AHY POSISI MENTERI? MOELDOKO: YA SEPERTINYA SEPERTI ITU!

FIN.CO.ID – Setelah Partai Amanat Nasional (PAN), kini sinyal kuat diperlihatkan Partai Demokrat dalam melakukan rekonsiliasi pascapilpres. Spekulasi pun bermunculan setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, kemarin (2/5/2019).

Tak bisa dibantah, inilah gambar paling kongkrit. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, mulai melunak dan memberikan tanda siap merapat ke kubu Joko Widodo-Maruf Amin. Wah, benarkah demikian?

Dan terlalu dinikah jika pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan AHY terbentuk karena adanya kesepahaman setelah lama berseberangan? Pengamat Politik Maruli Hendra Utama berpendapat, korelasi antara kesepakatan dan sesi pertemuan belum menjadi titik poin.

Tapi, senyum merekah yang dileparkan AHY ke wartawan usai pertemuan tersebut, sedikinya mampu mewakili perasaan yang ada. ”Sepertinya sudah sepakat. Demokrat pasti punya pertimbangan masak. Meski kadang pertimbangan itu yang bikin abu-abu dalam bersikap,” terang Maruli kepada Fajar Indonesia Network.

Aktivis 98 ini meyakini, di luar pembicaraan itu, sejumlah pembisik Jokowi sudah melakukan pembahasan dengan sejumlah tokoh pentolan Partai Demokrat. Tak terkecuali PAN dan beberapa partai yang selama ini berseberangan.

EMPAT MATA: Presiden Jokowi bertemu Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). (Foto: Jay/Humas Seskab)

 

”Menembaknya enggak sulit. Karena Jokowi sendiri orangnya simpel, ga ribet. Strateginya matang kalau soal urusan begini. Saya kok yakin. AHY salah satu nominator, orang yang bakal di tempatkan pada posisi khusus. Menteri? sinyalnya. Ya, bisa jadi!” timpal Dosen Sosiologi, Universitas Lampung itu, via sambungan telepon tadi malam.

Sementara itu pengamat Politik Gun Gun Gunawan menambahkan, ini keuntungan dari kekuasaan yang sudah dipegang oleh Jokowi maupun AHY. ”Pascapilpres akan ada pembentukan koalisi pemerintahan. Ada yang berubah, pascapilpres seperti di tahun 2014. PAN contohnya. Ini kerap kali terjadi. Dan ini sangat terbaca,” terangnya.

AHY sambung dia, merupakan figur yang memiliki kekuatan di Partai Demokrat. ”Bagi saya pertemuan ini, ada prosepek yang mencoba dipertautkan dari kedua belah pihak. “Silahkan yang berbicara tidak mungki. Tapi menurut saya, ini memang waktu yang tepat. Jika saatnya nanti, Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih. Setidaknya langkah 2024 lumayan enteng bagi Partai Demokrat dalam Pilpres mendatang,” terang Gun Gun.

Terkait pertemuan ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, mengatakan, dalam politik ketika ingin mencari jalan keluar tidak ada yang dominan. ”Dalam pemerintahan mencari teman agar semakin kuat. Politik sangat dinamis. Lima menit bisa berubah.  Bisa aja, yang berada di sana dan sekarang berada di sini,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ini bentuk Jokowi merangkul Demokrat lewat AHY. ”Ya sepertinya seperti itu,” timpal Moeldoko seraya tertawa lepas di hadapan wartawan.

 

Kepala Staf Presiden Moeldoko

 

Ya, pertemuan antara Jokowi dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (2/5) dilakukan hanya empat mata dan mengundang tanya banyak pihak. Ini bukan sekadar ruang silahturahmi semata.

“Pertemuan saya dan Mas AHY ini adalah silaturahmi yang baik, berpayung semangat kebangsaan untuk senantiasa bersama-sama memajukan Indonesia,” tulis Presiden Jokowi melalui fan page faceboknya maupun melalui akun twitter @jokowi, yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Tidak lupa Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. “Terima kasih Mas AHY,” tulis Presiden Jokowi.

Ya, pertemuan itu hanya dilakukan berdua (empat mata) antara Presiden Jokowi dengan AHY. Tidak ada menteri atau pejabat lain yang mendampingi Presiden Jokowi maupun tokoh Partai Demokrat yang mendampingi AHY.

 

 

Kepada wartawan yang mencegatnya usai pertemuan AHY mengucapkan Alhamdulillah, karena bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi, yang tentunya sudah cukup lama tidak silaturahim. “Tadi juga terjadi suasana yang baik, bersilaturahim kembali setelah kesibukan beliau dan kami juga di lapangan selama 8 bulan terkahir ini,” kata AHY.

Menurut AHY, ini adalah sebagai silaturahim yang dijalankannya setiap saat. Sebelumnya juga silaturahmi seperti ini juga harus dilakukan. “Komunikasi itu tidak harus selalu berbicara komunikasi politik secara pragmatis tetapi juga ada hal-hal besar lainnya. Nah kita juga selalu harus bisa membangun semangat untuk menjadi bagian besar mewujudkan Indonesia yang semakin baik ke depan,” ujar AHY.

Yang jelas, lanjut AHY, semangatnya adalah ingin melihat Indonesia ke depan ini tentunya semakin baik. “Kita juga harus terus bisa mengembangkan pemikiran, gagasan, karena tentunya sebagai semangat dari demokrasi dan juga keinginan mewujudkan Indonesia yang semakin baik ke depan, tentunya kita bisa harus terus melakukan tukar pikiran dan juga saling memberikan masukan-masukan yang baik, yang positif,” sambung AHY.

Mengenai kemungkinan membahas situasi politik paska Pemilu, Komandan Kogasma Partai Demokrat itu tidak mengingkarinya.”Memang tadi sempat dibahas. Bahwa kita berharap paska 17 April 2019, hari pencoblosan yang sudah kita lalui bersama, mudah-mudahan kita semuanya bisa tenang, sabar, melihat situasi perkembangan. Sekaligus juga mari sama-sama kita menjadi masyarakat yang dewasa dalam hal demokrasi yang sehat,” ucap AHY. (ful/fin)