Breaking News

Kepak Rajawali Mengembangkan Wawasan Global Calon Pemimpin Ksatria Udara

FIN.CO.ID – Menghadapi ancaman dan tantangan aspek udara di masa depan, TNI Angkatan Udara tidak hanya membangun alat utama sistem senjata (alutsista) yang kapabilitas untuk menyatukan alutsista dalam sebuah konsep Network Centric Warfare (konsep menggunakan teknologi dan informasi sebagai basis melakukan strategi pertahanan). Tetapi TNI AU juga mengembangkan pengelolaan sistem sumber daya personel TNI AU dan sistem pendidikan.

 

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., meminta untuk kemajuan TNI AU, Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Pasis Sekkau) selalu berpikir kreatif dan inovatif.

 

“Para Perwira hendaknya selalu memperkuat landasan vertikal  kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan belajar agar memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, lebih adaptif terhadap pengembangan teknologi militer dan memanfaatkan ilmu sebagai bekal dalam berdinas,” ujar Kasau saat memberikan pembekalan kepada Pasis Sekkau A-104 di Gedung Widya Mandala Kesatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

 

Sekkau merupakan satuan pelaksana pendidikan di bawah Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau). Sejak berdiri tahun 1966, kini lembaga pendidikan Sekkau telah meluluskan 104 angkatan Sekkau. Perkembangan Sekkau untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari tujuan pendidikan Sekkau, yaitu melahirkan hasil didik yang berkualitas dan berkompeten menjadi perhatian para pemegang komando di Sekkau.

 

Dinamika perubahan dari waktu ke waktu tidaklah menjadikan Sekkau kehilangan komitmen untuk membangun, membentuk dan membekali para perwira muda TNI Angkatan Udara untuk menjadi calon pemimpin yang militan, cerdas, loyal, profesional dan inovatif.

 

Tak putus berkarya, Sekkau di bawah Komando Komandan Sekkau, Kolonel Pnb Esron S.B. Sinaga, S.Sos., MA., sebagai orang nomor satu di Sekkau saat ini, berusaha maksimal mewujudkan harapannya dengan terus melaksanakan berbagai inovasi sebagai perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan dengan visi Sekkau “Center of Excellence”.

 

Kerjasama dirintis bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sebagai upaya untuk memperluas wahana pencarian data bagi para pasis, juga sebagai alternatif pengembangan koleksi pustaka. Guna menunjang keberhasilan pendidikan, Dansekkau Kolonel Pnb Esron terus berbenah diri dengan mempercantik dan memperindah lingkungan Ksatrian Sekkau sehingga tercipta lingkungan yang bersih, nyaman terlihat asri dan harmonis di sekeliling luar dan dalam gedung yang bernuansa go green.

 

Untuk tetap dapat menjadi “Center of Excellence” berdaya saing di tingkat nasional bahkan internasional, Sekkau telah melaksanakan berbagai inovasi dan perubahan, diantaranya seminar yang semula dilaksanakan dalam lingkup lokal/Sekkau diubah menjadi “Seminar Nasional” yang mengangkat isu-isu strategis dengan menghadirkan para narasumber berkualifikasi nasional.

 

Wawasan Global dan Inovatif

Sekkau merupakan bagian Lembaga Pendidikan dibawah Kodiklatau yang mendidik para perwira berpangkat Kapten yang akan menapak jenjang karir lebih tinggi. Sesuai tujuan dan sasarannya serta visi misi membina dan mendidik para calon pemimpin TNI AU maupun TNI yang nantinya diharapkan tingkat kompetensi sesuai dengan kedudukan atau strata yang diemban ke depan.

 

Berangkat dari keinginan Panglima TNI dan Kasau bahwa pemimpin TNI AU harus profesional, militan dan inovatif, di poin ketiga, inovatif yang coba dikembangkan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Sekkau untuk mengembangkan inovasi dalam konteks pengetahuan (knowledge) di bidang epistemologi, mengembangkan daya pikir atau kreasi dalam bentuk berpikir kritis atau berpikir ilmiah. Jadi, lebih ke lingkup taktis, operasional dan juga strategis. Walaupun memang di levelnya, Sekkau berbicara di taktis, Seskoau berbicara di operasional dan strategis, dan Sesko TNI sudah berbicara strategis dan grand strategis.

Melihat perkembangan lingkungan dengan strategis ini dihadapkan dengan kompleks globalisasi dan perkembangan teknologi memasuki revolusi industri 4.0, menuntut perwira TNI AU untuk mengembangkan kreasi. Ide-ide yang secara konsepsi itulah Dansekkau berserta stafnya mencoba melaksanakan kegiatan akademisi dalam bentuk seminar nasional.

