Sigit Buka Pasar Murah, Ingatkan Masyarakat Jangan Boros

foto : wiwid arif/magelang ekspres MURAH. Pasar Murah yang dibuka Walikota Magelang, Sigit Widyonindito di Alun-alun, kemarin, langsung diserbu warga, karena rata-rata harganya selisih Rp3.000 lebih murah dari pada yang dijual di pasaran.

FIN.CO.ID, MAGELANG TENGAH – Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau warga muslim yang sebentar lagi akan merayakan hari raya Idul Fitri untuk dilakukan secara sederhana saja. Terlebih saat perayaan hari raya nanti bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah.

Dalam setiap pertemuan, saya selalu mengajak rakyat untuk merayakan Idul Fitri sesuai kemampuan dan sesederhana mungkin. Jangan berlebihan, kata Sigit, di sela membuka pasar murah jelang Lebaran, di Alun-alun Magelang, Rabu (22/5).

Dia juga berpesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tahun ini menerima gaji ke-13 sekaligus tunjangan lainnya. Menurutnya, kendati mendapat tiga kali gaji dalam sebulan, ia berharap agar ASN tetap membelanjakan gajinya dengan bijak, atau secukupnya.

Tidak usah berlebihan. Jangan karena ada banyak gaji selama satu bulan, kita belanja Lebarannya berlebihan. Ya, secukupnya saja, katanya.

Ia menjelaskan bahwa ajaran seorang Muslim sangat menghindari kehidupan glamor dengan penuh keistimewaan. Menurutnya, akan lebih baik jika momentum Ramadan ini dijadikan warga untuk meningkatkan ketaqwaan sekaligus berbagai terhadap sesama.

Kalau sekiranya sudah cukup, bisa membantu orang lain. Ajaran agama kita kan seperti itu. Apalagi besok Lebaran itu bareng dengan tahun ajaran baru. Orangtua harus memprioritaskan pendidikan anak-anaknya, tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa adanya pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, diharapkan dapat membantu warga yang kurang mampu.

Pasar murah ini setiap tahun diselenggarakan. Tidak hanya rutinitas saja, tapi harus mampu dan cerdas diperuntukkan bagi saudara-saudara yang memang membutuhkan serta mengharapkan harga murah dan terjangkau, ucapnya.

Menurutnya, pasar murah juga untuk menjaga kelancaran dan stabilitas harga pada tingkat masyarakat kurang mampu. Di sisi lain, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) supaya bisa menjual produk-produknya.

Semua barang-barang dijual lebih murah dari pasaran, selisihnya berkisar Rp3.000 – Rp5.000, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih mengatakan jika seluruh barang yang dijual harus lebih murah dari harga biasanya. Hal itu ditekankan kepada pedagang sebelum kegiatan dimulai. Bahkan, OPD, swasta dan sejumlah peserta pasar murah yang sukarela memberikan subsidi.

Justru mereka tergerak untuk berbuat sosial. Misalnya ada paket gratis untuk masyarakat kurang mampu dari GOW (Gabungan Organisasi Wanita), kemudian aksi sosial dari komunitas Almighty Woman Magelang, dan lainnya, paparnya.

Sri menyebutkan, pasar murah kali ini diikuti sebanyak 80 stand di Alun-alun Kota Magelang. Mereka menjual berbagai kebutuhan pokok mulai dari sembako, pakaian, makanan ringan, bawang, ikan hingga boneka.

(wid)