Breaking News

Panitera Pengadilan Medan Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

FIN.CO.ID – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Medan Helpandi dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp320 juta subsider 5 bulan kurungan. Jaksa menyatakan dia terbukti menjadi perantara suap untuk hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadilan Medan Merry Purba.

“Menyatakan terdakwa Helpandi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Helpandi berupa pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp320 juta subsider 5 bulan kurungan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Haerudin di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (14/03).

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan alternatif pertama pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP mengenai hakim yang menerima janji atau hadiah.

“Hal yang memberatkan, terdakwa merupakan peserta aktif dan dominan dalam pelaksanaan penyerahan uang, terdakwa adalah perantara penerima yang telah ikut serta dalam proses persidangan dengan menghubungi majelis hakim dan menerima uang. Terdakwa menyalahgunakan wewenangnya sebagai panitera,” tambah jaksa

Jaksa juga menolak permintaan Helpandi untuk menjadi saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator). “Kami berpendapat permohonan sebagai ‘justice collaborator’ Helpandi tidak dapat dikabulkan karena termasuk kategori pelaku utama dan tidak memenuhi syarat dalam SEMA 2011,” ungkap jaksa.

Namun jaksa menilai bahwa keterangan yang disampaikan Helpandi membantu mengungkap perbuatan pidana yang dilakukan hakim sehingga menjadikannya sebagai faktor yang meringankan dalam tuntutan hukum.

Dalam perkara ini Helpandi terbukti menerima 280 ribu dolar Singapura (sekira Rp2,96 miliar) dari Direktur Utama PT Erni Putra Terari Tamin Sukardi dimana sebanyak 150 ribu dolar Singapura diberikan untuk kepentingan Merry Purba sedangkan sisanya 130 ribu dolar Singapura rencananya akan diberikan kepada Sontan Merauke Sinaga selaku hakim anggota I.

Tujuan pemberian itu adalah agar Tamin mendapat putusan bebas dalam putusan perkara tipikor nomor: 33/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdn mengenai pengalihan tanah negara/milik PTPN II kepada pihak lain seluas 106 hektar bekas Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Tanjung Morawa di Pasa IV Desa Helvetia, Deli Serdang atas nama Tamin Sukardi. Atas tuntutan itu, Helpandi akan mengajukan pledoi (nota pembelaan) pada 21 Maret 2019.(rh/fin)

About Rizal

Check Also

Sofyan Basyir Kecewa Sidang Praperadilan Ditunda Sebulan

FIN.CO.ID, JAKARTA – Sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan Direktur Utama PLN nonaktif, Sofyan Basir atas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!