Breaking News

Ngebut, Akomodasi Haji Beres

FIN.CO.ID, JAKARTA – Gerak cepat, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan upaya penyiapan akomodasi haji di Arab Saudi. Akomodasi itu meliputi hotel, katering, dan layanan transportasi. Sudah berjalan sebulan, penyiapan akomodasi haji berjalan 50 persen.

Keterangan tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan dalam rapat bersama sembilan anggota Komisi VIII DPR. Rapat tersebut digelar di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah. “Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jamaah haji di Arab Suadi dalam rentang sebulan ini, Alhamdulillah, sudah mencapai 50 persen,” kata mantan Irjen Kemenag, kemarin (14/3).

Dia menjelaskan, mulai tahun ini Kemenag memberlakukan skema baru dalam penempatan jamaah haji. Selama ini penempatan diundi secara acak. Nah, mulai tahun ini jamaah haji akan ditempatkan berdasarkan asal daerah. Pengelompokan ini diberlakukan dalam sistem wilayah atau zona tertentu.

Menurut Nur Kholis, skema zonasi diharapkan mempermudah pengawasan dan pelayanan jamaah haji. “Serta meminimalisasi munculnya permasalahan karena perbedaan budaya dan bahasa,” kata dia.

Penataan juga diikuti dengan penyesuaian penyediaan katering. Dengan begitu, diharapkan menu yang diterima jamaah menyesuaikan dengan cita rasa daerah masing-masing.

Kemenag juga terus menyelesaikan urusan penyediaan layanan katering dan transportasi lokal di Saudi. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, proses pengadaan katering sudah memasuki tahapan kasyfiyah atau tinjauan langsung ke lapangan. “Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran,” katanya.

Dia mengatakan, tahapan kasyfiyah adalah fase kelima dalam proses penyediaan katering. Sebelumnya telah melalui proses pengumuman pengadaan, pendaftaran, lalu tender. Setelah itu perusahaan katering mengajukan penawaran serta penyerahan berkas kelengkapan administrasi.

Untuk layanan transportasi, hingga kini masih dalam tahap pendaftaran. Sri mengatakan, layanan ini meliputi transportasi antarkota dan layanan bus salawat atau pengumpan. Bus pengumpan ini melayani mobilasi jamaah dari pemondokan di Makkah menuju Masjidilharam. Layanan ini rencananya menggunakan 395 bus.

Layanan transportasi antarkota terdiri atas enam rute. Di antaranya adalah rute Madinah ke Makkah dan sebaliknya. Dengan total perjalanan mencapai 14.409 trip. Sri mengatakan, layanan bus antarkota ini disediakan oleh naqobah atau organisasi asosiasi perusahaan jasa angkutan dan perusahaan di Saudi.

(dbs/rls/ful/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

KPU Fokus ke MK

FIN.CO.ID, JAKARTA – Pasca Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mendaftarkan gugatan pemilu ke Mahkamah Konstitusi, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!