Kompak Mangkir, Permadi dan Lieus Sungkharisma Kembali Diperiksa Jumat

FIN.CO.ID, JAKARTA – Politisi Gerindra Permadi dan aktivis sosial Lieus Sungkharisma kompak mangkir dari panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri, Selasa (14/3). Namun, Bareskrim telah menyiapkan panggilan kedua pada Jumat (17/5).

Lieus tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dugaan makar dengan alasan belum memiliki pengacara.

“Kalau hari tidak hadir, saya belum dapat pengacara nih, ancamannya 20 tahun tuh seumur hidup lagi serem amat,” ujar Lieus dihubungi wartawan, Selasa (14/3).

Lieus berharap bisa dibela pengacara andal seperti Yusril Ihza Mahendra dalam menghadapi kasusnya tersebut. Alasannya karena Yusril adalah sosok yang dikenal siap membela orang yang dizalimi serta mau melakukan dengan tidak dibayar.

Namun, Lieus mengaku belum berkomunikasi dengan Yusril. Lieus menyebut Yusril yang kini dengan Presiden Joko Widodo akan sulit bertemu, tidak seperti sebelumnya.

“Sejak beliau di istana kan ketemunya lebih susah. Kalo biasa kan ada acara apa jalan aja,” tutur Lieus.

Sementara itu Permadi tidak menghadiri panggilan Bareskrim karena ada agenda rapat MPR di Gedung MPR. Permadi rencananya akan diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dan penyebaran berita bohong Kivlan Zen.

“Saya ada rapat MPR di gedung MPR, yang datang adalah pengacara saya untuk meminta izin penundaan,” ujar Permadi saat dihubungi wartawan.

Selain itu juga Permadi mengatakan tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait pemeriksaan di Bareskrim.

“Saya belum tahu Pak Kivlan atau bukan, tidak jelas pemberitahuan polisi ini,” kata dia.

Terkait ketidakhadiran kedua terperiksa, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan kedua. Permadi serta Lieus akan dipanggil untuk pemeriksaan pada Jumat (17/5).

“Dari penyidik telah melayangkan surat panggilan kedua. Keduanya Akan dipanggil kembali pada Jumat tanggal 17 Mei 2019 pukul 09.00 WIB,” tutur Dedi Prasetyo.

Untuk diketahui, Lieus diperiksa terkait laporan yang dilakukan oleh wiraswasta bernama Eman Soleman dengan nomor LP/B/0441/V/2019/BARESKRIM.

Dalam laporan polisi itu, Lieus disangkakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Sementara Permadi diperiksa terkait kasus yang membelit Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin asal Serang, Banten, dengan nomor laporan: LP/B/0442/V/2019/Bareskrim terkait tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) sesuai UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan/atau pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 juncto pasal 87 dan/atau asal 163 bis juncto pasal 107.

(mhf/gw/fin/)