Beranda Feature Tingkah Polah Capres Cawapres di Kampanye Terakhir

Tingkah Polah Capres Cawapres di Kampanye Terakhir

FIN.CO.ID – Gegap gempita Pemilu 2019 telah usai. 14 April memasuki massa tenang. Peserta pemilu, baik perorangan maupun partai politik dilarang untuk berkampanye. Di hari terakhir kampanye, Capres nomor urut 01 Jokowi mengundang Slank di GBK Senayan, Jakarta. Sedangkan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menghadiri kampanye akbar di mengundang Nissa Shabyan di Alun-alun Kota Tangerang.

KHANIF LUTFI-Jakarta

Hari terakhir kampanye, Cawapres Sandiaga Uno menghadiri kampanye akbar di Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten. Pesertanya membludak. Lapangan yang berada di pusat Kota Tangerang itu penuh oleh massa pendukung.

Puluhan personel aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi kampanye. Beberapa terlihat mengatur kendaraan yang melintas. Ada juga Dinas Perhubungan Kota Tangerang yang ikut membantu lancarnya lalu lintas. Wajar, jalan menuju alun-alun ditutup sementara sampai kampanye usai.

Bukan cuma peserta kampanye yang hadir, para pedagang asongan dadakan juga banyak . Mencari pundi-pundi rupiah. Mulai dari menjual makanan, minuman, sampai atribut partai. Semuanya laris manis. Mendapat berkah di hari terakhir kampanye akbar.

Ada juga yang mendapat rejeki dadakan. Tukang parkir. Lokasinya cukup jauh dari Alun-alun. Lapangan Benteng Kota Tangerang. Tetapi, tempat tersebut memang disiapkan untuk kantong parkir oleh panitia. Wajar. Ribuan massa memadati alun-alun sejak subuh.

Ada yang unik. Di Kota Tangerang, Sandiaga justru menunjukkan kebolehannya dalam bermain gitar. Diiringi grup musik soneta. Massa yang hadir heboh. Juga histeris. Mengelu-elukan calon pemimpinnya. Beberapa lainnya, terlihat ikut bernyanyi. Di sisi samping, beberapa massa juga terlihat berjoget.

Sandiaga terlihat begitu semangat saat tampil memberikan orasi terakhirnya. Layaknya artis yang sedang konser. Sandi mengajak, massa kampanye yang sudah hadir sejak subuh untuk ikut bernyanyi. Wajahnya juga sumringah. Terus menebar senyum ke massa pendukungnya.

Dalam orasinya, Sandi memberikan dorongan kepada masyarakat untuk tetap semangat hingga 17 April mendatang. Jangan sampai ada kecurangan yang terjadi di setiap TPS. “Kemenangan yang akan diraih harus dijaga bersama-sama. Pastikan di setiap TPS Prabowo-Sandi menang. Kita jaga TPS sampai prosesnya selesai. Jaga proses demokrasi yang sudah dekat dengan menyambut kemenangan pada malamnya,” kata Sandi dalam orasinya.

Sandi menyatakan, Tangerang sebaga kota sejuta industri harus dikembangkan demi meningkatakn sektor lapangan kerja. Jika dirinya terpilih bersama Prabowo, Sandi siap merumuskan sejumlah terobosan, demi peningkatan sektor indusri di Tangerang.

“Terobosan untuk membuka 15 juta lapangan kerja baru. Kami yakin strategi tersebut Prabowo-Sandi bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di dua tahun pertama,” janji Sandi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui program OK OCE. Melalui OK OCE, peluang usaha diciptakan oleh pemerintah. Selama ini OK OCE sedikit banyak juga sudah dimulai dirintis pengembangannya di kota Tangerang. “Gerakan ekonomi OK OCE sudah buka peluang usaha yang belum punya membuka wirausaha dan sudah memilik usaha meningkatkan penghasilannya,” kata Sandi.

