Polri Akui Lambat Keluarkan Surat Pencekalan Bachtiar Nasir

FIN.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mangkir dari panggilan penyidik Bareskrim Polri, Selasa (14/5). Ketidakhadiran tersangka dugaan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penggelapan dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS) ini mangkir untuk yang ketiga kalinya dengan alasan sedang di luar negeri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan setiap orang yang telah ditetapkam tersangka langsung dicekal ke luar negeri berdasarkan surat permohonan yang diajukan penyidik kepolisian ke pihak Imigrasi. terkait kasus Bactiar Nasir pun sudah dilakukan. Hanya saja, surat permohonan pencekalan terlambat dilakukan.

“Surat pencekalan yang diajukan penyidik ke Imigrasi langsung diberikan pasca menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, pada Jumat (10/5) lalu. Tetapi dari pihak Imigrasi mengatakan BN sudah berada di luar negeri,” kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (14/5).

Dedi mengungkapkan, saat ini pihaknya hanya bisa menunggu kepulangan UBN ke tanah air dan akan melakukan penjemputan paksa setelah yang bersangkutan kembali menolak untuk memenuhi panggilan penyidik ketiga kalinya, sesuai aturan hukum dalam Pasal 112 ayat 2 KUHAP.

“Dari penyidik hari ini menyampaikan kepada saya, sesuai kewenangan penyidik yang diatur dalam Pasal 112 KUHAP ayat 2, apabila tidak hadir lagi maka penyidik punya kewenangan melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan. Kemudian dibawa ke Bareskrim, baru didengar keterangannya sebagai tersangka,” ungkap Dedi.

Lanjut Dedi, untuk memastikan UBN sudah berada di Indonesia, pihak penyidik akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

“Ya pastinya, penyidik akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, untuk dapat informasi yang bersangkutan sudah hadir atau datang ke Indonesia. Sehingga, sesuai kewenangan penyidik yang diatur dalam KUHAP, Maka penyidik akan melakukan penjemputan,” imbuh Dedi.

Kabar keberadaan UBN di Arab saudi sebelumnya disampaikan kuasa hukumnya, Aziz Yanuar. Menurutnya, UBN yang dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri pada Selasa (14/5), tidak bisa hadir dan meminta ditunda karena sedang memenuhi undangan Liga Muslim Dunia di Arab saudi.

“UBN tidak bisa datang memenuhi panggilan penyidik, dan barusan saya datang ke Mabes Polri sampaikan permohonan penundaan lagi, karena sedangmemenuhi undangan acara Liga Musim Dunia di Arab Saudi dengan menyerahkan bukti undangan acara tersebut,” ujarnya.

Terkait ketidakhadiran untuk yang ketiga kalinya, pakar hukum pidana Shalih Mangara Sitompul mengatakan belum bisa pastikan sikap UBN mangkir dari panggilan penyidik. Dia juga mengatakan tdaik sedikit upaya melarikan diri keluar negeri untuk menghidari jeratan kasus.

“Tapi secara prinsipnya, sebagai warganegara yang baik harusnya UBN dapat memenuhi panggilan penyidik. Dan saya pikir hukum di Indonesia telah mengatur semuanya, tinggal bagaimana polisi menjalankannya secara profesional saja,” kata Shalih kepada Fajar Indonesia Network.

Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Nasional (DPN) Peradi ini, sikap profesional Polri sangat penting dalam setiap perkara hukum. Sebab bagaimanapun hukum harus ditegakkan dan tidak bisa diintervensi siapapun. Terpenting, harus berdasarkan objektivitasnya tanpa pengaruh apapun.

“Saya sendiri memang melihat, kasus UBN ini terkesan ada pengaruh politik. Makanya, saya berharap, Polri bisa profesional dalam bertugas. Jangan tergiring pengaruh apapun, apalagi dipengaruhi dengan situasi politik,” tandasnya.

Sebagai informasi, status tersangka penggelapan dan TPPU dana YKUS yang menjerat Bachtiar diketahui publik pada Senin (6/5). Namun Polri mengaku Bachtiar sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak awal 2018.

Kemudian, Bareskrim pun memanggil Bachtiar untuk diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (8/5) pekan lalu, pukul 10.00 WIB. Namun Bachtiar tak hadir hingga pukul 12.00 WIB tanpa konfirmasi ke penyidik.

Selanjutnya, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Bachtiar pada (14/5). Semula polisi menyebut panggilan kepada Bachtiar adalah panggilan kedua, tapi direvisi. Polisi menyebut hari ini adalah panggilan ketiga karena saat penetapan tersangka, Bachtiar pernah dipanggil juga.

(Mhf/gw/fin)