Pupuk Subsidi untuk Petani Terbatas

FIN.CO.ID, WATAMPONE – Petani tidak bebas membeli pupuk bersubsidi. Mereka dibatasi maksimal 200 kilogram untuk dua hektare lahan.

Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle menjelaskan, tahun ini Bone mendapat jatah pupuk bersubsi sebanyak 92 ribu kilogram. Ia yakin, jumlah itu cukup untuk kebutuhan petani.

“Jadi keliru kalau dikatakan (pupuk) langka. Kita sudah cek semua gudang, di sana stok banyak sekali,” kata Ambo Dalle, Rabu, 22 Mei.

Menurut Ambo Dalle, petani memang tidak bebas membeli. Bagi mereka yang mempunyai lahan lebih dari dua hektare, maka selebihnya harus menggunakan pupuk nonsubsidi. “Satu hektare itu dua sak pupuk atau 100 kilogram, jadi kalau dua hektare 200 kilogram jatahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bone, Sunardi Nurdin, pihaknya akan melakukan pemutakhiran kelompok tani. Tujuannya, agar penyaluran pupuk bersubsi, tepat sasaran.

“Kalau ada kekurangan di kecamatan lain, silahkan lapor ke dinas pertanian, karena dinas pertanian sudah punya kewenangan untuk melakukan relokasi pupuk,” katanya.

(bay/iad)