Debat Keempat, KPU Putuskan Panelis dan Moderator

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FIN.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memutuskan sejumlah nama panelis dalam debat. Selain panelis, Moderator juga disebutkan, yakni Retni Pinasti dan Zulfikhar Naghi. Selain itu lembaga penyelenggara Pemilu ini juga memastikan jika format debat tetap sama dengan debat ketiga.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan memaparkan, kurangnya interaktif dalam debat ketiga memiliki banyak alas an dan factor mulai dari kandidat ataupun moderator. Pihaknya pun menilai bahwa sudah memfasilitasi format dan desain, format dan mekanisme sesuai harapan yakni diberikan kesempatan mengeksplor suatu gagasan. Sehingga untuk pada debat selanjutnya dipastikan tidak aka nada perubahan.

Forum debat itu dimanfaatkan seefektif mungkin, seoptimal mungkin, tujuannya apa sih debat itu. Tujuannya agar masyarakat pemilih yang nonton yang menyimak, itu kemudian hati dan pikirannya bisa direbut oleh si kandidat itu, sehingga para pemilih itu mau milih mereka, kan itu tujuannya, beber Wahyu, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3).

Selain debat yang difasilitasi KPU, Wahyu juga meminta kepada peserta pemilu tanpa kecuali untuk memanfaatkan kampanye dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut dimaksudkan peserta pemilu sebagai alat komunikasi politik dengan masyarakat pemilih.

Silakan tahapan kampanye dimanfaatkan sebaik-baiknya dan patuhi larangan-larangan dan aturan main kampanye. Sehingga bebas yang dimaksud itu bukan berarti tanpa aturan aturan-aturan, larangan-larangan kampanye itu juga mesti dipatuhi, terang Wahyu.

Terpisah, Pengamat Politik Emrus Sihombing menilai format debat yang dilakukan KPU belum memenuhi hasrat para pemilih. Menurutnya, format debat masih memenuhi tuntutan para kandidat. Bukan masyarakat sebagai pemilih. Padahal, debat kandidat calon presiden dan wakil presiden yang difasilitasi KPU seharusnya bisa meyakinkan masyarakat dalam memilih.

Terpisah, Direktur Ekesekutif Emrus Corner ini juga beranggapan, jika waktu yang diberikan dalam debat terlalu singkat. Sehingga pemaparan para kandidat banyak yang terpotong dantidak tersampaikan secara utuh. Padahal, masyarakat sebagai pemilih ingin melihat calon pemimpinnya memaparkan setiapkonsep dan gagasan disertai dengan langkah konkret.

Saya rasa harus ada perubahan. Jika debat seperti sebeumnya, saya rasa itu sangat kurang. Selain itu, kandidat juga seperti takut kehabisan waktu. Padahal kan namanya debat diberikan kelonggaran waktu, meskipun dalam konteksnya tetap harus adil pembagian waktunya, terang Emrus.

Selain itu, debat sebelumnya juga dinilai datar. Para kandidat kurang mengeksplor ide dan gagasan. Sehingga seperti pemaparan visi misi tanpa disertai argument yang berkelas. Padahal, seabgai calon kepala negara harus menguasai banyak hal.

Saya rasa ini perlu dievaluasi kembali. Sehingga masyarakat yang masih bingung menentukan pilihan bisa melihat secara utuh iden dan gagasan para kandidat. Sehingga, ketika datang ke TPS, mereka sudah tidak lagi kebingungan menentukan pilhan, tandasnya. (khf/fin)

Berdasarkan musyawarah antara TKN 01 dan BPN 02 yang disaksikan oleh Bawaslu RI dan KPU RI pada Hari Senin 25 Maret 2019, dihasilkan keputusan sebagai berikut:

  1. Tv penyelenggara debat keempat adalah grup emtek dan metro tv.
  2. Bpn 02 memberi catatan bahwa tv penyelenggara debat keempat untuk bersikap independen netral dan profesional.
  3. Disepakati bahwa penyelenggaraan debat keempat untuk moderator: Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi
  4. Host untuk prosesi pengundian pada debat keempat: Wanda Dwi Utari dan Rori Ansyari
  5. Host untuk press conference debat keempat: Aviliani Malik dan Reza Ramadhansyah
  6. Host off air dan wall of fame debat keempat: Prisca Niken dan Wahyu Wiwoho.

Sumber : KPU RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here