Lebih Dekat dengan Rachmat Irianto, Bek Tangguh Timnas U-22

Beranda Feature Lebih Dekat dengan Rachmat Irianto, Bek Tangguh Timnas U-22

Prestasi Lebihi sang Ayah, Bonus dari Presiden Ditabung dulu
Sukses Timnas U-22 menjuarai Piala AFF 22 tak lepas dari peran pemain belakang. Rachmat Irianto atau biasa yang dipanggil Rian, memiliki peran yang sangat vital dalam menghalau serangan lawan. Berikut kisahnya

ANGGI TIAR/FAJAR INDONESIA NETWORK

SOSOK Rian muncul saat Timnas U-22 atau yang dijuluki Garuda Muda menghadapi tuan rumah Myanmar di laga penyisihan Grup B. Dalam laga tersebut, Rian itu berhasil menyumbangkan satu gol untuk Indonesia dan membuat keudukan menjadi imbang 1-1.

Gol tunggal yang diciptakan Rian usai menyambut umpan tendangan penjuru Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah. Gol itu sekaligus menyelamatkan Indonesia dari kekalahan setelah sebelumnya tertinggal 0-1. Skor imbang 1-1 berkat gol Rian itu pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Selain jadi hero, Rian sekalius menjadi pencetak gol pertama bagi Merah Putih di ajang tersebut. Seandainya, gol Rian itu tak tercipta, kemungkinan Indonesia untuk lolos ke babak semifinal dan meraih gelar juara belum tentu terjadi. Pasalnya Malaysia yang juga tergabung di grup B, terus menempel ketat perolehan poin Indonesia.

Menggapi hal tersebut, putra dari mantan pesepakbola Nasional Bejo Sugiantoro itu mengaku sangat senang. Apalagi, gol yang diciptakannya itu menjadi gol pertama Indonesia di ajang tersebut.

“Tentunya saya sangat senang bisa mencetak gol untuk Indonesia. Apalagi mencetak gol pertama bagi Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 itu,” tutur Rian saat diwawancarai Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (1/3) kemarin.

Selain mencetak gol pertama bagi Indonesia, Rian juga menjadi pemain pertama yang mengangkat trofi Piala AFF U-22 2019. Itu terjadi setelah ia didaulat menjadi Kapten Garuda Muda setelah Bagas Adi Nugroho diganjar kartu merah jelang akhir pertandingan ketika Indonesia sudah unggul 2-1 atas Thailand di babak final.

Meski hanya beberapa menit menjabat sebagai kapten tim, namun Rian mampu menjalankannya dengan baik. Dia mampu menjadi komando lini belakang untuk membendung serangan lawan hingga laga tuntas. Ban kapten yang masih melingkar di tangannya membuat Rian menjadi orang pertama yang mengangkat trofi.

“Soal saya pemain yang mengangkat trofi pertama kali di ajang Piala AFF U-22, itu mungkin sudah kehendak Allah. Saya pun tak menyangka,” ucap Rian yang selalu merendah.

Penampilan ciamik Rian dan kawan-kawan yang berhasil membawa Trofi Piala AFF U-22 ke tanah air mendapat apresiasi yang begitu besar baik dari pemerintah maupun para pecinta sepak bola di Tanah Air.

Hal itu-pun tak lepas dari banjir bonus untuk seluruh skuad Garuda Muda yang terus berdatangan. Seperti contohnya bonus berupa uang yang datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Presiden RI Joko Widodo yang berjanji memberikan Rp 200 juta untuk masing-masing pemain dan official. Bonus juga datang klub Arema dan PSSI yang berjanji memberikan bonus meski belum diketahui nominalnya.

Mengenai bonus itu, Rian sendiri mengaku belum terpikirkan untuk menggunakannya. Dia mengaku memiliki cita-cita untuk bisa membuka sebuah usaha. Namun, Rian sendiri belum mengetahu usaha apa yang tepat untuk dijalankannya.

“Cita-cita saya sih ingin membuka sebuah usaha. Namun belum ada gambaran usaha yang akan dijalankan. Jadi bonus yang didapat saya tabung dulu. Urusan dipakai atau tidak itu belakangan,” tutur Rian.

Sebagai anak dari pemain Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro, Rian kini juga memperkuat klub yang sama. “Jadi awal mula saya mengenal sepak bola dikenalkan oleh ayah saya (Bejo Sugiantoro, red). Saat itu saya masih duduk di kelas 1 SD,” cerita Rian.

Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 2017 di karir juniornya, Rian sempat membela klub sepak bola Malaysia Frenz United (2014-16) dan Indonesia Muda (2016).

“Awalnya saya mengikuti seleksi (di Persebaya). Kepantau pada usia 17 tahun dan pada saat itu saya ditawarkan kontrak (oleh Persebaya) selama tiga tahun,” jelas Rian.

