Presiden China Xi Jinping

China Bantah Terlibat Skandal 1MDB Malaysia

FIN.CO.ID, MALAYSIA – Beijing menolak laporan Wall Street Journal yang mengatakan, para pejabat China menawarkan untuk menebus skandal dana negara Malaysia 1MDB dan mencoba membuat AS dan negara-negara lain untuk menjatuhkan penyelidikan korupsi ke dalam dana tersebut.

The Journal mengutip menit dari pertemuan antara pejabat Cina dan Malaysia, melaporkan pada hari Senin bahwa penawaran dibuat pada tahun 2016. Sebagai imbalannya, Malaysia ditawarkan China saham yang menguntungkan di kereta api dan pipa proyek untuk Belt dan Jalan inisiatif infrastruktur Beijing.

Dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan terhadap laporan Journal, kedutaan besar Tiongkok di Kuala Lumpur mengatakan bahwa, Tiongkok tidak pernah melampirkan kondisi politik pada kerjasamanya dengan negara lain.

Tiongkok selama ini menganut prinsip non-interferensi dalam urusan internal negara lain mana pun. Kami tidak menerima tuduhan tidak berdasar yang dilakukan terhadap Tiongkok , kata kedutaan, seperti dikutip laman The Guardian.

1MDB yang didirikan oleh mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, adalah subjek investigasi korupsi dan pencucian uang di setidaknya enam negara. Skandal itu adalah alasan utama digulingkannya Najib dalam pemilu 2018, yang menjadikan kembalinya Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.

Menteri Keuangan Mahathir Lim Guan Eng mengatakan, pemerintah akan mempelajari tuduhan yang dibuat dalam laporan Journal. Saya harus merujuk kembali ke setiap detail yang secara eksplisit dikatakan. Jika itu dikatakan hitam putih, maka itu adalah sesuatu yang akan kita kejar, kata Lim.

Departemen kehakiman AS memperkirakan bahwa total $ 4,5bn telah disalahgunakan oleh pejabat tinggi dana 1MDB dan rekan-rekan mereka. Najib sejak itu dituduh korupsi atas 1MDB. Dia mengaku tidak bersalah dan secara konsisten membantah melakukan kesalahan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di halaman Facebook-nya Selasa malam, Najib mengatakan Cina tidak pernah menawarkan untuk menebus 1MDB dan dia membela biaya proyek infrastruktur yang diberikan kepada China.

Sejak berkuasa pada Mei, pemerintah Mahathir menuduh pemerintah Najib menggelembungkan biaya transaksi Cina. Pemerintahan baru telah menghentikan proyek senilai lebih dari USD 20 miliar yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan Cina.

(der/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

60 Penumpang Tewas dalam Tabrakan Bus Mengerikan

FIN.CO.ID, GHANA -Setidaknya 60 orang tewas, akibat kecelakaan bus di daerah Bono Timur, Ghana, pada Jumat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss