Olahraga

China Terbuka 2018, Duel Sengit Perang Saudara

FIN.CO.ID, BEIJING – Perang saudara antara dua tunggal putra Indonesia yakni, Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Jonatan Christie di babak kedua Fuzhou China Terbuka 2018 berjalan cukup menarik dan sengit. 

Meski pada akhirnya, Anthony berhasil memenangakan duel tersebut, namun hal itu didapatkannya dengan susah payah. Pasalnya, Jonatan yang secara rangking dunia masih berada di bawah Anthony, memberikan perlawanan yang cukup berarti terhadap rekan senegaranya tersebut. 

Ya, dalam pertandingan yang yang digelar di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, China, Anthony menang lewat pertandingan tiga game dengan skor 22-20, 20-22 dan 21-11, dengan durasi selama 71 menit. 

Jelas, melihat dari skor pertandingan, laga ini berjalan cukup sengit dan seimbang sejak awal game pertama. Memang, dalam laga itu, skor imbang sering terjadi, bahkan kejar mengejar poin juga bermunculan dalam perang saudara ini. 

Seperti di awal game pertama, kejar mengejar poin terus tersaji hingga akhirnya Jonatan mampu menutup interval pertama dengan memimpin tiga angka 11-8. Selepas jeda interval, Anthony kemabli menyamakan kedudukan menjadi 11-11. 

Tak mau tinggal diam Jonatan menggebrak dan membalas dengan serang agresif yang membuat Jonatan unggul 15-11. Namun sayang, skor itu tak bertahan lama, Anthony yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Joantan akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17. 

Lagi-lagi Jonatan mengungguli Anthony dengan merbut dua poin beruntun menjadi 19-17. Namun, lagi-lagi juga Anthony menyamakan kedudukan menjadi 19-19 dan mengungguli Jonatan usai pukulan pemain yang akrab disapa Jojo itu membentur net menjadi 20-19. 

Sayangnya keunggulan untuk Anthony itu mampu dipertahankan Jonatan dengan smash kerasnya yang memaksa terjadinya duece lantaran skor imbang 20-20. Saat duece game pertama, Anthony berhasil menutupnya dengan dua kali smash. Game pertama berhasil dimenangkan Anthony dengan skor 22-20.

Kekalahan di game pertama cukup disayangkan oleh Jonatan. Menuruntya, kemenangan di game pertama adalah modal yang cukup baik dalam sebuah pertandingan. Sedangkan Anthony yang sempat berkali-kali ketinggalan poin dari Jonatan mengaku cukup bersusah payah untuk merebut game pertama tersebut. 

“Saya sudah leading di game pertama tapi tidak bisa menyelesaikan, itu cukup fatal karena game pertama adalah modal buat saya. Ini saya jadikan pengalaman, saya harus lebih siap lagi,” ungkap Jonatan seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis (8/11) kemarin.

“Di game pertama saya ketinggalan tapi saya berpikir kalau game ini belum selesai dan saya masih punya kesempatan,” kata Anthony.

Memasuki game kedua, persaingan ketat kembali terjadi di antara kedua pemain. Jonatan sempat unggul 8-6 namun Anthony mampu menyusul perolehan angka dan memimpin 11-9. Bahkan, Anthony sudah sempat unggul 15-10 atas Jonatan. 

Namun, perolehan itu mampu dikejar oleh Jojo dan menyamakan skor menjadi 15-15. Jonatan sempat unggul 18-17, namun Anthony berbalik memimpin 19-18. Dropshot Anthony kemudian membuat skor berubah jadi 19-19.

Di poin kritis itu, Anthony berhasil unggul 20-19 atas Jonatan. Namun, pada kedudukan match point 20-19, satu angka kemenangan gagal diamankan Anthony. Jonatan merebut tiga angka berturut-turut dan memaksa untuk bermain rubber game. 

Pada game penentuan, Anthony terlihat lebih mudah untuk bisa mengalahkan Jonatan. Meski pada awalnya, Jonatan sempat menyamakan kedudukan 9-9, namun Anthony tak mau mengulangi kesalahan yang ia lakukan di game kedua. Bermain cepat dan menyerang, Anthony tak memberikan kesempatan pada Jonatan dan menang dengan selisih angka cukup jauh 21-11. 

Sengitnya pertarungan ini ternyata sudah diperkirakan oleh Jonatan. Menurut atlet kelahiran Jakarta 15 September 1997 itu dirinya sudah sering bertemu dengan Anthony saat latihan. Menurutnya, Anthony kali ini bermain lebih agresif dari biasanya. 

“Saya sudah mengira bakal ramai pertandingannya, kami sudah sering bertemu juga di latihan. Ginting lebih agresif kali ini. Waktu ketinggalan di game pertama, dia banyak menekan. Pada game terakhir, saya tidak bisa menahan permainannya yang agresif dan cepat,” jelas Jonatan.

Sementara Anthony mengaku menyayangkan kekalahannya di game kedua, dimana pada saat itu ia sudah mempin 20-19. Selain itu ia juga menilai Jonatan masih bermain pasif. 

“Saya menyayangkan waktu poin saya tersusul di game kedua, padahal sudah match point. Di game pertama Jojo masih agak pasif mainnya, saya lebih inisiatif di permainan depan. Saya hampir tersusul lagi di game ketiga, tapi saya fokus setiap bola naik harus tingkatkan power dan akurasi smash nya. Saya juga sering mengubah tempo permainan,” terang Anthony. 

Berkat kemenangan ini, Anthony yang menjadi unggulan kedelapan berhak mendapatkan tiket babak perempat final Fuzhou China Terbuka 2018. Dalam babak delapan besar itu ia akan menghadapi unggulan kedua dari China Shi Yuqi. 

Selain itu, kemenangan ini juga menjadikan Anthony wakil tunggal putra Indonesia satu-satunya yang berhasil tembus ke babak perempat final. Hal itu setelah dipertandingan lainnya, wakil tunggal putra Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto kandas di babak kedua usai dikalahkan unggulan kelima asal India, Kidambi Srikanth dengan skor 10-21, 21-9 dan 21-9. 9l

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!