Setumpuk Dokumen Milik Imam Dibawa

0

FIN.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti relevan terkait dugaan suap dan gratifikasi dana hibah Kemenpora pada KONI. Kali ini sasarannya ruang kerja Menpora Imam Nahrawi.

Tim penyidik melakulan penggeledahan di dua lokasi berbeda. Sumber menyebutkan untuk ruang kerja Menpora penggeledahan ddilakukan sekitar pukul 17.00 WIB bersamaan dengan sejumlah ruangan di kantor KONI, kemarin.

“Ada sejumlah ruangan yang digeledah tadi. mulai dari ruangan yang disegel kemarin, seperti ruang deputi, ruang asisten deputi, dan ruang PPK. Selain yang disegel ada ruang Menpora yang juga digeledah tadi,” ujar Febri ketika dikonfirmasi, Kamis (20/12).

Ditambahkan, sejumlah dokumen terkait pencairan dana hibah Kemenpora ke KONI disita tim penyidik dari penggeledahan. Termasuk, proposal pengajuan. “Nanti tentu kami pelajari dokumen-dokumen itu untuk kebutuhan pemanggilan saksi,” terangnya.

Menurut Febri, pendalaman dokumen-dokumen yang disita termasuk dalam upaya penyidik mendalami alur pengajuan proposal. Sebelumnya, KPK akhirnya menetapkan lima tersangka pasca OTT yang menyasar pejabat Kemenpora dan KONI.

Kelima tersangka antara lain Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy sebagai pihak pemberi.

Sementara sisanya Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto sebagai pihak penerima.

Dalam OTT Selasa (18/12) dan Rabu (19/12) itu, tim KPK berhasil mengamankan 12 orang. Kelima tersangka yang ditetapkan terjaring dalam OTT bersama tiga staf Kemenpora, tiga staf KONI, serta seorang sopir.

KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemanpora kapada KONI tahun anggaran 2018.

Serta, gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi, Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awamy disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, pihak penerima yaitu Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(riz/fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here