 

Beberapa seminar nasional yang diangkat mengambil topik seperti cyberwarefare sebagai dimensi baru perang modern, topik pengembangan kekuatan TNI AU ke depan menghadapi kompleksitas potensi ancaman, dan yang terbaru mengambil tema energi baru terbarukan, “Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Guna Mendukung Pertahanan Udara Pada Era Revolusi Industri 4.0”. Tema ini sesuai sosialisasi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., dalam kuliah umum di berbagai universitas diikuti para mahasiswa tentang Revolusi Industri 4.0.

 

Untuk masalah renewable energy atau energi baru terbarukan ini merupakan suatu ancaman ke depan disamping cyber. Menurut Dansekkau, selama ini penggunaan energi fosil, batubara semakin lama penggunaannya semakin tinggi. Ditambah bonus demografi yang semakin bertambah, kemudian mengarah ke industrialisasi artinya kebutuhan energi-energi itu sangat signifikan penggunaannya.

 

Melihat Indonesia secara geopolitik dan geografis, dengan posisi wilayah Indonesia sangat kaya sumber daya nasional, dan dari permasalahan yang saat ini sudah mulai terasa dilingkup TNI khususnya di TNI AU dalam dukungan operasional termasuk permasalahan-permasalahan asset yang selalu berlanjut hingga sekarang belum terselesaikan. Dengan dua variabel ini, Dansekkau mencoba mengangkat tema Energi Baru Terbarukan ini. Suatu saat ke depan dihadapkan dengan krisis energi, TNI harus berinovasi. Sehingga, tidak ketergantungan kepada pemerintah, TNI bisa mengatasi setidaknya operasional tetap berjalan.

 

Energi Baru Terbarukan

Berangkat dari tingkat permasalahan nasional itu, Pasis 105 mengambil topik energi baru terbarukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Pertamina di Palembang, pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit tenaga surya. Objek-objek didatangi dan diangkat karena salah satu indikatornya sukses dalam penyelenggaraan Asian Games di Palembang dengan menggunakan energi baru terbarukan. Contohnya pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin, Palembang, salah satu provinsi yang sudah mengembangkan.

 

Ke depan bagaimana dukungan terhadap operasional, misalnya, keterbatasan solar. Teknologi sudah dimiliki oleh Kementerian ESDM, tinggal bagaimana bersinergi. Inilah salah satu dari sekian banyak persoalan.

 

Kemudian, suplai-suplai terhadap alat operasional TNI AU, contohnya, penggunaan listrik di perumahan-perumahan militer. Dengan teknologi yang dimiliki untuk dimanfaatkan setidaknya bisa menjadi alternatif untuk mendukung operasional kantor maupun pemukiman tentara.

 

Ke depan bagaimana bioenergi bioavtur dikembangkan oleh pertamina, yang sekarang pemerintah melaksanakan B20 kemungkinan menjadi B100 dengan campuran dari CPO. Sehingga kata Dansekkau, kita mengetahui teknologi dan linear dengan pemerintah. Sebab, TNI mendukung kebijakan pemerintah.

 

Setidaknya, ini menjadi suatu konsep dan bahan pemikiran ke depan bagaimana TNI juga bisa berkontribusi mengantisipasi krisis energi. Mungkin masih banyak hal-hal yang perlu dibahas tetapi dengan keterbatasan data-data yang diterima, maka dibutuhkan masukan yang lebih besar. Untuk itulah diselenggarakan seminar nasional dengan mengundang stakeholder-stakeholder terkait termasuk narasumber-narasumber yang berkompeten di bidang energi dan juga berkaitan dengan sistem pertahanan ke depan.

Seminar ini diharapkan terjadi diskursus yang baik sehingga ada ide buat dituangkan dalam naskah ilmiah. Perwira Kapten diajak (incarried) dimotivasi untuk terus berpikir terhadap kondisi nasional dan pengaruh kondisi regional dan internasional. Supaya suatu saat setelah mendapat jabatan atau struktural yang tinggi sudah paham.

 

Pasalnya, pemikiran strategis itu akan menentukan arah mana organisasi. Setidaknya perwira muda bisa menjadi pemimpin karena sedari awal sudah berpikir walaupun masih setingkat taktis tetapi sudah mulai mengarah pada operasional dan strategis. Dimana, jika dihadapkan pada konteks permasalahan setidaknya memberikan masukan yang baik kepada pimpinannya karena wahana atau wawasan cakrawala pengetahuannya sudah berkembang.

