Ada MRT, Aturan Ganjil-Genap Dihapus?

Masyarakat yang mengikuti uji coba publik kereta moda raya terpadu (MRT) pada Senin (12/3/2019). Menyatakan bakal beralih menggunakan MRT sebagai alternatif moda transportasi. Selasa 12 Maret 2019 kemarin merupakan hari pertama uji coba kereta MRT fase I lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk maysarakat umum. Tercatat 4.000 tiket telah dipesan pada hari pertama uji coba publik tersebut.FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FIN.CO.ID – Polda Metro Jaya belum mengetahui apakah aturan penggunaan kendaraan ganjil genap masih diberlakukan setelah Mass Rapit Transid (MRT) beroperasi.

Namun, ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, hingga saat ini aturan ganjil genap masih diberlakukan.

“Sampai saat ini masih tetap berlaku ya, meski MRT yang mungkin bisa mengubah pola perpindahan tempat masyarakat menjadi pengguna transportasi publik,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/4).

“Sampai saat ini kan dari pemerintah daerah dan provinsi kan masih ya, kita belum ada pencabutan dengan pengaturan ganjil-genap, kita tunggu saja bagaimana nanti keputusannya,” tambahnya.

Meski demikian, Argo menyatakan Polda Metro Jaya siap mendukung segala sesuatunya bagi penerapan MRT, termasuk pengamanannya.

“Secara teknis gak bisa saya sampaikan ya, kita rapatkan terus berkaitan dengan MRT dan dari PAM Obvit Polda Metro Jaya, yang jelas kami mendukung termasuk pengaturan di jalan rayanya,” kata Argo.

Di pihak lain, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menilai kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi melalui penerapan ganjil genap untuk mengoptimalkan penggunaan MRT.

“Seadainya electronic road pricing (ERP) belum memungkinkan dalam waktu dekat, perlu dipertimbangkan adanya penerapan kebijakan ganjil genap sehari penuh,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Jumat (15/3).

MRT Jakarta mulai 1 April 2019 beroperasi secara komersial. Untuk sementara, MRT melayani rute Lebak Bulus hingga Bundaran HI yang merupakan jalur fase I dalam koridor selatan ke utara (yang akan berakhir di Kota Tua Jakarta) dengan 13 stasiun di dalamnya.

Untuk tarif, Pemprov DKI Jakarta harga termurah yang dibayar penumpang adalah Rp3.000, sementara yang termahal pada jalur tahap I ini adalah Rp14.000.

Dalam beroperasinya, kereta pertama MRT (Ratangga) berangkat dari Stasiun Lebak Bulus pada jam 05.30 WIB dan untuk kereta terakhir pemberangkatan Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus pukul 22.01 WIB. (ant/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here