Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News
Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Foto: Dokumen

Begini Kronologi Penangkapan Sri Wahyumi

JAKARTA – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Senin (29/4) dan Selasa (30/4). Kegiatan tangkap tangan dilakukan terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud tahun anggaran 2019.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan total enam orang dalam OTT tersebut. Mereka adalah Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, tim sukses bupati sekaligus pengusaha Benhur Lalenoh, pengusaha Bernard Hanafi Kalalo, Ketua Pokja Ariston Sasoeng, anak Bernard, dan sopir Benhur.

Usai menggelar pemeriksaan, KPK kemudian menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Bupati Sri Wahyumi, tim sukses bupati sekaligus pengusaha Benhur Lalenoh, dan pengusaha Bernard Hanafi Kalalo.

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepualauan Talaud tahun anggaran 2019,” ujar Basaria dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/4).

 

Selain meringkus total enam orang, sambung Basaria, pihaknya juga berhasil mengamankan uang dan barang senilai total Rp513.855.000. Sebagian besar di antaranya, yakni Rp463.855.000 berupa aksesoris mewah yang rencananya akan diberikan kepada bupati.

Barang-barang itu antara lain tas Chanel Rp97.360.000, tas Balenciaga Rp32.995.000, jam tangan Rolex Rp224.500.000, anting berlian Adelle Rp32.075.000, dan cincin berlian Adelle Rp76.925.000.

Berdasarkan kronologi, Bernard diketahui membeli barang-barang mewah bersama anaknya berupa dua tas, satu jam tangan, serta seperangkat perhiasan berlian bersama anaknya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta pada Minggu 28 April 2019. “Karena dibutuhkan pengukuran yang pas untuk tangan bupati, maka jam baru dapat diambil pada esok harinya 29 April 2019,” ucap Basaria.

 

Barang-barang tersebut akan diberikan saat ulang tahun Bupati Wahyumi. Rencana tersebut terungkap berdasarkan komunikasi yang terjalin oleh pihak-pihak terkait.

Sebelum barang tersebut sempat dibawa ke Talaud, pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB, tim mengamankan Benhur dan sopirnya, serta Bernard di sebuah hotel di Jakarta. Lalu, pada Selasa dini hari pukul 04.00 WIB, tim mengamankan anak Bernard di sebuah apartemen di Jakarta. “Empat orang tersebut langsung dibawa ke kantor KPK,” ucap Basaria.

Selanjutnya, pukul 08.55 WITA, tim mengamankan Ariston Sasoeng dan uang Rp50 juta. Selanjutnya, pukul 11.35 WITA, tim mengamankan Wahyumi di kantornya. Keduanya diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat terpisah. (rizky adrian/syaiful amri/fin)

About Syaiful Amri

Check Also

Rumah Tangga Kunci untuk Menanamkan Budaya Moderat & Toleransi Pada Generasi Muda  

FIN.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat Indonesia selama ini dikenal dengan budaya toleran dan rukun dengan menganut ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com