Breaking News

Kasus Bom Sibolga Diduga Akan Melibatkan Perempuan

FIN.CO.ID, JAKARTA – Setelah menangkap dua terduga teroris yang terlibat dengan kelompok Abu Hamzah. Yakni, Ameng alias AK dan Ogel alias P kini Densus 88 Anti Teror terus memburu penyandang dana lainnya.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, setelah memeriksa Abu Hamzah alias Husain, diketahui ada dua orang lain yang terlibat. Pertama, Ameng sebagai penyandang dana.

Ameng diduga memberikan uang Rp15 juta untuk membuat bom. Saat diamankan ternyata Ameng juga kedapatan menyimpan bom rompi, sepuluh bom pipa dan satu kardus bahan peledak. Kemungkinan bom rompi itu untuk melakukan aksi bunuh diri. “Sampai saat ini Bahan peledak masih diperiksa di laboratorium forensik,” terang Dedi, kemarin (14/3).

Terduga teroris selanjutnya, Ogel alias P yang diduga berperan aktif membantu AH merancang aksi teror. Ada juga bahan peledak yang disimpan oleh Ogel. “Dari penangkapan beberapa hari ini, total 300 kg bahan peledak yang didapatkan. Bom yang telah terakit jumlahnya 15 buah, terangnya.

Jumlah bahan peledak yang begitu banyak itu sangat tidak mungkin hanya dibeli dengan Rp15 juta yang diberikan Ameng. Maka, ada kemungkinan penyandang dana lainnya. “Saat ini sedang dilakukan pengejaran,” ujarnya.

Terkait sterilisasi rumah AH dari bom, dia menjelaskan hingga Kamis siang ditemukan setidaknya lima buah bom. Semua bom itu telah didisposal atau dimusnahkan dengan cara diledakkan. “Tapi, upaya sterilisasi masih berlangsung,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, rumah tersebut kemungkinan bisa dinyatakan klir atau bersih dari bom. Dengan demikian sekitar 20 kepala keluarga yang terdampak bisa kembali ke rumah dan bisa memperbaiki rumah masing-masing. “Nanti akan dibantu pihak pemda,” terang mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Dia juga mengklarifikasi soal jumlah anak AH. Bila sebelumnya disebut hanya tiga anak, kini dipastikan AH memiliki empat orang anak. Namun, yang menjadi korban ledakan bom hanya satu anak yang berusia sekitar dua tahun. “Tiga anak yang lain masih dicari, inisial H usia 18 tahun, A usia 16 tahun dan S usia 11 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, aksi teror di Indonesia mengalami fenomena baru. Pasca bom Surabaya ternyata Bom di Sibolga ini menguatkan kemungkinan bahwa perempuan mulai aktif dilibatkan untuk melakukan aksi. “Khususnya untuk lone wolf,” tuturnya.

Hal tersebut menjadi warning untuk semua pihak. Agar bisa memerangi terorisme bersama. Jangan sampai ada anggota keluarga yang terpapar ideologi terorisme. Terorisme itu musuh bangsa ini, terangnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin.

Sementara ditempat lain ditangkap pula seorang terduga teroris. Yakni, Riky Gustiadi alias Abu Riky. Dia ditangkap di Jalan Utama, Bagan Kota, Bangko, Rokan Hilir, Riau. Kendati belum dipastikan keterkaitannya dengan kelompok Sibolga, namun Abu Riky memiliki rencana melakukan aksi teror di sejumlah kantor kepolisian. “Dia aktif berkomunikasi melalui grup-grup teroris,” ujarnya.

Ada sejumlah hal yang dilaukan, yakni mengunggah video ledakan di Senayan saatdebat Capres ke grup Channel Media Khalifah. Mengunggah poster propaganda berupa kelompok ISIS di Filipina. “Juga mengungkapkan kebencian terhadap Densus 88 Anti Teror,” imbuhnya.

Dia juga mengarahkan anggota grup WA Panji Hitam untuk melakukan aksi teror dengan sasaran kepolisian. “Ada sejumlah barang bukti yang disita, yakni delapan busur panah, stun gun, face target dan sejumlah alat elektronik,” pungkasnya.

(mhf/ful/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

KPU Fokus ke MK

FIN.CO.ID, JAKARTA – Pasca Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mendaftarkan gugatan pemilu ke Mahkamah Konstitusi, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!