City 6 vs Chelsea 0: Kudeta untuk Sarri

FIN.CO.ID, MANCHESTER – Manchester City benar-benar menjadi hantu menakutkan bagi Chelsea. Dalam laga di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (10/2) malam WIB, City sukses mencukur gundul Chelsea 6-0.

Atas kekalahannya ini, posisi manajer Chelsea Maurizio Sarri berada di ujung tanduk. Tak menutup kemungkinan, management Chelsea akan segera mendepak Sarri karena gagal mengangkat performa tim berjuluk The Blues tersebut. Akibat kekalahan tersebut, Chelsea kini terlempar ke posisi 6 klasemen sementara.

Rasa tak nyaman sebagai manajer Chelsea sudah dirasakan Sarri usai pertandingan. Dia tertangkap kamera ogah menjabat tangan bos Manchester City Pep Guardiola.

Pep yang terlihat menawarkan tangan untuk dijabat, terlihat harus kecewa setelah ditinggal Sarri begitu saja. Kekalahan ini merupakan yang terbesar dialami The Blues, semenjak musim 2018-2019 bergulir.

Kemungkinan terdepaknya Sarri dari kursi kepelatihan Chelsea juga diprediksi legendaManchester UnitedGary Neville. Dia menilai, kekalahan terburuk ini dapat dijadikan alasan bagi manajemen Chelsea untuk mendepaknya.

Neville justru curiga, pemain Chelsea sengaja bermain buruk untuk menjatuhkan Maurizio Sarri. Hal ini dipicu sikap Sarri yang murka kepada para pemainnya usai mereka dikalahkan Arsenal bulan lalu.

“Saya sudah mengamati Chelsea dengan cukup seksama dalam lima atau enam tahun terakhir,” kata Garry Neville kepadaSky Sports. Situasi yang terjadi di tim utama Chelsea saat ini bukanlah sesuatu hal yang baru, tambahnya.

Neville menilai ada kecenderungan para pemain Chelsea mencoba menjatuhkan manajer mereka seperti di zaman Antonio Conte atau Jose Mourinho dengan cara bermain dengan buruk.

“Saya sebenarnya berharap pemain Chelsea tidak saling menyakiti satu sama lain, saling bertengkar satu sama lain. Saya tidak suka situasi seperti ini,” katanya.

Sedangkan Alan Shearer menilai, Jorginho dan NGolo Kante menjadi titik kelemahan Chelsea. Sejak dimanajeri Sarri, posisi Kante berubah menjadi gelandang yang memainkan peran sebagai gelandang box to box kanan. Sebelumnya, dia adalah gelandang bertahan di depan pemain bertahan.

Sistem permainan Sarri membutuhkan seorang playmaker di lini tengah yang selalu dimainkan di posisi gelandang tengah dalam formasi 4-3-3. Karena itulah dia kemudian mendatangkan Jorginho, pemain yang merupakan dirijen permainan Sarri selama di Napoli, kata Shearer di BBC.

Sayang, Jorginho gagal menjadi penghubung permainan Chelsea. Sama seperti ketika melawan Tottenham, Jorginho selain gagal menjadi otak permainan, dia juga gagal menjadi perisai pertama pertahanan The Blues ketika diserang.

“Bila anda menghentikan Jorginho di pusat permainan, anda memiliki peluang yang sangat bagus untuk menghentikan Chelsea, dan saya pikir mereka (Manchester City) melakukannya dengan cemerlang hari ini,” tambahnya.

Dalam laga itu, City yang menguasai 56 persen ball possesion, tidak menyianyiakan kesempatan yang mereka miliki. Lima belas percobaan gol tercatat dilancarkan Sergio Aguero dan kawan-kawan, sembilan di antaranya mengarah ke gawang.

Gol pembuka itu sendiri dibuat Raheem Sterling hanya empat menit, setelah babak pertama dimulai. Pemain timnas Inggris itu juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol penutup laga di menit ke-80.

Gol kedua City datang dari kaki pemain Argentina, Sergio Aguero di menit ke-13. Pemain kelahiran 1988 itu, melesakan tendangan keras dari luar kotak penalti, yang sulit dijangkau kiper Kepa Arrizabalaga.

Dan hanya butuh enam menit kemudian, bagi Kepa, untuk kembali memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah gol jarak dekat Aguero, kembali mengoyak gawangnya, untuk kali kedua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here