Rampas Senjata Brimob, Dua WNA Jadi Buronan Polisi

HomeNusantaraRampas Senjata Brimob, Dua WNA Jadi Buronan Polisi

FIN.CO.ID – Polda Bali bersama Polresta Denpasar dan Polsek Badung memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga merampas senjata laras panjang jenis SS1 milik anggota Brimob saat bertugas melakukan pengamanan di Hotel AJ, pada 8 Agustus 2017 silam.

“Senjata api rampasan itu yang digunakan merampok uang di Money Changer BMC PT. Bali Maspin Tjinra, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Saat ini tim gabungan Polda Bali masih memburu dua pelaku,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja di Denpasar, Sabtu (23/03).

Dia mengatakan senjata magasin yang berisi 16 butir peluru yang disita Polresta Denpasar memang identik dengan amunisi untuk senjata laras panjang jenis SS1, milik anggota Brimob Polda Bali yang hilang beberapa waktu lalu.

Untuk lebih mempertegas magasin itu, lanjut Hengky, petugas harus menangkap dua buronan yang masih kabur. Sehingga baru bisa dipastikan milik anggota Brimob yang dirampas atau kemungkinan senjata lain yang baru muncul digunakan pelaku. “Kalau magasin itu tidak ada nomor serinya. Namun kalau senjata baru ada nomor serinya. Makanya kami tunggu dulu tersangkanya tertangkap baru mengecek ulang untuk nomor seri dan pasti tercatat,” terang Hengky.

Dia menegaskan bahwa nomor seri senjata api ini tidak bisa hilang. Hal ini sama halnya dengan nomor rangka kendaraan pada umumnya. Karena Laboratoriun Forensik Polda Bali bisa memunculkan kembali nomor seri yang jika dihilangkan pelaku yang saat ini masih buron.

Polda Bali akan terus melakukan analisa dan evaluasi, antara jumlah wisatawan dari Eropa Timur yang datang ke Bali dengan membandingkan dengan jumlah wisatawan yang melakukan pidana. “Tidak menutup kemungkinan saat dilakukan pengembangan bisa saja ada pelaku tambahan. Namun kasus perampokan yang ditangani tim gabungan Polda Bali untuk pertama kalinya itu baru dapat dikembangkan bila pelaku sudah ditangkap semua. Misalnya TKP mana saja sebelumnya pernah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Bali,” beber Hengky.(rh/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru