Program TV “Menembus Mata Bathin” Terancam Dihentikan Sementara

Beranda Hiburan Program TV "Menembus Mata Bathin" Terancam Dihentikan Sementara

FIN.CO.ID – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberi sanksi administratif teguran kedua pada program siaran “Menembus Mata Bathin” yang tayang di televisi swasta, ANTV. Program ino disanksi lantara terbukti melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Hal itu ditegaskan KPI Pusat dalam surat teguran kedua yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, Senin (17/12/2018) lalu.
Berdasarkan pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat menemukan pelanggaran pada program siaran “Menembus Mata Bathin” yang tayang pada 4 Desember 2018.

Komisioner sekaligus Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano mengungkapkan program siaran tersebut menampilkan adegan seorang pria dan wanita memakan anak tikus hidup-hidup yang sebelumnya dicelupkan ke dalam bisa ular.

“Hal ini dilakukan untuk membuktikan dampak mistis yang dapat ditimbulkan pada dua orang yang berbeda,” ujar Hardly dilansir dari laman KPI.

Menurut Hardly, jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang larangan program siaran yang mengandung muatan mistik, horor, dan/atau supranatural menampilkan orang sakti makan sesuatu yang tidak lazim, seperti binatang.

Adapun pasal yang dilanggar yakni Pasal 20 P3 dan Pasal 30 Ayat (1) huruf e SPS. “Berdasarkan pelanggaran itu, kami memberikan sanksi administratif teguran tertulis kedua,” tegas Hardly.

Berdasarkan catatan KPI Pusat, program yang sama telah mendapatkan sanksi administratif teguran tertulis nomor 520/K/KPI/31.2/10/2018 tanggal 4 Oktober 2018.

“Kami meminta ANTV menjadikan P3 dan SPS KPI tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Kami harap teguran kedua ini segera direspon dengan perbaikan secara internal agar tidak terulang lagi pelanggaran yang sama,” tandas Hardly

Sebelumnya, perwakilan komunitas pecinta hewan, Eris Riswandi pada 14 Desember 2018 lalu menyampaikan protesnya melalui unggahan di akun Facebook miliknya. Ia meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar memberikan teguran terhadap program TV Menembus Mata Bathin yang disiarkan oleh ANTV. Menurut Eris tayangan yang dipandu Roy Kiyoshi itu dipandang musyrik.

“Gw mau protes sama acara ini MMB atau Menembus Mata Batin. Kenapa KPI tidak memberikan teguran, acara ini jelas musrik, berbau ilmu hitam, berbau dukun dll,” tulis Eris.

Bukan hanya itu saja, sebagai pemerhati hewan Eris tak terima jika acara tersebut kerap menampilkan hewan dan dikaitkan dengan mahkluk jelmaan jin dan pesugihan. “Tapi gue gak akan fokus ke situ melainkan ke HEWAN yang di rusak nama baiknya (secara gw anggota pecinta hewan di mana mana),” ujarnya.

“Disini pembawa acara atau pengisi acara whatsoever (gw gak mau sebut nama) kerap menapilkan hewan hewan yang notabene hewan tidak berdosa lalu di katakan hewan tersebut jelmaan jin lah, hewan pesugihan lah dll,” lanjut Eris.

Terlebih lagi kata ia penonton di Indonesia mudah terpengaruh dengan tayangan-tayangan di TV. Eris khawatir penonton akan terdoktrin dengan image buruk terhadap hewan. Sehingga masyarak akan memandang buruk hewan bahwan diburu.

“Udah tau penonton Indonesia ini gampang percayaan, dengan adanya fitnah fitnah terhadap hewan ini, membuat penonton mengira hal itu memang benar sehingga ada kebencian masyarakat terhadap jenis hewan hewan tertentu, musang di kiranya hewan pesugihan lalu takutnya orang klw lihat musang di siksa atau di buru. Udah tau masyarakat Indonesia ini kepedulian terhadap binatang nya masih rendah, malah di tambahin,” bebernya.

Lebih lanjut Eris meyebutkan beberapa judul yang di antaranya menyangkut nama hewan seperti Jin Kuda, siluman nusang pesugihan, mainan tuyul yang menurutnya jelas-jelas itu kura-kura Brazil, jelmaan burung hantu, siluman kadal putih

“btw gw ampe ngakak baca judul judulnya, lihat aja gambar gambar,” ujarnya.

“Gw sih was was orang bakal mikir yang enggak enggak sama hewan hewan ini, lagian kalau kita ke warung yang nonton acara ini anak anak SD sama emak nya sama bapak nya. Nah anak anak kan belum begitu ngerti kaya anak dewasa entar di fikirnya bener,” lanjut Eris.

Mayong Suryo Laksono, Komisioner KPI Pusat membenarkan bahwa program “Menembus Mata Bathin” telah mendapat teguran tertulis dari KPI per akhir desember 2018. Hal ini kata ia menindaklanjuti beberapa pengaduan yang masuk dari masyarakat dan hasil pantauan KPI terkait tayangan tersebut.

“Pengaduan sih ada beberapa saya, gak ngerti jumlahnya berapa terus yang pasti temuan pemantau kami kan kami protes kan di KPI terus acara itu sudah mendapat teguran. Bentuk sanksi dari KPI kan teguran tertulis per akhir desember,” kaya Mayong saat dihubungi Fajar Indonesia Network Minggu (6/1).

Menurut Mayong saksi teguran berfungsi untuk mengingatkan agar program dengan muatan serupa tidak ditayangkan lagi. Namun jika masih ada pelanggaran maka saksi terberat bisa dilakukan penghentian sementara atau pengurangan durasi acara.

