Rommy Sakit Lagi

FIN.CO.ID, JAKARTA – Drama gugatan Praperadilan Muchammad Romahurmuziy atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai pada putusan kemarin (14/5). Haslinya, nihil. Hakim Tunggal Agus Widodo dengan tegas menolak gugatan tersebut.

Putusan itu dia bacakan setelah Maqdir Ismail selaku penasihat hukum Rommypanggilan Muchammad Romahurmuziymenyampaikan surat pencabutan gugatan praperadilan. Disaksikan puluhan orang yang memadati ruang Kusumah Atmadja 3 Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Agus tetap membacakan putusan tersebut sesuai dengan permintaan KPK.

“Menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon seluruhnya,” ungkap dia. Seluruh dalil-dalil yang disampaikan oleh pihak Romy mentah lantaran hakim menilai langkah-langkah yang dilakukan oleh KPK sudah tepat dan sesuai prosedur.

Kepala Biro Hukum KPK Setiadi menyampaikan bahwa instansinya perlu mendengar putusan tersebut untuk menunjukan kepada publik bahwa KPK sudah melaksanakan prosedur penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sesuai dan telah memenuhi persyaratan atau pun bukti permulaan yang cukup,” terangnya. Selain itu, putusan itu juga penting sebagai kepastian hukum untuk lembaga antirasuah.

Sebagaimana pihaknya menghormati putusan hakim, lanjut Setiadi, instansinya juga menghormati keputusan Romy mecabut gugatan yang diajukan pada detik-detik terakhir. “Namun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam tata cara acara praperadilan, surat pencabutan itu seharusnya diajukan pada saat sebelum proses pemeriksaan,” bebernya. Terkait hal itu, Maqdir punya pandangan lain.

Menurut dia, surat pencabutan bisa diajukan selama putusan belum dibacakan oleh hakim. “Itu prinsip dasarnya. Bahwa mereka (KPK) setuju atau tidak setuju itu urusan mereka,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, Rommy meminta dirinya mencabut gugatan beberapa jam sebelum sidang kemarin berlangsung. “Ingin konsentrasi menghadapi perkara ini nanti di perkara pokok,” tambah dia. Keterangan itu disampaikan oleh Romy kepada Maqdir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Maqdir mengakui, kliennya memang kembali dibantarkan oleh KPK ke rumah sakit tersebut. “Dari kemarin (Senin, red) masuk rumah sakit lagi,” imbuhnya.

Dia menyebut, pengobatan yang dilakukan kepada Romy beberapa waktu lalu belum tuntas. “Salah satu di antaranya yang belum selesai itu adalah ginjalnya,” lanjut dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah pun membenarkan bahwa Romy kembali dibantarkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Tadi (kemarin) malam dibawa ke RS Polri. Dan karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran,” ujarnya.

Terkait dengan sidang praperadilan, sejak awal lembaga antirasuah siap menghoramti apapun putusan hakim. Setelah dibacakan kemarin, mereka kian yakin untuk mengusut kasus Rommy.

Bersamaan dengan sidang putusan gugatan praperadilan, kemarin KPK melimpahkan berkas barang bukti sekaligus dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Yakni Haris Hasanuddin serta Muhammad Muafaq Wirahadi.”Rencana sidang akan dilaksanakan di PN Jakarta Pusat, ungkap dia.

Dalam kasus tersebut, tidak kurang 70 orang saksi sudah diperiksa. Ya, mulai dari menteri agama, sekjen DPR, kepala KASN, ketua panitia seleksi jabatan tinggi Kemenag, kepala Kantor Kemenag di beberapa daerah, sampai anggota DPRD Jawa Timur. Tidak hanya itu, KPK juga sudah memeriksa saksi dari unsur partai, PNS, dan swasta. Dalam kasus tersebut, Romy diduga telah menerima suap sebesar Rp300 juta. Semuanya bersumber dari Haris dan Muafaq.

(bud/far/ful/fin)