Breaking News
FOTO: MOHD RASFAN/AFP PEMILU DI NEGERI TETANGGA: Pantia TPS sibuk mempersiapkan pencoblosan yang berlangsung di Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (14/4). Dari data yang ada, sekitar dua juta yang tinggal WNI di luar negeri juga terdaftar untuk memilih, termasuk di Malaysia.

TPS di Kuala Lumpur Dipangkas Jadi 3

FIN.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan proses pemungutan suara di Kuala Lumpur, Malaysia, yang dilaksanakan di tiga titik TPS yakni di kantor KBRI, Wisma Duta dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur berlangsung lancar.

“Alhamdulillah (pemungutan suara, red) berlangsung lancar, ” kata Komisioner Hasyim Asy’ari saat dikonfirmasi dari Jakarta, kemarin (14/4). Hasyim mengaku terbang ke Kuala Lumpur khusus untuk memastikan proses pencoblosan pemilih WNI di negara itu berlangsung aman dan lancar. Pemungutan suara di Kuala Lumpur dimulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Nah, terkait surat suara yang tercoblos di Selangor, Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyatakan, sudah dianggap sebagai sampah karena belum bisa dipastikan keasliannya mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu. “Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja,” kata Ilham Saputra.

Tidak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, lanjut dia, tidak akan mempengaruhi ketersediaan surat suara khususnya untuk metode pemungutan lewat pos. “Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada,” katanya.

Meski demikian, kondisi itu tidak mempengaruhi proses pemungutan suara khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia karena proses demokrasi itu tetap berjalan. Proses pemungutan suara di Malaysia berlangsung sesuai jadwal yakni Minggu (14/4).

Sebelumnya, KPU mengutus dua komisionernya yakni Ilham Saputra dan Hasyim Asy’ari untuk melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu.

Namun, kedua komisioner itu tidak diberikan akses oleh kepolisian setempat dan KPU memaklumi hal tersebut karena merupakan wilayah yuridiksi Malaysia. “Kami tidak dapat akses, sampai sekarang juga tidak dapat akses surat suara itu oleh polisi Diraja Malaysia. Kami anggap (surat suara) itu tidak dihitung,” ucapnya.

KPU, kata dia, juga sedang mengupayakan kepada Kementerian Luar Negeri RI agar mendapatkan akses memeriksa surat suara diduga tercoblos itu, karena proses tersebut berada pada level antarpemerintah.

Kelompok Kerja PPLN menyebut jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Malaysia cukup banyak yakni mencapai sekitar 550 ribu pemilih. Pemungutan suara dilaksanakan tersebar di lima titik PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

Ilham Saputra menambahkan pemungutan suara di Kuala Lumpur tetap berlangsung sesuai jadwal di tengah kasus dugaan surat suara tercoblos, beberapa waktu lalu. “Jadi memang kami tidak bisa memastikan bahwa itu surat suara produksi dari KPU RI, tapi pelaksanaan pemungutan suara di Kuala Lumpur tetap jalan,” ucapnya.

KPU mencatat jumlah daftar pemilih tetap (DPT) luar negeri mencapai 2.086.285 orang. Mereka tersebar di 168 TPS yang ada di tiga titik yakni di KBRI 76 TPS, Sekolah Indonesia (86) dan Wisma Duta (6). Awalnya, TPS di kota itu mencapai 255, namun karena berkaitan dengan izin setempat, PPLN memangkas menjadi 168 TPS.

Selain melalui TPS, mereka juga dapat menyalurkan hak pilihnya melalui pos atau kotak suara keliling (KSK). Di Malaysia, pemungutan suara dipusatkan di lima PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

Sementara itu, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur memangkas 255 Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) yang didirikan menjadi tinggal tiga tempat pemungutan suara seperti rencana sebelumnya.

Ketua PPLN Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat di Kuala Lumpur, Minggu, mengatakan pemangkasan tersebut untuk mengikuti Peraturan KPU (PKPU) bahwa TPSLN hanya bisa didirikan di gedung perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Agung mengatakan tiga TPSLN yang didirikan merupakan tiga premis utama perwakilan RI yakni KBRI Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan di Wisma Duta tempat kediaman Dubes Rusdi Kirana di Jalan U Thant.

PPLN awalnya ingin memperbanyak TPSLN di banyak tempat terutama di kantong-kantong TKI untuk meningkatkan partisipasi pemilih namun terbentur aturan dan perizinan dari Pemerintah Malaysia.

Sebanyak 255 TPSLN yang rencananya didirikan tersebar di 89 lokasi yang masing-masing lokasi jumlah TPS-nya bervariasi mulai satu TPS, dua TPS, tiga TPS, empat TPS, lima TPS hingga 25 TPS.

Untuk pembukaan TPS yang jumlahnya besar berada di KBRI Kuala Lumpur Jalan Tun Razak sebanyak 25 TPS, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebanyak 23 TPS dan Hotel Desaria Villa Condominium, Kampung Batu 9, Puchong Selangor sebanyak tujuh TPS. Untuk masing-masing TPS terdapat 510 surat suara Capres dan Cawapres dan 510 Calon Anggota DPR RI.

(khf/ful/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

Terkait Real Count Pemilu 2019, Begini Komentar PDIP

FIN.CO.ID – PDI Perjuangan meminta semua pihak untuk bersama-sama mengawal penghitungan suara riil atau “real ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss