Breaking News

SBMPTN dan UTBK Diklaim Permudah Siswa

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kenristekdikti) menilai, bahwa pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diklaim akan lebih efisien dan lebih memudahkan bagi siswa di masa yang akan datang.

Menristekdikti, Mohamad Nasir mengatakan, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) memberikan kemudahan bagi siswa.
“UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi dan hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional,” kata Nasir di Jakarta, Sabtu (13/4)

Nasir menyatakan, peserta UTBK diharapkan dapat belajar dari tes pertamanya di UTBK untuk mencoba lagi pada tes kedua, apabila dia merasa belum maksimal di tes pertama.

“Kalau dia pada saat tes, nilainya dirasa kurang yakin, dia diberikan kesempatan lagi untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini,” terangnya.

Pelaksanaan UTBK pada tahap awal ini sebetulnya bisa dikatakan masih sama dengan SMBPTN tahun-tahun sebelumnya. Namun, dalam jangka panjang, khususnya saat sarana prasarana sudah dimiliki, maka akan terasa efisien.

“Contoh di UNS lebih banyak tes yang di luar daripada di dalam kampus. Kalau di luar itu kami harus menyewa komputer, ruangan dan genset. Kalau di-handle UNS semua yang sewa tadi akan lebih efisien,” kata Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti, Jamal Wiwoho.

Jamal menjelaskan, ke depan sistem tersebut merupakan langkah tepat untuk efisiensi. Di samping itu, jika lihat sistem sebelumnya, SBMPTN hanya satu kali. Dari Sabang sampai Merauke, diikuti 87 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Dulu kegaduhan lalu lintas, hotel. Kami di Jakarta mendesain sebuah sistem yang efektif efisien seperti kita akan tes Toefl. Kalau nilainya sudah keluar, mendaftar mana saja boleh sepanjang nilai minimal terpenuhi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sistem yang baru pertama kali diluncurkan tersebut bertujuan untuk memperbaiki sistem seleksi mahasiswa baru dalam jalur SBMPTN. Setiap peserta diberi kesempatan untuk dua kali UTBK.

“Perolehan nilainya nanti akan digunakan sebagai dasar pertimbangan atau pijakan masuk SBMPTN,” ujarnya.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menjelaskan, bahwa pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini berbeda dengan SBMPTN tahun lalu, karena diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

“Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluaskan). Ini soalnya kami sudah punya berpuluh-puluh set yang kita sudah siapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling jiplak-menjiplak. Ini sudah kamilakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kamipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya.

Terkait passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, tahun ini belum dapat terlihat passing grade untuk masing-masing PTN, namun LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

Sementara itu, Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama yang resmi dimulai secara nasional pada Sabtu (13/4). UTBK ini digelar selama dua hari pada 13-14 April. Unpad menjadi koordinator implementasi UTBK secara nasional.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, pelaksanaan hari pertama UTBK ini berjalan lancar secara keseluruhan. Unpad sudah memastikan kesiapan server di seluruh lokasi penyelenggara UTBK, baik di PTN maupun mitra pelaksana sejak Jumat (12/4) lalu.

“Pagi ini kegiatan secara sistem dimulai dari bagaimana seluruh pusat ujian sampai ke server-servernya melakukan pembukaan segel soal, satu jam sebelum pelaksanaan ujian. Dimulai dari Indonesia bagian Timur, bergeser ke tengah, lalu ke barat,” katanya.

sempat ditemukan berbagai kendala seputar pelaksanaan UTBK. Mulai dari pengawas yang belum lancar dalam memberikan instruksi digital, lokasi yang memiliki klien yang bermasalah, hingga keterlambatan server dalam mengunduh aplikasi/soal. Namun, kendala tersebut relatif dapat diselesaikan.

“Setiap lokasi yang punya masalah, mereka bisa directly ke call center kami. Di sana ada para ahli yang bisa memberikan jalan keluar,” ujarnya.

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama digelar mulai 13 April 4 Mei 2019 setiap Sabtu dan Minggu. Sementara UTBK gelombang kedua digelar mulai 11 Mei 26 Mei 2019 setiap Sabtu dan Minggu.

Dalam satu hari, waktu ujian terbagi menjadi dua sesi. Sesi pagi dimulai pukul 07.30, sedangkan sesi siang dimulai pukul 12.30 waktu setempat.

(der/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

Lupakan “01-02”, Yuk Kita Kembali “00”

FIN.CO.ID – Sejumlah kiai di Jawa Timur sepakat melupakan “01” dan “02” terkait pilpres. Setelah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss