KPK Sita Rp46 Milar dari Pejabat Kementerian PUPR

Beranda Hukum dan Kriminal KPK Sita Rp46 Milar dari Pejabat Kementerian PUPR

Dalam Bentuk 14 Mata Uang Asing dalam Kasus SPAM

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang senilai Rp46 miliar terkait kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, uang tersebut disita dari sebanyak 75 pejabat Kementerian PUPR. Sedikitnya, 69 di antaranya mengembalikan uang tersebut secara langsung kepada KPK.

“Sampai akhir Maret 2019 ini, selama proses penyidikan, KPK telah menyita uang dari 75 orang, termasuk diantaranya dari 69 orang telah mengembalikan uang ke KPK,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/4).

Dikatakan Febri, pihaknya menyita total Rp33,5 miliar dalam 14 mata uang termasuk rupiah. 13 mata uang lainnya yaitu USD481.600 (Rp6,8 miliar), SGD305.312 (Rp3,19 miliar), 20.500 dollar Australia (Rp206 juta), 147.240 dollar Hongkong (Rp 265 juta) dan 30.825 euro (Rp 490 juta).

Selain itu, 4.000 poundsterling (Rp 73 juta), 345.712 ringgit Malaysia (Rp 1,19 miliar, 85.100 yuan (Rp 179 juta), 6.775.000 won Korea (Rp 84,1 juta), 158.470 baht Thailand (Rp 70,1 juta), 901.000 yen Jepang (Rp 113 juta), 38 juta dong Vietnam (Rp 23 juta), dan 1.800 shekel Israel (Rp 7,1 juta).

“KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum,” kata dia.

Kendati demikian, Febri enggan merinci identitas pejabat-pejabat yang telah mengembalikan uang tersebyt. “Nanti kita lihat proses selanjutnya ini kan dalam waktu tidak terlalu lama dibawa ke persidangan,” ucapnya.

Seperti diketahui, KPK resmi menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR.

Keempat tersangka yang diduga berperan sebagai pemberi suap masing-masing Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, serta dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

Sisanya, tersangka yang diduga berperan sebagai penerima suap yakni Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Naho Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

“Disimpulkan adanya dugaan penerimaan suap oleh pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018,” ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Kantor KPK, Jakarta, Minggu (30/12).

Berdasarkan konstruksi perkara, keempat pejabat Kementerian PUPR diduga menerima suap untuk mengatur lelang proyek SPAM di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Selain itu, proyek pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala serta Palu.

Anggiat menerima Rp350 juta dan USD500 untuk proyek SPAM Lampung, Meina menerima Rp1,42 miliar dan SGD22.100 untuk proyek SPAM Katulampa, Teuku menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDE di Donggala dan Palu, sedangkan Donny menerima Rp170 juta untuk proyek SPAM Toba 1.

Lelang diatur untuk memenangkan PT WKE yang akan mengerjakan proyek bernilai di atas Rp50 miliar, dan PT TSP yang mengerjakan proyek di bawah Rp50 miliar. Kedua perusahaan tersebut diduga dimiliki oleh orang yang sama.

Hasilnya, kedua perusahaan itu memenangkan 12 tender proyek senilai total Rp429 miliar. Proyek terbesarnya yakni pembangunan SPAM Kota Bandar Lampung senilai Rp210 miliar. Oknum pejabat Kementerian PUPR itu lantas meminta fee sebesar 10 persen. Rincian pembagiannya, tujuh persen untuk kepala satuan kerja, sisanya diperuntukkan ke PPK.

Atas perbuatannya, Budi, Lily, Irene, dan Yuliana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Sementara, Anggiat, Meina, Teuku dan Donny disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (rizki/syaifulamri/fin)

Baca Juga

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan Dijadwalkan Selasa Besok

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar Periksa Direktur RS UMMI Besok

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

LPSK Terjunkan Tim Bantu Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme di Sigi

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal mengirim tim untuk memproses perlindungan serta pemberian hak bagi saksi dan korban serangan di Lewono...

Pemerintah Buru Kelompok Teroris yang Bunuh Satu Keluarga di Sigi

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memerintahkan penangkapan terhadap terduga teroris yang membunuh satu keluarga...

Rekomendasi Lainnya

Gus Menteri Mengaku Bangga dengan Transmigran

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengaku bangga dengan pilihan orang yang tinggalkan daerah asal guna...

Persib Buka Akademi Sepak Bola di...

JAKARTA - Persib Bandung secara resmi membuka akademi sepak bola di Pati, Jawa Tengah. Peresmian cabang akademi itu dilakukan pada Sabtu (28/11) kemarin. "Kami tidak...

LPSK Terjunkan Tim Bantu Perlindungan Saksi...

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal mengirim tim untuk memproses perlindungan serta pemberian hak bagi saksi dan korban serangan di Lewono...

Janji Tanding Lagi, Mike Tyson: Insya...

JAKARTA - Legenda tinju Mike Tyson berjanji bakal bertarung lagi usai ditahan imbang Roy Jones Jr. dalam duel delapan ronde di Staples Center, Los...

Pemerintah Buru Kelompok Teroris yang Bunuh...

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memerintahkan penangkapan terhadap terduga teroris yang membunuh satu keluarga...

Olimpiade Tokyo Ditunda, Jepang Rugi Rp26...

JAKARTA - Jepang menderita kerugian 200 milar Yen atau sekitar Rp26,73 triliun akibat tertundanya Olimpiade Tokyo lantaran pandemi Covid-19. Dilansir dari Yomiuri, Minggu (29/11), Komite...

Kemenperin Proyeksikan Industri Non-Migas Tumbuh 3,35...

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri pengolahan nonmigas bakal tumbuh sebesar 3,95 persen pada 2021. Proyeksi tersebut dengan asumsi pandemi Covid-19 telah dapat dikendalikan...

Konser Tulus Batal Karena Tak Dapat...

JAKARTA - Konser musisi Tulus yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/11), batal digelar. Polda Metro Jaya tak mengeluarkan...

Baca Juga

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan Dijadwalkan Selasa Besok

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar Periksa Direktur RS UMMI Besok

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

LPSK Terjunkan Tim Bantu Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme di Sigi

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal mengirim tim untuk memproses perlindungan serta pemberian hak bagi saksi dan korban serangan di Lewono...

Pemerintah Buru Kelompok Teroris yang Bunuh Satu Keluarga di Sigi

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memerintahkan penangkapan terhadap terduga teroris yang membunuh satu keluarga...

Wali Kota Cimahi Terima Rp1,661 Miliar

JAKARTA – Lembaga anti rasuah kembali menunjukkan tajinya. Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, sekarang giliran Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Ajay merupakan salah...

Berita Terbaru

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan Dijadwalkan Selasa Besok

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Merapi Alami 43 Gempa Guguran

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan Gunung Merapi mengalami 43 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Sabtu (28/11)...

Tiket Kereta Api Jarak Jauh Libur Nataru Sudah Bisa Dipesan

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta telah membuka pemesanan tiket 43 kereta api( KA) jarak jauh periode H+30 atau hingga...

Pemerintah Ingatkan Ancaman Hukum yang Menghalangi Tracing Covid-19 Rizieq Shihab

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan pemerintah bisa memproses hukum pihak-pihak yang terlibat dalam penolakan tracing Covid-19...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar Periksa Direktur RS UMMI Besok

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

Foto-Foto

News

Rizieq Shihab Keluar RS Melalui Pintu Belakang, Muannas: Tolong Beri Contoh yang Baik ke Ummat

JAKARTA- Petinggi Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab dikabarkan telah keluar dari Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat. Rizieq keluar tanpa diketahui publik. Kabarnya,...

Habib Rizieq dan Istri Dikabarkan Kabur dari RS Ummi Lewat Gudang Obat di Pintu Belakang

JAKARTA- Petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab masih jadi sorotan publik. Pasalnya, dirinya enggan umumkan hasil swab yang telah dilakukan di RS...

Muannas ke Rizieq Shihab: Mentang-Mentang Habib Lalu Berbuat Semaunya

JAKARTA- Hasil Swab Habib Rizieq Shihab yang dilakukan secara pribadi dari MER-C, sudah keluar. Namun Rizieq meminta hasil swab itu agar tidak diumumkan ke...