Jika melihat durasi kontrak tiga tahun, masa bakti Rian untuk Persebaya akan segera berakhir. Namun, Rian sendiri belum terpikirkan apakah akan pindah klub lain atau masih tetap bertahan.

“Saya ingin fokus ke kontrak saya saat ini dulu. Belum terpikirkan (untuk pindah klub atau bertahan),” tegasnya.

Di tahun yang sama 2017, Rian di panggil bergabung bersama Indonesia U-19 di ajang Turnamen Toulon. Ia membuat debut U-19 saat melawan Brasil U-20 dengan hasil pertandingan kalah skor 0-1.

Pada ajang AFF 2017, Rian dipanggil kembali bergabung bersama Indonesia U-19, dan dipercayakan sebagai kapten. Namun pada kesempatan itu, Rian gagal membawa Indonesia meraih gelar juara.

Januari 2019, Rian dan 39 pemain lainnya dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan nasional Timnas U-22 di Jakarta. Alhasil, Rian terpilih bersama 23 pemain yang mewakili Indonesia di Piala AFF U-22 2019 kemarin. Menurut Rian persaingan untuk mendapatkan slot 23 pemain di Timnas U-22 sangat ketat. Namun dia mencoba bersaing secara profesional.

“Saya sangat senang bisa terpilih menjadi wakil Indonesia di Piala AFF U-22, karena tidak semua pemain bisa mendapatkan kesempatan seperti itu. Mengenai persaingan di lini belakang Timnas, kami selalu bersaing secara profesional dan sehat,” terang Rian.

Setelah Piala AFF U-22 ini, Timnas Indonesia U-22 masih hasus menjalani beberapa event lagi. seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 dan SEA Games 2019. Rian berharap di ajang tersebut dia kembali terpilih menjadi wakil Garuda Muda.

“Pastinya tujuan seluruh pemain selalu ingin memperkuat Timnas Indonesia. Dengan harapan mampu memberikan hasil yang terbaik,” ucap Rian.

Selain itu, Rian mengaku motivasi dirinya untuk bisa selalu bermain gemilang di setiap pertandingan yang diikutinya tak lepas dari pesan Bejo Sugiantoro yang ingin agar Rian terus menunjukkan kualitas terbaik di luar maupun di dalam lapangan.

“Dia (Bejo Sugiantoro, Red) selalu bilang untuk memberikan yang terbaik, saat diberi waktu untuk bermain ataupun tidak main,” ucap Rian mengingat pesan sang ayah.

Untuk diketahui, Bejo Sugiantoro yang merupakan ayah Rian adalah mantan pesepak bola nasional. Bejo dan Rian merupakan contoh ayah-anak yang sama-sama mencatatkan prestasi dalam sepak bola.

Bejo dikenal sebagai pemain belakang yang pernah membawa Persebaya juara, pada Ligina 1996-1997 dan Divisi Utama 2004. Tak mau kalah, Rian yang kini berusia 19 tahun juga pernah mengantarkan Persebaya juara di Liga 2 2017. Catatan itu mensejajarkan prestasi Rian dan Bejo di level klub.

Akan tetapi, di level Timnas Rian jelas lebih unggul. Ya, Bejo yang pernah menjadi pemain andalan Timnas Indonesia di tahun 1990-an dan awal 2000-an serta pernah mencatatkan 45 caps bersama Timnas Indonesia senior belum sekalipun mampu menyumbangkan trofi untuk Indonesia.

Meski Rian belum pernah memperkuat Timnas Indonesia Senior, namun raihan di ajang Piala AFF U-22 2019 kemarin, membuat dirinya melampaui prestasi sang ayah. Akan tetapi hal itu tak membuat Rian berbesar hati. Baginya, sang ayah tetap lebih baik darinya. Menurutnya, masih banyak yang dia harus pelajari dari ayahnya.

“Ya pasti sangat senang bisa melebih prestasi ayah, tapi saya mesti banyak belajar dari beliau walaupun beliau tidak pernah angkat trofi. Ayah tetap yang terbaik,” tukas Rian mengakhiri percakapan dengan FIN. (*/fin/wsa)

Berikut Profil Singkat Rachmat Irianto:
Nama Lengkap: Rachmat irianto
Nama Panggilan: Rian
Tempat Tanggal Lahir: Surabaya, 3 sep 1999
Usia: 19 Tahun
Klub saat ini: Persebaya surabaya
Posisi bermain: Defender
Nomor Punggung: 13
Tinggi Badan: 174
Berat Badan: 70
Orang Tua: Bejo Sugiantoro dan Yetty Rachmawati
Karier Junior
2014-2016: Frenz United (klub sepak bola Malaysia)
2016 Indonesia Muda
Karier Senior
2017- kini: Persebaya Surabaya
Karier Timnas Indonesia
2013 Indonesia U-13
2017 Indonesia U-19
2019 Indonesia U-22

Baca Juga

Cara Wanita Tangerang Hadapi Krisis Pangan Lewat Kebun Mandiri

TANGERANG - Tetap bertahan di tengah pagebluk korona bukan hal mudah. Bagi mereka para pekerja, banyak yang kena PHK. Bagi yang usaha dagang, sebagian...

Tabur Bunga di Makam Eyang, Rahayu Saraswati Tuliskan Puisi

TANGERANG - Pagi tadi, Senin (17/8) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melakukan tabur bunga di makam kedua eyangnya di TMP Taruna,...

Dari Kain Tenun Berantai Kaif Nunkolo sampai Busana Teluk Belangga

JAKARTA – Kesederhaanaan namun menawan, begitu tercermin dalam upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (17/8). Suasana...

Inilah Wajah-Wajah Tim Sabang, Pasukan Pengibar Bendera

JAKARTA - Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 telah ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik...

Jika Membayangkan Cikeusik, Hati Saya Perih

KISAH RELOKASI PAHIT AHMADIYAH CIKEUSIK Sudah sembilan tahun lamanya, Nayati (44) dirundung kesedihan. Wanita yang menjadi saksi mata prahara penyerangan Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang tidak hanya...

Berita Terbaru

Poligami Diem-diem dari Istri, Opie Kumis Disiram Kuah Sayur Asem Mendidih ke Wajah

JAKARTA- Komedian Muchtar Lutfi atau yang dikenal Opie Kumis mengaku pernah disiram dengan kuah sayur panas gara-gara menikah tanpa sepengetahuan istri pertama. Untuk diketahui,...

Saatnya Bersinar, Suarez!

MADRID - Luis Suarez menjadi pembeda di Atletico Madrid. Dengan jersey klub rival Real Madrid itu, ia melanjutkan tren kesuburannya di La Liga membungkam...

Gagah di Belakang, Tumpul di Depan

MANCHESTER - Kiper Manchester United David de Gea melontarkan pernyataan yang cukup menyindir barisan lini depan Setan Merah setelah bermain imbang 0-0 melawan Chelsea...

Stadion Lukas Enembe Jadi Venue Pembukaan PON XX

JAYAPURA - Tingga menunggu hari. Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua langsung memaksimalkan persiapan kejuaraan olahraga empat tahunan itu setelah hitung...

Khabib Pensiun: Air Mata untuk Sang Ayah

DUBAI - Khabib Nurmagomedov mengumumkan dirinya pensiun sebagai petarung bela diri campuran profesional, setelah mengalahkan Justin Gaethje pada UFC 254, Uni Emirat Arab Sabtu...

Nusantara

Gempa Pangandaran Terasa Sampai di Cianjur

CIANJUR - Melalui akun media sosial resminya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis gempa yang terasa di Kabupaten Cianjur terdeteksi dari wilayah Kabupaten Pangandaran,...

Libur Panjang, Pemkab Cianjur Optimalkan Check Point

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan mengoptimalkan check point di setiap titik wilayah perbatasan pada saat libur panjang...

News

Bupati Hadiri di Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PN Cikarang

BEKASI - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Cikarang Kelas II pada Jumat (23/10). Acara ini...

DPPA APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2020 Resmi Disahkan

BEKASI - Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2020 ini, akhirnya disahkan. Dalam prosesi pengesahan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi,...

Sumbawa Butuh Pemimpin Cerdas Kurangi Pengangguran

SUMBAWA - Kabupaten Sumbawa membutuhkan pemimpin atau kepala daerah yang cerdas dan memiliki jaringan kuat guna membangun perekonomian masyarakat sehingga dapat menekan tingkat pengangguran....

Inilah Wajah-Wajah Tim Sabang, Pasukan Pengibar Bendera

JAKARTA - Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 telah ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik...

Jika Membayangkan Cikeusik, Hati Saya Perih

KISAH RELOKASI PAHIT AHMADIYAH CIKEUSIK Sudah sembilan tahun lamanya, Nayati (44) dirundung kesedihan. Wanita yang menjadi saksi mata prahara penyerangan Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang tidak hanya...

Di Masjid Mahmuddah, Warga Ahmadiyah Tangerang Berbagi Berkah

TANGERANG- Kumandang azan ashar menggema dari speaker Masjid Mahmuddah. Seruan untuk melaksanakan ibadah. Dari gerbang yang sempit, belasan jamaah mulai memasuki pelataran parkir masjid...

Ini Cerita Komika di Tengah Wabah yang Kian Menggeliat

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat beberapa sektor terdampak sehingga aktivitas serba dibatasi. Segala jenis pembatasan itu tentunya semata-mata bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona...