KPK Harus Ubah Metode Pemberantasan Korupsi

FIN.CO.ID – KPK harus bisa mengubah metode dalam melenyapkan korupsi di Indonesia. Sebab selama KPK dibentuk, yaitu tahun 2002, pejabat yang ditangkap akibat korupsi justru bertambah.

Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR Mahyudin usai sosialisasi empat pilar MPR di Balikpapan, Selasa (5/2). Menurutnya, KPK perlu memperkuat sisi pencegahan, jangan hanya mengandalkan sisi penegakan hukum. Sehingga korupsi dapat diturunkan dan uang negara yang dicuri juga dapat diminimalisasi.

“Jangan orang diintai, dijebak, kalau kata orang bijak waktu dulu bagaimana kodok tidak mati, ular tidak kenyang. Bagaimana pejabat tidak ditangkap KPK tapi korupsi juga tidak ada. Jangan orang diindikasi korupsi diintip-intip, diawasi, baru digerebek, ditangkap,” katanya.

Dijelaskannya, metode yang selama ini digunakan KPK terbukti tidak efektif menurunkan korupsi. Yang ada justru korupsi berlangsung semakin canggih dan semakin masif. Banyak pejabat ditangkap secara rombongan.

Untuk itu perubahan metode dalam pencegahan tindak pidana korupsi dibutuhkan. Orang yang punya potensi tinggi melakukan korupsi harus terus diingatkan.

“Menurut saya, kalau ada pejabat punya potensi korupsi lebih baik dikasih tahu duluan untuk tidak korupsi. Akan ditangkap jika macam-macam. Jadi pejabat tidak ditangkap, uang negara tidak hilang,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan sosialisasi empat pilar ia mengatakan, korupsi merupakan akar masalah yang harus disingkirkan. Korupsi telah merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Mahyudin didampingi Anggota MPR Hetifah Syaifudian. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Persatuan Wanita Sulawesi Utara yang ada di Balikpapan.(ant/fin)