Pertanyaan Debat Kelima Mulai Digarap

DEBAT DIMULAI: Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (dua dari kiri), Ketua KPU Arie Budiman (tengah), dan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (dua dari kanan) menyanyikan lagu Indonesia Raya sesaat sebelum debat keempat dimulai di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3). DEbat keempat kali ini mengangkat tema, ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan dan hubungan internasional. (FOTO: KHANIF LUTFI/FIN)

FIN.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menggelarfocus group disucussion(FGD) bersama 10 panelis debat kelima Pilpres 2019. Hal tersebut dilakukan untuk menyusun pertanyaan debat pada 13 April mendatang.

“Karena kita tahu debat yang kelima adalah debat terakhir, sehingga kita berharap proses dan pelaksanaan debat kelima itu juga baik, lancar, mengedukasi pemilih dan menjadi tontonan yang baik bagi seluruh pemirsa,” ujar Wahyu di Jakarta, Selasa (9/4),

Dirinya pun berharap hasil dari FGD tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh rujukan yang baik terkait debat dengan tema bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan, serta industri.

“Kami harap debat kelima akan menjadi tontonan yang baik bagi masyarakat.Sehingga publik dapat tahu siapa yang pantas jadi pemimpin negara ini,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Panelis, Mohammad Nasih, mengatakan timnya akan mulai menyusun pertanyaan malam ini (9/4). Ditargetkan penyusunan soal debat kelima rampung Kamis, 11 April 2019.

“Mulai malam ini kita diskusi terus. Sampai besok sore semifinal sampai Kamis pagi, Insyaallah sudah final. Ini proses yang panjang dan melelahkan jadi kami mohon dukungan semua pihak,” ujar Rektor Universitas Airlangga itu.

Sebelumnya, KPU menunjuk 10 panelis debat pamungkas calon presiden dan wakil presiden. Ke-10 calon panelis merupakan para praktisi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Kesepuluh nama panelis itu yakni; Rektor Universitas Airlangga, Prof Muhammad Nasih; Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman; Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Muhammad Arief Mufraini. Kemudian Dekan FEB Universitas Diponegoro, Suhartono; Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Herman Karamoy.

Selanjutnya ada Dekan FEB Universitas Udayana, I Nyoman Mahaendra Yasa; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Harif Amali Riva’i; Guru Besar ITB, Prof Dermawan Wibisono; Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D; dan Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti.

(frs/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here