Pemerintah Akui Mengelola Ekonomi Dengan Hati-hati

FIN.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah menteri Kabinet Kerja bidang ekonomi memaparkan kinerja selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Terhitung, pada 20 Oktober lalu, pemerintahan Jokowi genap berjalan empat tahun.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengaku Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu berusaha mengelola kondisi ekonomi dalam negeri dengan baik dan penuh kehati-hatian. Alhasil, menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil.

“Pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen dan terus meningkat. Pada 2014, ekonomi tumbuh 5,02 persen, semester 1 pada 2018 telah mencapai 5,17 persen,” ujar Moeldoko dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 edisi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekrerariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Moeldoko menambahkan, angka pengangguran juga mengalami penurunan. Hingga Februari 2018, angka pengangguran turun di angka 5,13 persen. Tercatat, lapangan kerja yang tersedia telah menyerap sebanyak 8,7 juta orang sejak awal kepemimpinan Jokowi.

Selain itu, tingkat inflasi, kata Moeldoko, juga turun di level 2,88 persen pada September 2018. “Alhasil, stabilitas harga terkendali ,menjaga daya beli masyarakat dan memberi ruang gerak usaha,” jelasnya

Sementara itu, angka kemiskinan, menurut Moeldoko, juga menurun. Jika pada 2014 tingkat kemiskinan 10,96 persen, kata dia, maka pada Maret 2018 berada di angka 9,82 persen.

“Penurunan gini rasio tercatat 0,389 persen di Maret 2018, dari semula sebesar 0,414 persen pada 2014,” tuturnya.

Moeldoko menjamin, kondisi keuangan negara dan moneter aman terkendali kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi. APBN ekspansif, sedangkan defisit terjaga di bawah 3% PDB.

“Utang pemerintah dikelola dengan baik, dialolkasikan untuk belanja produktif,” pungkasnya.

Ekonomi Sehat dan Kuat

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution menilai, ekonomi Indonesia tengah dalam kondisi sehat dan kuat. Kendati demikian, tetap ada tantangannya. Yakni pertumbuhan ekonomi yang meningkat, namun lambat.

“Sekarang sampai semester 1, pertumbuhan 5,17%. Dalam situasi ekonomi dunia yang sedang terjadi gangguan dan gejolak, maka dapat diakui bahwa perekonomian kita membaik,” tukasnya.

Darmin mengakui, dua hingga tiga tahun belakangan ada kelemahan pada sektor riil. Namun hal ini lantaran pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastruktur.

“Ada banyak mengkritik utang jaman pemerintahan ini angkanya tinggi. Tapi kini dibarengi pertumbuhan ekonomi yang stabil,” jelasnya.

Selain itu, Darmin menilai, indeks ketahanan pangan Indonesia cukup menggembirakan. Pasalnya, sejak 2016 indeks menyentuh level 71, kemudian menurun ke angka 69 hingga puncaknya melemah ke 63,6.

“Indonesia memang masih agak kalah dengan Malaysia, Thailand , Vietnam. Yang perlu dicatat indeks elektabliitasi, yang menyangkut kesejahteraan masyarakat. Kita sudah jauh membaik karena sekarang sudah diangka 97,50,” pungkasnya.

(riz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here