Kamis , 17 Januari ,2019
SOLUSI KEMACETAN: Suasana terkini depo Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus dilihat dari gedung Poins Square, Jakarta Selatan, Minggut (6/1/2019). Saat ini MRT memasuki tahap ujicoba dari akhir Desember 2018 hingga Maret 2019 karena Moda Raya Terpadu itu rencananya akan beroperasi pada Maret 2019. FOTO: FAISAL R SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK.

Kemacetan Jabodetabek Timbulkan Kerugian Rp65 Triliun

FIN.CO.ID – Pemerintah berupaya memaksimalkan pengintegrasian saluran transportasi di kawasan Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Agar prosesnya berjalan efektif, Presiden Joko Widodo mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memimpin fungsi kordinasi di kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah terkait.

Jokowi mengatakan, kemacetan yang terjadi di kawasan Jabodetabek sudah sangat merugikan secara ekonomi. Bahkan berdasarkan hitungan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), kemacetan tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp. 65 T setiap tahunnya.

“Kalau kita jadikan barang, ini sudah jadi MRT, jadi LRT, lima tahun sudah jadi barang. Nggak mungkin hal seperti ini kita teruskan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (8/1).

Saat ini, lanjut dia, ada sejumlah transportasi baru yang akan hadir di ibukota dan kota penyangganya. Yakni Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Keduanya akan melengkapi pengembangan moda TransJakarta, Kereta Bandara, dan Kereta Commuter Line (KRL). Semua itu membutuhkan penataan tata ruang dan transportasi yang terintegrasi.

Kehadiran JK, diharapkan bisa membuat pengelolaan moda transportasi semakin terintegrasi. Pasalnya, kata Jokowi, masih terjadi tumpang tindih antar K/L maupun pemda. Untuk urusan jalan saja misalnya, ada yang dimiliki Kementerian PU, Pemda DKI, Pemda Banten, dan Pemda Jawa Barat.

“Kadang-kadang pengelolaannya tidak terpadu, tidak terintegrasi, dan yang terjadi misalnya terkait dengan pemeliharaan, juga sering banyak yang saling menunggu,” imbuhnya. Oleh karenanya, Jokowi berharap dilakukan penyederhanaan manajemen dan tidak saling lempar tanggung jawab.

Dengan terintegrasinya moda transportasi, Jokowi berharap mampu memantik minat masyarakat untuk membawa budaya baru dengan beralih ke angkutan masal. “Sehingga mobil yang ada di jalanan betul-betul bisa berkurang secara besar-besaran,” tuturnya.

Sementara itu, mengenaik tindakan kongkrit upaya pengintegrasiannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut belum diputuskan. Rencananya, kesepakatan konsepnya akan diperoleh usai kordinasi dilakukan bersama wapres. “Kesepakatan akan diperoleh setelah di-lead oleh wapres,” tuturnya.

Budi menambahkan, pembangunan moda transportasi di jabodetabek akan berjalan masif. Usai rampung MRT tahap pertama, tahap kedua akan mulai dibangun tahun ini. Sementara pembangunan LRT akan digenjot untuk dituntaskan tahun ini. Selain itu, ada juga pengembangan jalur KRL demi memperluas cakupan penggunaannya. (far/ful)

About Syaiful Amri

Check Also

Rupiah Melemah Dekati Angka Rp14.100

FIN.CO.ID – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini melemah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error: ga boleh copy paste boss