Polisi Dalami Aliran Rekening Jokdri

FIN.CO.ID, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola kembali menjadwalkan pemeriksaan dua orang tersangka kasus dalam dugaan pengaturan skor Liga Indonesia, hari ini (27/2).

Keduanya Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) dan Mantan Exco PSSI Hidayat. Jokdri menjalani pemeriksaan ketiga kali sebagai tersangka terkait, kasus pengerusakan bukti pengaturan skor oleh tiga tersangka yang menjadi orang suruhannya di kantor Komdis PSSI.

Sementara, Hidayat yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka diperiksa dalam dugaan pengaturan skor dalam laga Liga 2 antara PSS Sleman vs Madura United.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Polri Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, agenda pemeriksaan direncanakan dalam waktu yang berbarengan. ” Tepat pukul 10.00 WIB, keduanya kita periksa,” kata Argo kepada awak Media di Polda Metro Jaya, Selasa (26/2).

Argo menyebutkan, materi penyidik dalam pemeriksaan terhadap Jokdri masih terkait mengenai masalah perusakan bukti pengaturan skor. Satgas juga mendalami soal aliran dana ke rekening orang nomor satu di organisasi PSSI ini, berkoordinasi dengan PPATK.

“Jadi, selain materi terkait kasus perusakan, kita dalami juga aliran dana kepada yang bersangkutan, kebetulan kita sudah menerima surat jawaban dari PPATK, dan tentunya ini jadi bahan penyidik untuk dievaluasiseperti apa surat dari PPATK itu,” tutur Argo.

“Yang jelas surat jawaban dari PPATK itu menjadi bagian penyidikan lebih lanjut yang nantinya, akan membukanya di pengadilan. Jadi, seperti apa data itu penyidik yang lebih tahu, nanti disidang pengadilan ya,” sambung perwira beroangkat melati tiga itu.

Lebih lanjut, dalam pemeriksaan perdana Mantan Anggota Exco PSSI Hidayat, Satgas akan menggali kronologis tindak pidana penyuapan dalam laga PSS Sleman versus Madura United.

“Untuk pemeriksaan yang bersangkutan (hidayat-red) penyidik akan memintai keterangan yang bersangkutan terkait dugaan penyuapan di laga tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya,Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, Hidayat tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara, pada Jumat (22/2) kemarin. Hidayat disebut menawarkan uang mencapai Rp 150 juta untuk Januar agar Madura FC mengalah dari PSS di Liga 2 2018 lalu.

” Masalah akhir dari dugaan suap di Liga 2 masih kita dalami. Dan dari sini tidak menutup kemungkinan kita naik (pemeriksaan) ke Liga 1,” tambah Dedi.

(mhf/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here