Selebriti

Tantangan Angelica Simperler Perankan 7 Kepribadian

FIN.CO.ID, JAKARTA – Setiap aktris atau aktor dituntut untuk bisa memerankan berbagai karakter. Tapi bagaimana jika satu orang memerankan tujuh karakter sekaligus? Inilah yang dilalui aktris cantik Angelica Simperler. Di film berjudul Keira, Angelica menjadi sosok Keira seorang gadis yang menderita   Dissociative Identity Disorder (DID) dengan 7 kepribadian.

Keira tidak pernah menyadari semua perbuatannya. Termasuk keanehan sifat yang muncul dalam dirinya. Semua misteri yang ia hadapi perlahan menyiksa hidup Keira. Setiap saat bisa muncul sifat dominan yang tak pernah ia pahami.

Tidak terkecuali hadirnya pribadi lain. Mereka tak pernah menjadikan Keira sebagai pribadi tunggal. Hanya cinta yang mampu meredakan sakit Keira. Hanya cinta yang bisa menyembuhkan hati Keira dan menyingkirkan masa lalunya.

“Ada yang sosoknya pemberontak, agresif, teman sharing, ada juga yang seorang pembunuh, sosok yang nggak bisa terima kenyataan juga ada. Pokoknya macam-macam,” ungkap Angel usai press screening film Keira di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (8/11).

Untuk mendalami karakter Keira, perempuan kelahiran Jakarta 1986 ini berusaha menggalinya pada seorang psikolog. Meskipun dengan keterbatasan waktu, setidaknya Angel sudah punya gambaran tentang penyakit gangguan kejiwaan ini.

“Dari situ aku baru tahu kalau ada ya orang memiliki lebih dari dua kepribadian. Biasanya lingkungan menjadi factor yang mempengaruhi kepribadian seorang terbentuk. Ada yang bisa disembuhkan dengan terapi, ada juga yang mesti disembuhkan dengan kasih sayang,” ujar Angel.

Angel mengaku tantangan pertama yang ia hadapi yakni kurangnya persiapan sebelum syuting. Ia pun masih kebingungan memerankan Keira.

“Kesulitan banyak banget karena dari awal persiapan kurang terus dikasi waktu sedikit. Jadi dalam syuting aku masih bingung awalnya, masih pengen riset lagi cari referensi sebenernya tapi yaudah diajalanin aja,” ujar Keira.

Kesulitan lain lain yang dihadapi Angel ketika adegan diperkosa. Karena tidak punya pengalaman sama sekali sehingga ia sulit mengekspresikan ketidakberdayaan seseorang yang diperkosa.

“Ada beberapa adegan yang memang sulit misal pemerkosaan, aku sama sekali belum pernah diperkosa. Kesulitannya ternyata bener-bener perempuan yang diperkosa itu selemah itu. Segi fisik aja udah kalah tenaganya sama laki-laki, kayak bener-bener pasrah yaudah nggak bisa apa-apa,” jelas perempuan yang pernah membintangi serial drama Angel’s Diary.

Selain itu, kata Angel kesulitan terberat saat syuting yakni perpindahan dari adegan satu ke adegan lainnya benar-benar cepat dan membutuhkan tenaga ekstra.

“Tantangannya juga di scene, harus pindah-pindah ke scene harus cepet tenaganya harus ekstra nggak boleh loss,” tuturnya.

Saat ditawari karakter Keira, Angel mengaku sempat tak percaya. Namun sang sutradara berusaha menyakinkan jika dirinya pasti bisa. Dari situ kepercayaan diri Angel terbangun dan berusaha mengambil tantangan tersebut.

“Di awal-awal syuting sempat nangis gitu deh, Karena aku merasa persiapan untuk film ini minim banget. Nggak bisa membayangkan gimana sih memerankan tujuh karakter secara bergantian. Ibaratnya kalau orang memerankan satu karakter yang tokohnya masih hidup, kita bisa bisa tinggal bareng sama dia selama beberapa bulan. Sementara ini aku nggak bisa. Nggak sempat ketemu tokoh yang memiliki tujuh kepribadian ini,” jelas Angel.

Meskipun sulit, tak ada hal lain yang bisa dilakukan Angel kecuali melanjutkan proses syuting sampai film ini selesai.

“Kalau ditanya sulit, pasti sulit banget. Tapi karena sudah tercebur ya harus berusaha maksimal aja,” paparnya.

Angel membawa fidget spinner ke lokasi syuting. Langkah ini cukup membantu Angel agar tetap focus dengan perannya. “Aku sengaja bawa (fidget) spinner ke lokasi syuting. Membantu banget itu alat biar aku focus sama karakter-karakterku,” ujarnya.

