Breaking News
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Berbasis Komuter (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negri 50 Jakarta, Senin (25/3/2019). Peserta UNBK pada tahun ini meningkat menjadi 91 persen dari total peserta ujian nasional yang terdiri dari 1.515.986 peserta siswa SMK 13.305 Sekolah. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Kemendikbud Temukan 126 Kecurangan UNBK

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis sebanyak 126 pengaduan kecurangan selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK/MA berlangsung. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 79 kasus.

Dari laporang tersebut, bentuk kecurangan yang kerap dilakukan seperti mengambil gambar soal ujian nasional yang ada di komputer kemudian disebar melalu jejaring media sosial. Provinsi yang paling banyak mengadukan kecurangan adalah Jawa Timur (selengkapnya lihat infografis-red).

Hal ini diungkapkan Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis R Luddin dalam konferensi pers di Gedung Kemendikbud,Selasa (7/5).”Kami telah memberi sanksi nilai nol untuk mata pelajaran yang dilaporkan. Bagi para siswa tersebut, mereka tidak diperkannakan lagi mengikuti UN susulan,” terangnya.

Dijelaskanya, UN Susulan hanya diberikan bagi siswa yang berhalangan dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, para siswa yang melakukan kecurangan akan diberikan UN Perbaikan. Hukuman sosial juga diterapkan, salah satunya memberikan siswa tersebut dua keterangan pertama adalah yang menjelaskan nilai nol dan yang kedua adalah nilai UN perbaikan.

Jadi siswa yang ketahuan curang akan diberikan dua surat keterangan yang kami berikan. Jadi seperti itu, jadi tinggal masyarakat atau perusahaan dan universitas yang bisa menilainya,” jelas Muchlis.

Muchlis menambahkan, total kecurangan saat UNBK berlangsung sebanyak 202 pengaduan. Namun setelah diverifikasi lebih lanjut oleh kemendikbud baru 126 siswa yang akan di nol kan nilainya.

“Kecurangan cuma lewat foto tidak ada metode lain. Karena membawa handphone atau smartphone. Itu yang tidak pernah kita hitung. Jadi semakin canggih, kita lupa sehingga yang dikumpulkan hanya handphone yang lainnya lupa,” tandasnya.

Diketahui, UN tingkat SMA/MA tahun ini diikuti sebanyak 2.019.680 siswa yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan. Sementara untuk SMK diikuti 1.524.104 siswa dan mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika , Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sementara, SMA jurusan MIPA, hanya pelajaran Kimia yang nilainya terkoreksi, sedang mata pelajaran lainnya meningkat.

(fin/tgr)

About Redaksi FIN

Check Also

BPN Ajukan 51 Bukti Gugatan, MK Jangan Jadi Lembaga Kalkulator!

FIN.CO.ID, JAKARTA – Narasi bernada kritik kembali dilemparkan oleh Bandan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!