Usai Kelulusan SMA/SMK, Pengganguran Bertambah Lagi

FIN.CO.ID – Jumlah pengangguran diprediksi bertambah, seiring dengan pengumuman kelulusan siswa SMK/SMK tahun 2019. Di daerah Bantul, Yogyakarta, angka pengangguran paska kelulusan diprediksi meningkat.

“Saat ini angka pengangguran di sini 2,7 persen, perkiraan dengan adanya lulusan SMK itu akan ada tambah (menjadi) tiga persen sampai maksimal 3,2 persen,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Yogyakarta, Sulistyanto, Minggu (12/5).

Penambahan angka pengangguran dikarenakan sebagian dari lulusan SMK belum atau tidak langsung diterima atau bekerja di perusahaan ataupun dunia industri, meski yang bersangkutan sudah punya keterampilan.

Kondisi tersebut,, sudah menjadi tren tiap tahun setelah kelulusan SMK/SMA.

“Tiap tahun ada lulusan SMK itu tidak masuk dunia industri, dunia usaha tapi melanjutkan kuliah entah diploma atau sarjana, tapi yang tidak masuk dunia kerja atau industri dan tidak kuliah ini akan terjadi penambahan pengangguran, itu pasti terjadi,” katanya.

Sulistyanto menyebut penambahan angka pengangguran kalau dihitung sekitar 700 sampai 800 orang, tetapi penambahan itu diprediksi bersifat sementara karena sebagian dari mereka tetap bekerja setelah melamar pekerjaan.

“Total SMK di Bantul itu kan sekitar 26 sekolah, dan (lulusan) yang tidak terserap sekitar 50 persen, ini kita melihat rerata dan angka ini sangat dinamis tergantung peluang pekerjaan yang tersedia di tahun itu,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini diperkirakan ada peluang kerja yang lebih bagus sebab Bantul sudah punya kawasan industri di Piyungan yang sudah berkembang.

“Makanya kita harap dengan adanya KEK (kawasan ekonomi khusus) di Piyungan itu bisa serap tenaga kerja, jadi angka itu dinamis sekali,” katanya.(fin)