“Jadi memang tinggal tunggu waktu. Teguran kan fungsinya mengingatkan kalau diulang lagi yang serupa bisa kena sanksi yang lebih berat kan apakah pengehentian sementara atau pengurangan durasi gitu,” lanjutnya.

Terkait tayangan yang dianggap musyrik kata Mayong KPI tidak bertidak sendiri, pihaknya juga bersinergi dengan majelis ulama dan yokoh agama yang lebih menguasai ranah tersebut.

“Kami tidak masuk ke wilayah agama ya mba kalaupun ada seperti itu kami kan selalu berkonsultasi sama majelis ulama dengan tokoh agama. Jadi apakah itu musyrik atau tidak, tidak KPI saja yang memutuskan,” lanjutnya.

(dim/fin)

Baca Juga

Sule Nikahi Nathalie Holscher 15 November 2020 

JAKARTA -  Komedian Sule dan Nathalie Holscher dipastikan akan menikah pada 15 November 2020. Tanggal tersebut terungkap dari sang nenek Nathalie, Netty Ellisabeth. Sule sebelumnya...

Inul Daratista Pelihara Ikan Puluhan Juta Rupiah

JAKARTA -  Pedangdut terkenal Inul Daratista dikenal sukses dan kaya raya. Punya rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pundi uangnya mengalir selain...

Penghasilan Ayu Ting Ting Sebulan Rp1 M

JAKARTA - Ayu Ting Ting selain sebagai penyanyi dangdut, ibu dari Bilqis ini juga menjadi presenter di salah satu televisi swasta, dan memiliki sejumlah...

Femmy Permatasari Menetap di Selandia Baru

JAKARTA - Sejak menikah, aktris Femmy Permatasari tidak pernah nongol di layar kaca. Kabar terbaru, Femmy akan memboyong keluarganya untuk menetap di Selandia Baru. Karena...

Usai Liburan dari Bali, Nia Ramadhani Swab Test

JAKARTA - Nia Ramadhani sekeluarga dan asisten rumah tangganya menjalani swab test. Ini dilakukan sepulang liburan dari Bali. Lewat akun Instagram resminya, pesinetron 'Bawang Merah...

Berita Terbaru

Media Diminta Edukasi Demokrasi

JAKARTA – Pemerintah mengajak kalangan media massa untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berdemokrasi. Terutama pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020....

Hari Santri Nasional, Menag Apresiasi Resolusi Jihad

JAKARTA- Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 lalu. Penetapan Hari Santri antara lain didasarkan pada...

270 Orang Anarko Diamankan, Polisi Lakukan Maladministrasi

JAKARTA - Sebanyak 270 orang diamankan terkait demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Selasa (20/10). Mereka diamankan karena berniat membuat rusuh dan melakukan...

Aparat Diduga Terlibat dalam Penembakan Pendeta Yeremia di Papua

JAKARTA- Temuan hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Papua bentukan pemerintah diumumkan mengungkapkan fakta baru dalam kasus pembunuhan terhadap pendeta Yeremia...

Rusia-AS Sepakat Bekukan Nuklir

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat dan Rusia sepakat menyelesaikan kesepakatan pengendalian senjata nuklir. Kedua negara adidaya tersebut juga siap untuk memperpanjang perjanjian bilateral New...

Nusantara

Diduga Berzina, Warga Pegirikan Dipolisikan

TALANG - Kasus dugaan perzinaan yang dilakukan warga Pegirikan, Kecamatan Talang diadukan ke jajaran Unit PPA Polres Tegal. Dari kasus perzinaan ini mengakibatkan istri...

Tinggi, Kasus Persetubuhan Anak di Cianjur

CIANJUR - Hak-hak anak masih belum terpenuhi dengan baik, mulai dari hak hidup layak sampai pendidikan. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap...

News

Tengku Zul Ingatkan Ada Banyak Penguasa Diktator yang Tumbang, Sabar Kita Lihat

JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnian mengingatkan penguasa untuk tidak berbuat zalim atau bertindak diktator. Tengku Zul menyebutkan beberapa diktator di dunia justru...

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Infrastruktur diyakini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi...

Giatkan Pengawasan Laut dan Udara, Bea Cukai Aceh Rangkul Dit. Polairudda Polda Aceh

Banda Aceh- Sebagai negara yang dianugerahi pulau-pulau yang terhampar, Indonesia membutuhkan pengawasan laut dan udara yang ketat. Hal ini dilaksanakan salah satunya oleh Bea...

Femmy Permatasari Menetap di Selandia Baru

JAKARTA - Sejak menikah, aktris Femmy Permatasari tidak pernah nongol di layar kaca. Kabar terbaru, Femmy akan memboyong keluarganya untuk menetap di Selandia Baru. Karena...

Usai Liburan dari Bali, Nia Ramadhani Swab Test

JAKARTA - Nia Ramadhani sekeluarga dan asisten rumah tangganya menjalani swab test. Ini dilakukan sepulang liburan dari Bali. Lewat akun Instagram resminya, pesinetron 'Bawang Merah...

Pesinetron Renald Ramadhan Ditangkap Polisi

JAKARTA - Pesinetron Renald Ramadhan ditangkap polisi karena diduga penyalahgunaan narkotika. Penangkapan dilakukan di kawasan Sawangan Golf, Depok Jawa Barat, pada Jumat (16/10) kemarin. Bintang...

Aurel Hermansyah Belum Bertemu Calon Mertua 

JAKARTA -  Aurel Hermansyan dan Atta Halilintar akan menikah tahun depan. Namun sampai saat ini Atta Halilintar maupun Aurel Hermansyah belum belum bertemu orang...