Kinerja Bawaslu Dianggap Sperti Jamu Pahit Bagi KPU

    FIN.CO.ID, Jakarta, – Seperti memberikan Jamu, pahit tapi menyehatkan, hal tersebut lah yang disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu Mochammad Afifudin saat ditemui setelah rapat Prakondisi membicarakan terkait DPT yang terus dilakukan pencermatan di Gedung KPU, Kamis malam (14/12). Afifudin mengatakan tugas Bawaslu terus mengawasi dan menjaga bagaimana hak pilih warga negara bisa terjaga.

    “Saya berkordinasi secara informal itu dengan Viryan (KPU) sudah sering berapa kali dan juga partai-partai juga sudah intensif, membahas DPT,” ujar Afifudin

    Afif menjelaskan bagaimanan situasi ketika satu bulan lalu tepatnya tanggal 15 November masih banyak provinsi yang belum bisa direkomenadasikan untuk dimasukan ke dalam daftar DPT. Namun, kata Afif sekarang sudah berbanding terbalik. “Dan pada hari ini hanya tinggal di NTT yang masih belum ditetapkan, setiap pertemuan diantara semua pihak dengan prakondisi ini sangatlah penting,” kata Afif.

    Afif juga merespon bahwa pertemuan inisiatif ini untuk saling menjelaskan, saling menkonfirmasi, termasuk masukan dari salah satu pihak tim pemenangan. Pertemuan tersebut kata Afif juga adalah bagian inisiatif untuk mengedepankan verifikasi tabayyun, data yg masih diragukan, meskipun tidak menutup kemungkina ada hal-hal yang menanti di tanggal 15 besok.

    “Hal penting ygtadi diingatkan para peserta dan saya kira penting untuk kita semua adalah hal teknis tidak boleh membatasiorang terhalangi untuk daftar sebagai pemilih,” katanya.

    Pengamat politik Ujang Komarudin menilai bahwa tugas KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus benar-benar membereskan persoalan DPT. Karena KPU digaji negara untuk menyelenggarakan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan demokratis.

    “Maka itu, pemilu harus dikawal. Dan diawasi oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Ujang saat dihubungi.

    Tak hanya DPT, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review juga menyoroti kasus kasus e-Ktp yang tak kunjung usai. “Ektp yang menjadi dasar penentuan DPT harus tuntas. Karena jika masih ada permasalahan, maka akan ada efek buruk dikemudian hari,” kata Ujang.

    Ujang kemudia menyatakan apa yang sedang dikerjakan oleh KPU untuk terus membenahi DPT seperti sistem kebut semalam. “Seharusnya selesaikan dulu persoalan ektp, baru bicara DPT. Namun memang KPU terus bekerja dikejar waktu. Hari pemilihan sudah makin dekat. Persoalan DPT masih acak-acakan,” pungkasnya. (zen/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here