Siangnya, di Gelora Bung Karno, puluhan ribu massa pendukung Jokowi-Maruf Amin luber. Mereka berdatangan bukan hanya menggunakan kendaraan pribadi. Sebagian besar, menyewa bus berukuran besar. Ada juga yang menyewa angkutan kota.

Sejumlah jalan utama ditutup. Dialihkan. Memutar. Bus yang digunakan massa pendukung 01 berjejer sampai ke Kebayoran Lama. Dari GBK, jaraknya mungkin belasan kilometer. Mereka yang ingin sampai ke GBK harus berjalan kaki.

Massa pendukung, terlihat kompak mengenakan seragam putih. Ada juga yang membawa atribut bendera partai. Berduyun-duyun memasuki pintu utama GBK. Di sepanjang jalan, petugas kepolisian dan TNI terlihat berjaga. Mengimbau massa yang membawa kendaraan untuk parkir di tempat yang telah disediakan.

Ada juga pedagang asongan yang kebanjiran rejeki. Mereka terlihat kerepotan melayani pembeli yang semuanya massa pendukung 01. Sebagian membeli air mineral. Untuk persediaan selama mengikuti kampanye akbar.

Dari luar stadion, suara speaker sudah terdengar. Sayup-sayup, suara Kaka vokalis grup musik Slank terdengar. Membuka kampanye akbar dengan lagu Rumah Kita ciptaan Ahmad Albar. Massa pendukung pecah. Ikut bernyanyi. Menyanyikan lagu legendaris tersebut.

Jokowi mulai memasuki panggung utama sekitar pukul 16.00 WIB. Sorak-sorai pendukung Jokwi terdengar bergemuruh. Lautan manusia itu mengacungkan jempol sebagai bentuk dukungan terhadap paslon 01. Jokowi, Jokowi, Jokowi, mereka kompak berteriak menyebut nama capres petahana itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengawali pidatonya dengan menyapa para pendukungnya. Menurutnya, bangsa Indonesia berasal dari berbagai suku dan budaya. Dia pun menyapa pendukungnya dari Sunda, Jawa Timur, Aceh, Jambi Sumatera Utara, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Papua dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Dia memungkasi dengan sapaan Indonesia. “Apa kabar semuanya?. Apa kabar Indonesia,” ucapnya. “Baik, “jawab serempak. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk perbedaaan dan keberagaman. Kebhinekaan harus dirawat dan dijaga bersama.

Dalam orasinya, Jokowi mengingatkan bahwa dasar Negara Indonesia adalah pancasila. Menurut dia, pancasila dan NKRI harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan, seorang pemimpin harus mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan rakyat. Untuk itu, dia pun turun ke masyarakat, ke desa-desa untuk mengecek dan memastikan bahwa program pemerintah berjalan dengan baik. Jangan sampai ada program yang mangkrak.

“Dengan kerja keras pemerintah, angka kemiskinan turun yang sebelumnya dua digit sekarang menjadi satu digit. Pengangguran juga turun. Keberhasilan itu harus disyukuri. Jangan sampai kita kufur nikmat,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, dia dan cawapres Ma’ruf Amin bersepakat mewakafkan diri untuk mensejahterakan rakyat. Dia akan memastikan lima tahun kedepan, ekonomi Indonesia akan lebih kuat. Para petani, buruh, nelayan, dokter, TNI, Polri, seniman, pengusaha kecil, kaum ibu, dan bapak, hidupnya harus lebih baik dari hari ini. Dia akan memastikan tidak ada yang tertinggal, semuanya harus maju.

Uniknya, usai orasi di dalam GBK. Jokowi keluar dengan menggunakan delman. RIbuan massa pendukung yang sudah menunggunya menyoraki. Mengelu-elukan Jokowi sebagai presiden dua periode. Jokowi, sambil naik delman, ia membagikan kaos berwarna putih. Ribuan massa berebut. Meminta kaos sebagai-kenangan di kampanye terakhir Jokowi.

Dibelakangnya, ada Maruf Amin yang juga naik delman. Sama. Kyai itu juga membagikan kaos putih kepada massa pendukung. Sejumlah Paspampres yang bertugas kelihatan repot oleh banyaknya massa pendukung.

