Breaking News

Sikapanya Tak Lagi Luwes, Joko Driyono Lebih Banyak Menunduk

 

FIN.CO.ID – Senyum yang biasa mengembang dari wajah Plt Ketua Umum Joko Driyono tiap kali selesai diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola tidak tampak lagi dini hari tadi sekitar pukul 00.05. Dia juga banyak menunduk, tidak percaya diri seperti biasanya. Tanpa sepatah kata pun terucap kepada awak media yang sudah menantinya.

Ya, mungkin perubahan drastis pada sikapnya karena baju yang dikenakannya ketika keluar ruang penyidik berbeda ketika datang kemarin (25/3). Bukan kemeja warna biru muda lagi, tapi baju bewarna kuning bertuliskan tahanan Polda Metro Jaya. Jokdri juga tidak lagi menuju mobil jemputan seperti tiga kali pemeriksaan sebelumnya, melainkan menuju ruang tahanan Polda Metro Jaya ditemani oleh 4 petugas berseragam Satgas Antimafia Bola.

Status Jokdri memang sudah bertambah. Jika sebelumnya hanya sebagai tersangka dan mendapat cekalan untuk keluar negeri, kali ini Satgas Antimafia Bola menetapkannya sebagai tahanan. 20 hari status tahanan itu menempel di Jokdri, mulai kemarin hingga 13 April mendatang.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan jika kemarin Jokdri memang sudah mendekam di tahanan Polda Metro Jaya. Pihaknya juga sudah melakukan proses seperti tahanan sebelumnya ketika baru pertama kali masuk penjara. Yakni memeriksa kondisi kesehatan pria asal Ngawi itu melalui Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya. “Kondisi yang bersangkutan normal, artinya sehat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan surat kepada petugas penahanan dari penyidik. Surat tersebut merupakan izin untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Jokdri. “Dipinjam untuk beberapa pertanyaan lagi,” lanjutnya.

Nah, dalam kondisi yang sehat meskipun baru pertama kali masuk penjara, Argo mengatakan apa yang dilakukan Jokdri cukup kooperatif. Pertanyaan-pertanyaan penyidik untuk pemeriksaan lanjutan juga dijawab dengan baik. “Jawabannya juga sesuai dengan fakta yang ada,” terangnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu menambahkan pemeriksaan lanjutan kemarin masih berkaitan dengan kasus perusakan barang bukti. Masih berkutat pencarian motif kenapa Jokdri meminta tiga anak buahnya yang juga jadi tersangka melakukan tindak pidana. “Ya masih pasal 363 plus pasal untuk menyuruh orang,” paparnya.

Soal pengaturan skor? Argo menuturkan masih ada kemungkinan. Sebab, saat ini penyidik masih mendalami hal tersebut. terutama dugaan bahwa dokumen yang dirusak tersebut berkaitan dengan Kasus Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. “Tergantung pemeriksaan ya, juga membutuhkan keterangan dari saksi lain juga. Apakah ada kaitannya atau tidak. Tapi masih kemungkinan bisa terjadi,” katanya.

Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo menambahkan sejauh ini pihaknya juga sedang melakukan pemberkasan. Ada 6 berkas yang rencananya akan segera diselesaikan. 5 berkas merupakan hasil dari Kasus Lasmi Indaryani, sedangkan sisanya milik laporan Tipe A polisi atas nama Vigit Waluyo (VW)

Lima berkas dari kasus Lasmi berasal dari 6 tersangka. Yakni Dwi Irianto (eks anggota Komite Disiplin PSSI), Johar Lin Eng (mantan Anggota Eksekutif PSSI), Priyanto (eks Komite Wasit PSSI), Anik Yuni Artikasari (wasit futsal), Nurul Safarid (wasit), dan Mansyur Lestaluhu (staf Direktur Wasit PSSI). Lima berkas itu sebenarnya sudah sempat dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tapi ditolak karena belum selesai.

“Dari laporan milik VW, yang bersangkutan sudah selesai diperiksa. Berkas perkaranya pun sudah jadi. Kalau digabungkan sekarang Satgas punya enam berkas perkara yang siap dilimpahkan ke Kejagung. Masih ada perbaikan berkas. Dalam waktu dekat tuntas dan berharap P21,” harapnya. (rid/raf/ful/fin)

 

About Syaiful Amri

Check Also

Gakumdu Sita Rp3 ,6 Miliar Uang Serangan Fajar

FIN.CO.ID, JAKARTA – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mencatat ada 19 operasi tangkap tangan (OTT) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss