PSSI Izinkan Pakai Logo Baru

FIN.CO.ID, JAKARTA – Plin-plan, sikap itu tampaknya memang jadi tabiat dari PSSI selama ini. terutama atas keputusan-keputusan yang dibuatnya sendiri. Yang terbaru adalah federasi sepak bola terbesar di Indonesia itu mengizinkan Perseru Badak Lampung FC memakai logo barunya sendiri tanpa perlu menunggu Kongres PSSI.

Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh Sekjen PSSI Ratu Tisha. Dia mengatakan ada dispensasi khusus untuk Badak Lampung FC. “Ya dalam rapat exco PSSI diputuskan namanya tetap Perseru Badak Lampung, tapi logonya boleh baru,” paparnya.

Alasannya? Tisha menuturkan hal tersebut karena logo baru Badak Lampung FC masuk dalam area industrial bisnis. Artinya, kebutuhan tim untuk jadi profesional. “Mangkannya kami open karena ini kebaikan bersama,” ucapnya.

Tisha juga sudah melihat regulasi yang ada. Artinya, tidak ada masalah atas apa yang sudah ditentukan dalam Rapat Exco PSSI itu. “Nama saja yang harus sama, logo tidak masalah. Karena regulasi keanggotaan PSSI tidak mengatur hal tersebut,” ujarnya.

Apa yang dijelaskan Tisha sangat berbanding terbalik dengan apa yang sudah dijelaskan pada 16 April lalu. dia menuturkan perubahan nama ataupun logo tetap harus melalui Kongres tahunan PSSI.

Saat itu, dia memisalkan PS Tira-Persikabo. Kasus Tira-Persikabo berbeda dengan Perseru Badak Lampung FC. Klub yang dilatih oleh Rahmad Darmawan itu sudah disahkan dalam Kongres PSSI di Bali pada 20 Januari lalu. karena itu, perubahan nama dan logo diperbolehkan.

Saat itu juga, Tisha mengatakan Badak Lampung FC tidak boleh sembarangan. Harus tetap memakai nama Perseru dan logo Perseru. “Kalau logo Badak Lampung FC tidak bisa dipakai, mereka harus pakai logo Perseru Serui meskipun berhomebase di Lampung,” terangnya saat itu. “Perubahan nama dan logo itu harus disahkan di Kongres PSSI,” sambungnya.

Sementara itu, BOPI sendiri melalui Plt Sekjennya Sandi Suwardi Hasan mengaku bingung dengan hal tersebut. perubahan nama dan logo klub di sepak bola Indonesia seakan-akan sangat mudah. Padahal berhubungan erat dengan badan hukum yang menaungi.

Tapi, karena keterbatasan data, BOPI menyetujui nama dan logo Perseru Badak Lampung FC. Sandi sendiri sudah berbicara secara langsung dengan pemilik Perseru dan Badak Lampung FC. “Kedua pihak bilang setuju, ya sudah kami bisa apa. Kami baru dapat data lengkap klub musim ini, kalau musim depan beda lagi. kami akan benar-benar akan lakukan proses yang baik,” katanya.

(rid/ful/fin)