Bulan Ini HPP Gula Naik

    FIN.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah berencana menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gula yang dilakukan oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mendapat dukungan dari petani tebu. Kenaikan tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan para petani tebu yang menilai harga jualnya di bawah ongkos produksi.

    Ketua Dewan Penasehat DPP APTRI Arum Sabil mengatakan, cepat atau lambat, kenaikan HPP Gula harus dilakukan. Sebab, pertanian tebu dalam negeri tidak mengalami kenaikan signifikan sebagai imbas kurangnya nilai ekonomi. Nah, jika keuntungan membaik, maka bisa mendongkrak minat industri tersebut.

    “Alasannya kenapa? Karena rata-rata harga gula petani hampir menyentuh di bawah biaya produksi, bahkan sudah di bawah biaya produksi, timpalnya.

    Arum berharap, kenaikan HPP Gula bisa segera dilakukan. Sebab, masa panen raya akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Idealnya, kata dia, penetapan harga baru sudah bisa dilakukan tiga bulan sebelum panen. “Karena kami butuh kepastian perencanaa. Dan Presiden menyanggupi dalam bulan ini, presiden akan umumkan,” imbuhnya.

    Soal angka kenaikannya, Arum menyebut masih sama dengan sebelumnya. Yakni Rp10.500 per kilogram. Selain itu, APTRI juga berharap pemerintah untuk menginstruksikan Bulog membeli gula lebih besar. “Sehingga kalau petani harga terpuruk, negara bisa mengangkatnya. Ketika harga di konsumen tertalu tinggi, negara bisa stabilkan,” ungkapnya.

    Arum juga berharap, pemerintah bisa melakukan revitalisasi pabrik gula untuk mendorong angka produksi. Saat ini, angka produksi nasional baru diangka 2,4 juta ton.

    Terpisah, Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/3). “Kita membahas langkah ke depan bagaimana petani bisa untung,” ujarnya.

    Amran menjelaskan, pemerintah akan mengkaji HPP Gula yang ideal bersama bersama tim independen. Tim tersebut berisi akademisi, peneliti pertanian dan sebagainya. Nantinya, angka kenaikan HPP Gula akan disesuaikan dengan hasil kajian tim.

    Terkait kapan kajian tersebut bisa diselesaikan, Amran enggan memastikan. Namun dia akan berupaya menyelesaikan secepat mungkin. “Iya bulan ini dibahas, bulan ini secepatnya diteken,” tandasnya.

    Untuk diketahui, pertemuan Presiden dengan APTRI kemarin bukanlah yang pertama. Sebelumnya, audiensi sudah dilakukan APTRI di Istana pada bulan lalu. Saat itu, mereka mendesak agar pemerintah menaikkan HPP Gula sebesar Rp10.500 per kilogram. Sebab, angka Rp9700 dinilai belum cukup menguntungkan.

    (dbs/ful/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here