 

Dansekkau sudah merasakan sendiri ternyata para Kapten, bisa dibilang para perwira milenial, sebenarnya memiliki suatu kemampuan yang baik hanya bagaimana harus dieksplorasi kemampuan mereka. Apalagi sekarang lebih mudah mendapatkan sumber-sumber data, fungsi Sekkau sebagai fungsi kontrol. Memberikan pengetahuan bagaimana sistematika berpikir yang baik dituangkan dalam konteks naskah. Bagaimana mengembangkan daya pikirnya dari data-data pengolahan analisa-analisa yang ada di sini, mengeksistensi sehingga nantinya Pasis sekkau sudah bisa membuat suatu bentuk naskah.

 

Harapannya ke depan, pada level yang lebih tinggi, perwira Kapten ini sudah terbiasa dan bisa lebih matang lagi. Sisi lainnya, Dansekkau menilai sekolah di sipil atau universitas, anak-anak muda sekarang berpikir sangat kritis. Dari dimensi yang ditangkap, sekarang ini para mahasiswa ingin hasilnya nyata masuk pada realitas tidak dalam angan-angan, dan ini yang harus Pasis Sekkau imbangi.

 

“Suatu saat nanti TNI ditanyakan masyarakat terkait output yang lebih selain terjaminnya pertahanan dan keamanan Indonesia? Perlu adanya terobosan dari perspektif aspek lainnya oleh TNI terkait dengan antisipasi ancaman energi ke depan. Artinya, TNI bisa menjawab dengan inovasi-inovasi. Kurikulum sudah ada tinggal bagaimana saya tambahkan kepada hal-hal yang lebih kritis dengan mengangkat tema-tema atau hot issues yang sudah menjadi atensi dari pemerintah salah satunya tentang cyber dan energi baru terbarukan,” ujar Kolonel Pnb Esron S.B. Sinaga, S.Sos., MA., yang menjabat Dansekkau sejak awal Desember 2018.

 

Poin dari kuliah kerja, pertama apresiasi dari objek yang didatangi. Konteks pemikiran sipil yang ditangkap bahwa TNI itu tugasnya menjaga negara. Tetapi masuk ke bidang energi baru terbarukan, karena ini menjadi masalah nasional. Landasan konsepsional TNI adalah ketahanan nasional dan landasan visional TNI adalah wawasan nusantara. Berbicara ketahanan nasional itu semua aspek, salah satunya adalah aspek pertahanan negara. Artinya, permasalahan krisis energi adalah bagian dari pertahanan negara. Suatu saat energi menjadi masalah nasional dampaknya adalah keamanan. Jadi, TNI juga butuh mengetahui tentang energi karena menggunakan energi.

 

“Suatu saat bila terjadi krisis energi, TNI bisa berinovasi dan improvisasi kemitraan dengan institusi lain sehingga operasional TNI tetap optimal dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan. Bila dihadapkan dengan kondisi perang, kita bisa bertahan lama,” katanya.

 

Wawasan dari Berbagai Aspek

Untuk mengusung tema akademisi dalam bentuk seminar nasional, Dansekkau mengakui ide dari dirinya tetapi melibatkan patun sebelum ke tingkat Pasis sehingga punya batasan tidak terlalu mengglobal. Dibuatlah pendekatan ilmiah mengacu kepada metodologi penelitian yang ada. Contohnya, jika berbicara konteks akademi ada metodologi kualitatif dan kuantitatif.

 

Berbicara tentang naskah pasti ada unsur ilmiahnya, tidak boleh lepas dari situ. Sehingga, ini menjadikan kekuatan naskah itu sendiri untuk bisa diakui atau diapresiasi. Karena pastinya rekan-rekan sipil akan membaca dan Pasis Sekkau memberikan pengertian yang di umum dari sisi akademisnya. Pasalnya, di militer ini rata-rata praktisi. Maka Pasis Sekkau mencoba mengembangkan teori-teori yang ada supaya lebih paham. Artinya, lebih awal lebih baik.

 

Setiap mengangkat tema, Pasis Sekkau selalu melaksanakan observasi, misalnya saat tema cyberwarefare, menyambangi Pusdiklat Kemenkominfo di Serpong, Bareskrim Polri, BIN, BSSN, Pushan Cyber, Dispamau, Dispenau, Disinfolahtaau Mabes AU, Satsiber Mabes TNI. Jadi menurutnya, jalur komunikasi terjalin dan paham perkembangan ke depan. Ancaman datang asimetris tinggal bagaimana mengantisipasi dan siap menghadapinya.

