Jumat , 22 Februari ,2019

Belakangan, Meteor Sering Jatuh ke Bumi, Pertanda Apa?

FIN.CO.ID – Sebuah dari studi University of Southampton menyebut belakangan meteor kian sering jatuh ke bumi. Tabrakan batuan angkasa dengan bumi itu meningkat hingga tiga kali lipat selama 290 juta tahun terakhir.

Tak disebutkan alasan mengapa hal tersebut terjadi. Akan tetapi diperkirakan peristiwa tersebut terjadi karena adanya tabrakan yang lebih besar antara asteroid dengan bumi pada lebih dari 290 juta tahun yang lalu di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter.

Penulis studi sekaligus Direktur Studi Ruang Angkasa di Southwest Research Institute, William Bottke mengatakan skala kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh serangan asteroid di Bumi bisa sangat besar.

“Kehancuran sebenarnya bisa sangat besar. Untungnya, peluang terjadinya itu cukup rendah tetapi bukan nol dan itulah sebabnya penting untuk dapat menemukan objek-objek ini,” kata Bottke, express.co.uk, Sabtu (2/2).

Studi itu muncul setelah sebuah asteroid, yang dijuluki oleh NASA Asteroid 2019 BW1, mendekat ke “Jarak Dekat Bumi”.

Asteroid itu disebut melaju kencang melewati Bumi pada sore hari Sabtu ketika mencapai jarak terdekatnya ke Bumi. Pelacak asteroid NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) menyebut tabrakan terjadi pada 4.22 sore waktu setempat pada hari Sabtu, 2 Februari. JPL pertama kali mengamati asteroid itu pada 25 Januari 2019.

Ukurannya disebut delapan kali panjangnya bus double-decker London dan 30 kali lebih panjang dari tempat tidur Queen.

Asteroid yang jauh lebih kecil saja dulu menyebabkan kerusakan besar saat menghantam Bumi.

Contohnya adalah Meteor Chelyabinsk 2013, yang meledak di Oblast Chelyabinsk di Rusia enam tahun lalu.

Batuan selebar 65,6 kaki (20m) itu tetap tidak terdeteksi karena terlontar langsung ke Bumi dari arah Matahari.

Meteor Chelyabinsk meledak di udara di atas Rusia dengan kekuatan 30 kali dari bom nuklir Hiroshima.

Lebih dari 1.500 orang terluka dan lebih dari 7.000 bangunan rusak akibat ledakan udara.

“Insiden Chelyabinsk menarik perhatian luas terhadap apa yang perlu dilakukan untuk mendeteksi asteroid yang bahkan lebih besar sebelum mereka menyerang planet kita,” kata Pejabat Pertahanan Planet NASA Lindley Johnson.

Tapi Asteroid BW1 tidak diprediksi untuk mendekati bumi – melainkan dijuluki sebagai “Objek Dekat-Bumi” (NEOs).

NEO adalah komet dan asteroid pada lintasan orbit, yang membuatnya sangat dekat dengan Bumi.(ant/fin)

About Gatot

Check Also

Waktu Pendaftaran SNMPTN Diperpanjang Lagi

FIN.CO.ID – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diperpanjang lagi. Batas waktu akhirnya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss