REKAPITULASI NASIONAL DIMULAI 4 MEI

Situng KPU Sudah Tembus 60,10 persen

 

FIN.CO.ID – Pelaksanaan rekapitulasi hasil pemilu tingkat nasional tinggal menghitung hari. KPU berencana memulai rekapitulasi nasional pada Kamis lusa (4/5). Yang akan direkapitulasi terlebih dahulu adalah hasil pemilu di luar negeri. Sebab, hingga kemarin (1/5) belum ada satu pun provinsi di dalam negeri yang menuntaskan rekapitulasi.

Rekapitulasi tingkat nasional sebenarnya dijadwalkan berlangsung sejak 25 April lalu. Namun, karena belum ada hasil rekapitulasi dari provinsi, rekapitulasi urung dilaksanakan pada hari itu. “Kemungkinan kami akan melakukan rekap hasil pemungutan suara dari luar negeri terlebih dahulu,” terang Ketua KPU Arief Budiman saat ditemui di KPU kemarin (1/5).

Hal itu dimungkinkan karena sebagian besar rekapitulasi dari PPLN sudah selesai dan disampaikan ke KPU. “Mungkin kami mulai tanggal 4 Mei,” lanjut mantan komisioner KPU Jatim tersebut. Untuk itu, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu berapa banyak dokumen yang sudah masuk ke KPU agar bisa sekalian direkapitulasi.

Sebagai persiapan, kemarin KPU menggelar simulasi rekapitulasi suara. Puluhan staf KPU yang terbagi dalam enam tim berbagi peran untuk merekapitulasi suara. Ada yang berperan sebagai KPU, saksi peserta pemilu, hingga Bawaslu. Rencananya, rekapitulasi berlangsung simultan.

Prosedurnya adalah menerima berkas dari KPU provinsi. Kemudian, kelengkapan berkas itu diperiksa. Bila sudah lengkap, barulah rapat pleno rekapitulasi suara dimulai. “Mereka bekerjanya bergantung pada provinsi mana yang selesai lebih dahulu,” jelas Arief. Rata-rata setiap tim merekapitulasi 62 berkas.

Saat ini mayoritas rekapitulasi masih berlangsung di level kecamatan. Rata-rata kendalanya masih seputar administrasi. “Mereka mencatat dan menulis data-datanya tidak klop sehingga harus dilakukan pencermatan lagi,” tambahnya. Termasuk mengecek dokumen sebelumnya atau di level bawahnya. Proses itulah yang membutuhkan waktu sehingga rekapitulasi menjadi lambat.

Sementara itu, data penghitungan suara Pilpres 2019 yang masuk dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI telah mencapai 60,10 kemarin (1/5) pukul 20.15 WIB.

Berdasarkan pantauan, dalam hitung suara sementara Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf memeroleh 56 persen atau 51.484.122 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memeroleh 44 persen atau 40.458.834 suara. Jumlah TPS yang telah menyelesaikan penghitungan suara yakni 488.867 TPS dari total 813.350 TPS yang ada di dalam dan luar negeri.

Dalam disclaimer Situng, KPU menyatakan bahwa data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.

Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan. Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1.

Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka. (khf/byu/ful/fin)