Kapasitas Stadion Barombong Dikurangi

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Kapasitas kursi Stadion Barombong dikurangi demi memenuhi standar internasional. Dari 45 ribu penonton menjadi 35 ribu. Penonton pun bisa leluasa bergerak.

Kepala Dispora Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengatakan, pengurangan kapasitas ini untuk memperlonggar ruang gerak penonton. Para penonton harus bisa berjalan baik dari depan dan samping. Tak boleh bersentuhan dengan penonton lain. Lebih lapang.

Di setiap area stadion, kata dia, penggunaan kursi juga dibagi beberapa spesifikasi. Khusus kursi penonton area atau sisi Selatan dan Utara stadion, hanya berbahan fiber standar. Sebab, khusus kelas ekonomi.

Adapun, area stadion sebelah Barat akan khusus untuk VIP. “Harga kursinya bervariasi. Mulai dari Rp250 ribu sampai Rp450 ribu per unit untuk yang standar. Sementara yang VIP harganya Rp750 ribu per unit,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 21 April.

Kebutuhan anggaran diakuinya, memang cukup besar. Bisa mencapai Rp20 miliar. Untuk pengalokasiannya pihaknya belum yakin bisa dialokasikan dalam anggaran Perubahan. Jika tidak, tentunya anggaran baru bisa dimasukkan dan dikucurkan di 2020.

Soal jumlah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel sudah memprediksi kebutuhan kursi. Khusus VIP, butuh hanya 5.000 unit kursi. Fasilitas kursi VIP pun lebih bagus. Memiliki sandaran yang nyaman hingga alas untuk lengan.

“Salah satu kebutuhan terbesar kami adalah kursi. Di sisi lain agar standar terjaga, kami butuh tambahan akses ke stadion. Minimal ada tambahan satu unit jembatan di Barombong,” tambahnya.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muhlis menambahkan, untuk fasilitas stadion, sebetulnya sudah memenuhi standar yang ada. Hanya saja, pengerjaannya belum rampung 100 persen.

Selain stadion, kebutuhan lain adalah soal akses jalan. Selain itu, fasilitas tambahan seperti area parkir, hingga fasilitas penunjang tim dan lainnya.

“Banyak klub sepak bola yang sudah komunikasi untuk pemakaian di Barombong. Cuma kami tunggu arahan Pak Gubernur terkait hasil auditnya,” jelasnya.

Sementara pengurangan jumlah kursi, kata dia, untuk memenuhi standar internasional. “Kursi tidak boleh terlalu rapat. Berdempetan. Harus ada ruang gerak bagi penonton nantinya,” tambahnya.

(*)