Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News
C Ronaldo/ Ilustrasi: Syaiful Amri

MUSIM YANG BENAR-BENAR ”W8NDERFUL”

TURIN – Secara resmi Juventus memang belum merayakan scudetto-nya musim ini. Meski pun Scudetto ke-35 sudah berada di genggaman setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 (1-1) pada laga giornata 33 Serie A di Allianz Stadium, Turin. Bukan hal yang baru jika La Vecchia Signora-julukan Juventus-jadi pemenang Serie A musim ini. Tapi musim ini, musim yang indah. Pasalnya Si Nyonya Tua lebih dulu di garis finis. Ini benar-benar musim yang W8nderful.

Ya, yang spesial adalah delapan scudetto beruntun Juve. Sepanjang histori Serie A, baru Juve yang mampu memenangi Serie A dalam delapan musim beruntun. Bukan cuma di Serie A. Streak delapan kali juga jadi rekor di Eropa. Rekor sebelumnya dipegang Olympique Lyon bisa streak tujuh kali antara 2001–2002 hingga 2007–2008. Makanya situs resmi Juve menuliskan kata “W8NDERFUL”, sebagai perayaan scudetto musim ini.

Cristiano Ronaldo jadi salah satu pemain paling sumringah. Ronaldo menebus kegagalan di Liga Champions dengan memenangi scudetto pertamanya di Serie A. Gelar liga domestiknya keenam dari tiga liga domestik elite Eropa berbeda. Ronaldo jadi pemain pertama yang berhasil memenangi Premier League, La Liga, dan Serie A.

Tiga kali di Premier League bersama Manchester United (2006-2007, 2007-2008 dan 2008-2009. Dua kali memenangi La Liga bersama Real Madrid pada 2011–2012 dan 2016–2017. ”Sekarang saya bisa berkata, saya sudah menguasai Italia. Capaian terpenting dalam karir profesionalku,” ucap Ronaldo, kepada DAZN.

Kemarin pemain bergaji termahal di Vinovo -kamp latihan Juve- itu gagal mencetak gol. Tapi gol bunuh diri il capitano Fiorentina German Pezzella terjadi setelah gagal mengantisipasi crossing Ronaldo pada menit ke-53. La Viola -julukan Fiorentina-lebih dulu unggul saat menit keenam melalui Nikola Milenkovic. Selang 31 menit, heading Alex Sandro menyamakan skor.

Ronaldo pun melanjutkan trennya mencetak 20 gol lebih per musimnya. Dia mengoleksi 25 gol di semua ajang musim ini. ”Ini musim yang penuh kesuksesan. Anda takkan memenangi setiap saat. Kami pikir, kami bisa memberikan sesuatu yang lebih,” tutur bomber yang berumur 34 tahun itu.

Ronaldo pun berjanji akan menebus kegagalannya treble winners pada musim depan. Itu termasuk kegagalannya di perebutan Si Kuping Lebar -sebutan trofi Liga Champions. ”Itu akan jadi halaman baru bagi fans, begitu pula kami. Karena, tak mudah untuk berada di sana,” imbuh  kapten timnas Portugal itu.

Bukan hanya bagi Ronaldo, scudetto musim ini juga penting bagi Giorgio Chiellini. Satu gelar ini jadi gelar scudetto kedelapan Chiello -panggilan akrab Chiellini. Di antara skuad Juve, hanya Chiellini dan Andrea Barzagli yang selalu terlibat dalam rekor streak delapan scudetto di Juve.

 

Dilansir Calciomercato, Chiellini enggan berhenti bermimpi scudetto lagi. ”Biarkan saya bermain dua atau tiga musim lagi,” ucap Chiellini. Bek yang seumuran dengan Ronaldo itu pun menyiratkan bakal pensiun setelah scudetto kesepuluh beruntun Juve. ”Saya ingin bergabung ke  staf pelatih Juve setelahnya,” sambungnya.

Dia pun memuji efek kehadiran Ronaldo musim ini. ”Dia datang dengan kerendahan hati ke dressing room, dia membantu kami untuk berkembang, saya tak ragu bahwa dia akan tinggal bersama kami musim depan. Dia terbaik, dan dia akan membuktikannya musim depan,” tambah  pemain yang kemarin tak dimainkan itu.

Allenatore Massimiliano Allegri pun tak ketinggalan mencatat rekor. Dia menjadi pelatih pertama yang pernah meraih lima scudetto beruntun. Total dia sudah enam kali meraihnya. Satu  gelar lainnya semasa dia masih menangani AC Milan, 2010 – 2011. Allegri yakin musim depan Serie A takkan lagi membosankan.

 

Termasuk dengan tantangan klubnya sebagai juara bertahan. ”Dua Milan (AC Milan dan Inter Milan) begitu improve musim ini, Napoli makin berkembang, dan AS Roma-Lazio bisa semakin kuat musim panas nanti,” tutur Allegri. ”Kami? Musim depan tetap scudetto lagi,” koarnya.

Tentang sulitnya klub-klub Serie A memutus dominasi Juve, pelatih Inter Milan Luciano Spalletti sepakat dengan Carlo Ancelotti, pelatih Napoli. Beberapa waktu lalu, Ancelotti sempat menyebut susah mencari skema anti-Juve. ”Start mereka bagus. Meski sempat goyag tetapi gap di antara kami sudah terlalu lebar,” papar Spalletti, dilansir Tutto Sport. (ren/ful/fin)

About Syaiful Amri

Check Also

Rossi Tak Yakin Juara Lagi

FIN.CO.ID, MADRID – Hasil buruk yang diraih Valentino Rossi di paruh pertama musim ini membuat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com