Hiburan

Arifin Putra Perankan Karakter Antagonis di Film “Hanum & Rangga”

Arifin Putra.(foto: Andi Mardana/FIN.CO.ID)

FIN.CO.ID, JAKARTA – Arifin Putra telah membintangi puluhan film dan sinetron. Berbagai karakter telah dilakukan, tapi karakter antagonis sepertinya sudah melekat di diri aktor berdarah Jerman – Indonesia ini.

Belakangan ini nama Arifin semakin dikenal dunia setelah banyak membintangi film-film action salah satunya The Raid 2: Berandal ia memerankan Ucok ia menjadi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Piala Maya 2014 dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Indonesian Movie Awards 2015.

Kali ini, ia didapuk memerankan karakter antagonis di film drama “Hanum & Rangga: Faith & The City” yang diangkat dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Dalam film ini, Arifin berusaha mempengaruhi Hanum (Acha Septriasa) untuk terus berkarier.

“Fungsi karakter aku yang Andy Cooper ibaratnya bisa merayu dia (Hanum) untuk berkarier. Dan disini si Andy punya pandangan yang sangat unik terhadap ‘bagaimana sih dunia itu seharusnya?’. Dia merasa bahwa Hanum itu bisa. Dan dia berusaha mengajak Hanum dan merasa Hanum itu sebagai ‘anak emas-nya’. Dan dia ingin menjadi mentornya si Hanum,” ujar Arifin saat berbincang usai konferensi pers Film “Hanum & Rangga” di Jakarta, Selasa (6/11).

Dalam film ini, aktor 31 tahun itu dituntut menampilkan sisi bengis dan menyebalkan sebagai atasan di sebuah stasiun televisi Global New York Television (GNTV). Meski diakui, Arifin tidak yakin akan karakternya yang kejam, tapi kembali lagi ini hanyalah adegan dan sebagai aktor ia harus profesional.

“Mungkin kalau dibilang nyebelin, yah nyebelin. Karena memang orangnya jujur, sangat to the point, nggak pake basa basi. Aku sendiri kadang kalau baca (skenario) ‘waduhh ini beneran begini?’. Dan emang karakternya harus seperti itu, agar si Hanum melihat kebusukan si Andi Cooper agar dia bisa berubah lebih baik,” jelasnya.

Bekerja di dunia entertainment membuat Arifin banyak berinteraksi dengan media sehingga memudahkan dia dalam mendalami karakternya Andy yang kental dengan dunia jurnalistik.

“Kebetulan aku sehari-hari banyak berinteraksi dengan wartawan walaupun lebih ke lifestyle. Jadi aku mengulik lebih ke arah dunia mereka itu seperti apa sih? kecepatannya, hiruk-pikuknya seperti apa? deadline. Dan karakternya sendiri, diciptain lagi,” jelasnya.

Pria yang mengawali karier di dunia perfilman di film Lost in Love tahun 2008 merasa yakin bahwa dirinya mampu membawa karakter Andy dengan baik.

“Jadi, waktu itu ada satu sutradara bernama Affandi Abdul Rachman yang bilang, ‘Fin, kalau gue mencari orang yang nyebelin tetapi tetap disukai penonton, pilihan gue itu elu’. Jadi, ternyata yang cukup susah adalah dimana kita menjadi karakter yang memang orang tahu bahwa nilai-nilai dia itu kurang baik,” ungkap Arifin.

Dikatakan pria lajang ini bahwa pada saat yang sama, kita sebal dan dalam waktu yang sama kita tetep ingin tahu lebih lanjut dengan karakter ini. Sebagai pemain ia harus memahami sisi karakternya di film drama ini.

“Mungkin nggak simpati tapi lebih ke empati dengan katakter ini. Minimal mengerti sudut pandang dia. Aku tantangannya disitu, dimana kita memahami sisi dari karakter ini,” lanjutnya.

“Karena manusia sejahat-jahatnya pasti dia punya alasan untuk melakukan hal itu dari sisi kemanusiaan. Karena dia berusaha mencari kebenaran itu,” ucap Arifin.

Meskipun ia menjadi tokoh yang tidak baik, Arifin melihat ada sisi kemanusiaan dalam perannya meski tidak pada statement.

“Andy Cooper tetap melihat bahwa si Hanum ini punya potensi untuk menjadi wartawan yang hebat. Walaupun pandangan Andy ini salah terhadap ‘apa itu berita’. Ingin mengangkat Hanum dan menjadi mentor dari Hanum bisa dibilang sisi kemanusiaan. Dimana dia melihat kehebatan dalam diri seseorang dan dia ingin mengembangkan potensi itu,” pungkasnya.

(Dim/Fin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!