Film ini dimainkan Angelica Simperler (Keira), Ray Sahetapy (Dharma), Ferly Putra (Gunawan), Rocky Jeff (Ferry), Erlando Saputra (Sutradara), Gabriella Cecilia (Sari Asih), Tiga Setia Gara (Rachel & Irene), Cinta Ramlan (Fatimah), Ridho Ficardo (Komisaris Polisi), Yan Widjaya (Ayah Keira), Djenar Maesa Ayu (Gadis Pantai), Tirta Siregar (ibu Keira), Bulan Putri Ayu (Keira Kecil).

Production House Tu7uh Rumah Produksi ini mengangkat cerita tentang gadis pengidapa penyakit DID. DID merupakan suatu gangguan kejiwaan dimana seseorang bisa mempunyai lebih dari satu kepribadian.

Beberapa kasus penyakit kejiwaan menjadi catatan dan referensi rumah produksi sebelum memproduksi film. Sebagian merupakan cerita yang dituturkan penyandang penyakit kejiwaan ini. Mereka menyandang penyakit dengan berbagai tingkat dan ragam kepribadian. Ada yang mengaku memiliki dua kepribadian, tiga, empat bahkan lima.

Namun tokoh di film Keira ini memiliki tujuh kepribadian, meskipun sesungguhnya ia memiliki sembilan kepribadian. Keira dipercayakan kepada sutradara Harry Dagoe. PH Tu7uh Rumah Produksi juga mempercayakan pemain utamanya kepada Angelica Simperler.

Harry Dagoe menyakini filmnya kali ini lebih komersial. “Saya ingin Keira bisa dinikmati banyak penonton. Itulah sebabnya saya bekerja sama dengan Vicky Sianipar dalam menggarap music film Keira,” kata Harry.

Vicky bagi Harry, memiliki kekhasan ketika membuat illustrasi music untuk film. Harry juga yakin, Keira butuh membangun adegan yang intens dan menarik. Sejak menit awal, ia harus bisa memikat. Musik garapan Vicky diharapkan akan menjadi salah satu kekuatan film ini.

Keira dirilis pada 15 November 2018. Namun beberapa kota di Indonesia akan menikmati pemutaran perdana. Production house Tu7uh rumah Produksi akan memenuhi keinginan para penggemar Angelica Simperler untuk nonton bareng. Termasuk para penonton yang antusias dan penasaran cerita gadis dengan tujuh kepribadian.

Roadshow pertujunkan perdana film Keira berlangsung mulai Sabtu (3/11), di Bogor. Andre Murtono, produser film Keira, sejak sudah diminta komunitas film di Bogor yang sangat antusias menjadi yang pertama menyaksikan cerita unik film Keira.

PH Tu7uh Rumah Produksi juga menggelar temu penonton di Bogor Trade Mall (BTM). Mereka juga ingin mendengar secara langsung lagu OST film yang dilantunkan Tamee Irelly. Lagu berjudul Rahasia karya cipta Ade Govinda juga menjadi singel pertama bagi debutan Tamee Irelly.

Tak berhenti di Bogor, kota berikutnya adalah Solo dan Yogyakarta. Acara di dua kota tersebut akan berlangsung pada 9 dan 10 November 2018. Setelah itu, film Keira bersama Angelica Simperler dan para pemain akan mengajak nonton bareng para penonton di Palembang pada 11 November 2018. Palembang menjadi istimewa karena merupakan kota kelahiran pelantun OST Rahasia, Tamee Irelly.

Kota Bandar Lampung menjadi tujuan berikutnya kampanye film Keira pada 15 November 2018. Propinsi Lampung menjadi latar cerita dari film Keira, termasuk penggunaan destinasi wisata menjadi tempat lokasi syuting film yang begitu eksotis. Sangat sedikit film yang diproduksi di Lampung. Dalam cerita film, tokoh Keira dituturkan tinggal di Lampung.

Film Keira juga akan mengunjungi kota-kota seperti Cirebon, Tegal, Purwokerto dan Banjarnegara pada 17-18 November 2018. Di keempat kota tersebut, saat ini penonton film Indonesia tengah bertumbuh. Mereka Iebih antusias menyambut pemutaran film Indonesia dibanding film impor. Dan teater selalu penuh saat bintang atau pemain film Indonesia hadir di kota mereka.

“Kami juga ingin mendekatkan film Indonesia kepada penontonnya dengan mendatangkan pemain ke kota-kota tujuan kampanye film. Antusias penonton menjadikan kami tak lelah terus berkeliling bersama pemain. Rasanya ada energi tambahan setiap kali melihat apresiasi yang diberikan penonton kepada kami para pembuat film,” ungkap Andre Murtono, produser film Keira.

(Dim/Fin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!