Perlahan, Jokowi dan Maruf Amin meninggalkan GBK mengunakan delman. Riuh rendah massa pendukung mulai berkurang. Beberapa terlihat membubarkan barisan. Tanda kampanye akbar telah usai. Memasuki masa tenang sampai hari pencoblosan.

(*/fin/tgr)

Kategori Terkait

Tabur Bunga di Makam Eyang, Rahayu Saraswati Tuliskan Puisi

TANGERANG - Pagi tadi, Senin (17/8) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melakukan tabur bunga di makam kedua eyangnya di TMP Taruna,...

Dari Kain Tenun Berantai Kaif Nunkolo sampai Busana Teluk Belangga

JAKARTA – Kesederhaanaan namun menawan, begitu tercermin dalam upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (17/8). Suasana...

Inilah Wajah-Wajah Tim Sabang, Pasukan Pengibar Bendera

JAKARTA - Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 telah ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik...

Jika Membayangkan Cikeusik, Hati Saya Perih

KISAH RELOKASI PAHIT AHMADIYAH CIKEUSIK Sudah sembilan tahun lamanya, Nayati (44) dirundung kesedihan. Wanita yang menjadi saksi mata prahara penyerangan Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang tidak hanya...

Di Masjid Mahmuddah, Warga Ahmadiyah Tangerang Berbagi Berkah

TANGERANG- Kumandang azan ashar menggema dari speaker Masjid Mahmuddah. Seruan untuk melaksanakan ibadah. Dari gerbang yang sempit, belasan jamaah mulai memasuki pelataran parkir masjid...

Ini Cerita Komika di Tengah Wabah yang Kian Menggeliat

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat beberapa sektor terdampak sehingga aktivitas serba dibatasi. Segala jenis pembatasan itu tentunya semata-mata bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona...

Berita Terbaru

Presiden Inter Milan: Messi Tidak Masuk Rencana Kami

JAKARTA - Lionel Messi kerap dikaitkan dengan transfer Inter Milan,  menyusul buruknya hubungan sang pemain dengan petinggi klub.  Akan tetapi menurut pemilik Inter Milan Steven...

Melahirkan, Foto Bayi Irish Bella-Ammar Zoni Bikin Penasaran

JAKARTA - Pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella tengah berbahagia. Ya, Bella dan Ammar kini resmi menyandang status baru mereka sebagai orang tua. Telah...

Sayangi Pemilih, Kandidat Cukup Sapa Warga Via Telpon dan Manfaatkan Medsos

JAKARTA - Virus corona (Covid-19) terus menyerang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkali-kali meminta kepada calon kepala daerah yang ikut serta dalam Pemilihan...

Panduan Belajaran Masa Covid-19 bagi Orang Tua Diuji Publik

JAKARTA - Panduan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Anak pada Masa Pandemi Covid-19 yang disusun Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap uji publik. Direktur GTK...

Ada Tiga Faktor Indeks Ketahanan Pangan Turun

JAKARTA - Daya beli yang masih rendah akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan diperkirakan akan berdampak pada penurunan indeks ketahanan pangan pada akhir 2020 nanti. Diketahui,...

Wow, Ini Penampakan Celana Dalam Dinar Candy yang Laku Seharga Rp50 Juta

JAKARTA - Dinar Candy membuat heboh publik, Ya, pasalnya wanita yang berprofesi sebagai DJ itu telah menjual celana dalamnya melalui media sosial. Melalui akun Instagram...

Angaran Besar, Tapi 4 Rumah Sakit di Pringsewu Hanya Miliki 2 Ventilator

JAKARTA - Kekurangan ventilator ternyata bukan hal baru. Ini terjadi sejak Maret lalu hingga hari ini. Cermin ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah sangat kentara....

Masih Ada Pengembang Nakal

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah pengembang perumahan yang belum memenuhi kewajiban penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) atau fasilitas sosial dan...