telah mengarungi bahtera rumah tangga 43 tahun lamanya. Pasutri ini setia dalam suka dan duka. SBY tetap di sisi Ani Yudhoyono saat menghadapi vonis kanker darah. Dukungan dan kasih sayang diberikan SBY dan keluarganya kepada Ani untuk terus berjuang melawan kanker darah.

Namun takdir berkata lain, Ani Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/5) pukul 11.50 waktu Singapura.

Di mata Kristiani Herrawati, taruna berpostur jangkung itu punya keistimewaan di usia yang masih tergolong muda. Tak hanya sopan dalam bertutur dan bertindak sejak kali pertama berkenalan di kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Saya melihat dia (SBY) dewasa sekali, ujar Ani, sapaan akrabnya, seperti dikutip dalam buku SBY Sang Demokrat karya Usamah Hisyam dkk.

Selain itu, di antara taruna Akmil angkatan 1973, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sang taruna muda tersebut, juga dikenal berprestasi. Dia menjadi komandan Divisi Korps Taruna, sebuah jabatan mentereng di kalangan taruna.

Cinta pun bertaut di antara mereka. Hingga akhirnya pada Februari 1974, SBY dan Ani bertunangan. Sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan pada 30 Juli 1976.

Dengan Ani di sampingnya, SBY meniti karir kemiliteran. Menduduki beberapa jabatan penting, di antaranya menjadi panglima Kodam III/Sriwijaya dan kepala staf teritorial TNI. Lalu masuk pemerintahan sipil dan tercatat pernah menduduki jabatan menteri koordinator bidang politik, sosial, dan keamanan serta menteri pertambangan dan energi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here