 

Di dalam analisa dimasukkan komparasi dengan negara-negara lain bisa dijadikan matriks dihadapkan dengan kondisi dan kebutuhan bagaimana, disamping data-data primer, sekunder dari hasil observasi sehingga Pasis Sekkau bisa mengambil perbandingan. Kembali ke konteks awal, bahwa harus berupa naskah ilmiah.

 

Di beberapa seminar nasional mengundang stakeholder terkait, akademisi mahasiswa-mahasiswa S2 dari UI, ITB, Unsurya, Unhan karena nantinya ada diskusi. Mungkin ada data yang belum didapatkan, mereka menginfokan dalam bentuk sharing untuk menambah isi dari naskah.

 

Kemudian mengundang pendidikan TNI lainnya Seskoau, Seskoal, Sekoad, Sesko TNI dan PTIK dengan harapan mempunyai visi yang sama. Suatu saat nanti Pasis Sekkau menjadi pimpinan sudah enak koordinasinya. Konsep yang lebih besar, bertujuan hanya ke wawasan, link (jaringan) sudah mengenal instansi lain. Artinya, menambah wawasan dari beberapa aspek.

 

Mengenai pendidik perlu mencari asisten dalam proses penggodokan pembuatan naskah. Sejak awal sudah dilibatkan beberapa tenaga profesional berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Pasis Seskkau dalam menuangkan konsep selalu didampingi tenaga profesional supaya ada komplikasi sehingga hal-hal yang terkait di luar, situasi dan informasi itu bisa lebih masuk ke dalam substansi dan tema yang dibuat.

 

Misalnya dengan menggandeng Prof. Dr. Wahyu Wibowo, SS., MM., seorang Dosen Filsafat Bahasa, Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Penulisan Ilmiah pada Program S-3 Universitas Nasional juga Doktor Filsafat Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan DR. Muammar Vebry, pengamat EBT dan Direktur Reneweble Energi and Climate Change.

 

Melalui pembekalan oleh kedua tenaga professional ini dapat menjadi pedoman, membuka dan menambah wawasan bagi para Pasis Sekkau dalam menuangkan pemikiran, gagasan serta ide untuk pencapaian pembuatan naskah karya tulis yang berbobot, dan bernilai strategis dengan penggunaan-penggunaan bahasa atau kalimat yang mengandung nilai (value) logika yang dapat diterima secara umum.

 

Pasis Sekkau menempuh pendidikan selama 24 minggu atau lebih kurang 6 bulan dengan bobot 986 jam pelajaran. Semua kurikulumnya sudah diatur termasuk seminar juga bagian dari kurikulum. Akan tetapi, Dansekkau mencoba mengangkat untuk melebarkannya berkaitan dengan inovasi. Hal ini sudah dirasakan alumni Pasis Sekkau yang mana mereka jadi tertarik ingin mengisi (belajar) diri lagi di kesatuannya karena tugasnya sangat berkaitan ke depannya.

 

Selama dirinya dipercaya pimpinan untuk menjadi Komandan Sekkau, Kolonel Pnb Esron Sinaga mencoba mengembangkan pendidikan dalam bentuk pemikiran-pemikiran strategis. Mencoba mengangkat adik-adik sejak mulai dari awal memikirkan organisasi ke depan bagaimana menghadapi ancaman dinamika yang lebih dinamis. Memikirkan solusi-solusi ke depan dalam bentuk karya tulis ilmiah atau naskah-naskah ilmiah untuk masukan.

 

Tentunya jiwa dan semangat patriot bahwa TNI khususnya TNI AU ke depan sesuai dengan keinginan pimpinan harus profesional pastinya tidak meninggalkan militansi yang ada. Sebab tegas Dansekkau, kita adalah prajurit penuh dengan inovasi ke arah organisasi yang lebih baik dari semua aspek, aspek operasi, logistik, personil, organisasi dan lainnya.

 

“Saya rasa kalau semua mempunyai pemahaman dan bisa mengaplikasikan serta menganalisa dengan sistem metode sekarang yang tengah trend higher order thinking skill (daya nalar tinggi), saya yakin perwira-perwira TNI AU ke depan pasti akan kapabel karena memiliki kompetensi dan integritas yang luar biasa. Itu harapan saya. Saya percaya adik-adik yang akan memimpin Sekkau akan lebih baik dari saya karena memiliki ide-ide lebih cemerlang dan akan mengangkat derajat pendidikan lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Sehingga, TNI AU memiliki personil yang luar biasa,” pungkas pria kelahiran Medan 9 Januari 1972 ini.(gwhay)

 

 

About Gatot

Check Also

KPU Fokus ke MK

FIN.CO.ID, JAKARTA – Pasca Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mendaftarkan gugatan pemilu ke Mahkamah Konstitusi, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!