ISIS Serukan Balas Dendam Penembakan di Masjid

ISIS

FIN.CO.ID, JAKARTA – Para pemimpin ISIS menyerukan para ekstrimis untuk melakukan ‘balas dendam’, pasca terjadinya insiden penembakan di masjid Selandia Baru .

Puluhan jemaah dibunuh ketika seorang teroris mengamuk di dua masjid di kota Christchurch pada hari Jumat. Australian Brenton Tarrant, 28, seorang tersangka supremasi kulit putih, didakwa melakukan pembunuhan pada hari Sabtu.

“Adegan-adegan pembantaian di dua masjid harus membangunkan mereka yang dibodohi. Para pendukung kekhalifahan harus membalas agama mereka,” kata Juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, melansir laman New York Times.

Dia membandingkan, pembantaian Christchurch dengan pertempuran yang berkecamuk dari sisa wilayah terakhir kelompok teror di Suriah – desa Baghouz.

“Ini adalah Baghuz di Suriah, tempat Muslim dibakar sampai mati dan dibom oleh semua senjata pemusnah massal yang diketahui dan tidak dikenal,” ujarnya.

Dapat diketahui, serangan-serangan di Christchurch menewaskan 50 orang dan 50 lainnya luka-luka dengan sembilan korban luka digambarkan dalam kondisi kritis.

Para korban terbunuh di dua masjid, sebagian besar adalah migran Muslim, pengungsi dan penduduk dari negara-negara termasuk Pakistan, Bangladesh, India, Turki, Kuwait, Somalia dan lainnya.

Keluarga para korban berusaha untuk datang ke Selandia Baru untuk menghadiri pemakaman. Imigrasi Selandia Baru mengatakan, 65 visa telah diberikan untuk anggota keluarga.

(der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here