Breaking News

200 Ribu Warga Jabar Belum Rekam e-KTP

FIN.CO.ID, JAKARTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Jawa Barat menyatakan, hingga saat ini masih sekitar 200 ribu warga setempat yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik.

“Kami sudah melakukan perekaman KTP elektronik sampai saat ini sudah mencapai 99,61 persen. Jadi sudah mendekati angka 100 persen. Hanya tinggal sekitar 200 ribuan yang belum perekaman KTP elektronik,” kata Kepala Disdukcapil Provinsi Jawa Barat Heri Suherman, dalam pernyataan resminya, Kamis (14/3)

Berdasarkan data Disdukcapil Provinsi Jawa Barat, jumlah penduduk setempat sekitar 49 juta orang dan jumlah warga yang masuk dalam DPT Pemilu 2019 tercatat 33.354.947 orang.

Ia mengatakan, hingga saat ini pencetakan KTP elekronik untuk wilayah Jawa Barat sudah mencapai 97,37 persen sehingga yang belum dicetak KTP elektroniknya sekitar 700 ribuan orang.

Adapun 14 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat sudah selesai melakukan pencetakan KTP elektronik, yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumii, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung Barat.

Disdukcapil Provinsi Jawa Barat juga menyatakan, bahwa jumlah penghayat aliran kepercayaan di daerah tersebut saat ini mencapai 3.910 orang.

“(Total, red.) hingga saat ini ada 3.910 orang penghayat aliran kepercayaan di Jabar dan dari jumlah itu baru enam orang yang mengurus perubahan kolom agama di KTP elektronik. Itu ada di Kota Bandung,” katanya.

Heri mengatakan, pada 7 November 2017 Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan uji materi atas Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang mewajibkan mengisi kolom agama di KTP elektronik.

“Sesuai dengan putusan MK tersebut, pihaknya harus melayani warga negara yang menjadi penghayat aliran kepercayaan di Provinsi Jawa Barat, yang mau mengurus perubahan kolom agama di KTP elektroniknya,” imbuhnya

Heri juga membahas, soal warga negara asing (WNA) yang memiliki KTP elektronik. Disdukcapil Provinsi Jawa Barat menyatakan, jumlah WNA yang memiliki KTP elektronik daerah setempat 200 orang.

“Ada datanya (jumlah WNA yang memiliki KTP elektronik di Jabar, red.), itu tidak lebih dari 200 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, data yang belum terekam tak berdampak pada hak seseorang untuk memilih di Pemilu dan Pilpres 2019 nanti.

“Nggak ada pengaruhnya, kita tidak bisa mengambil hak pilih seseorang cuma karena e-KTP. Kan KPU punya cara lain, seperti pakai suket,” katanya.

Zudan mengatakan, pihaknya akan menjemput bola ke wilayah-wilayah yang penduduknya banyak belum melakukan perekaman data. Menurut pihaknya, Dukcapil sudah mendata lokasi-lokasi tersebut.

“Kita ingin masyarakat datang saja. Kalau tidak datang merekam, kami yang akan jemput bola,” tutupnya.

(der/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

Lupakan “01-02”, Yuk Kita Kembali “00”

FIN.CO.ID – Sejumlah kiai di Jawa Timur sepakat melupakan “01” dan “02” terkait pilpres. Setelah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss